Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
kesusahan (DillAldy)


__ADS_3

Jika Rifqi membeli stroller dengan harga 35 juta, Aldy membeli stroller dengan harga 40 juta.


Aldy juga memilihkan beberapa perlengkapan lain yang belum Dilla beli. Seperti box bayi, ayunan, lemari, kursi untuk ibu menyusui dan lain nya.


"Mas pulang yuk, aku udah lelah banget" sekarang gantian Dilla yang mengajak pulang.


"Bentar lagi tanggung" jawaban yang sama namun orang yang berbeda.


Aldy menyuruh pegawai toko itu untuk membawakan kursi. Dilla duduk di kursi itu. Tubuhnya sudah sangat lelah.


Aldy masih memilih beberapa alat lain nya lagi.


"Yuk, tinggal bayar" ajak Aldy.


Dilla berdiri dari duduk nya


"Shhhh" ringis Dilla merasa perutnya sakit.


"Kamu kenapa?" Tanya Aldy yang sudah merengkuh pundak istrinya.


"Perutku sakit mas" ringis Dilla.


Tak lama kemudian, Dilla pingsan. Aldy yang panik pun langsung membopong Dilla menuju mobil.


"Kemaslah semua barang itu lalu kirim ke ruamahku. Asistenku akan datang sebentar lagi"


Ucap Aldy sebelum keluar toko yang diangguki pegawai toko itu.


Aldy bergegas membawa Dilla kerumah sakit.


Dilla segera ditangani oleh dokter dan dipasangkan infus di punggung tangan nya.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang rawat Dilla.


"Suami nyonya Dilla?"

__ADS_1


"Saya dok"


"Nyonya Dilla hanya kelelahan. Sebaiknya batasi aktifitasnya agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. Nyonya Dilla boleh pulang setelah infusnya habis" ucap dokter itu.


Aldy pun memasuki ruangan Dilla.


Ia mengusap perut istrinya.


"Kenapa kau selalu membuat bundamu kesusahan?" Gumam Aldy sambil mengusap perut istrinya.


Dilla membuka matanya.


Tangan Aldy beralih mengusap dahi istrinya saat melihat istrinya sudah sadar.


"Mana yang sakit?"


Dilla menggeleng


"Maaf menyusahkan mu terus mas" ucap Dilla.


"Bolehkah aku mencium ini, ini dan ini?" Tunjuk Aldy pada dahi, bibir dan perut istrinya.


"Memangnya aku pernah melarangmu mas" ucap Dilla sambil terkekeh.


Aldy pun mencium bibir Dilla sekejap, lalu beralih ke dahi istrinya dan terakhir ke perut buncit istrinya.


"Jangan terus terus membuat bundamu kesulitan" bisik Aldy pada anak nya yang masih dalam kandungan Dilla.


Hati Dilla menghangat mendengar ucapan yang terlontar dari bibir suami nya.


Beberapa saat kemudian dokter datang untuk melepas infus Dilla.


"Ya udah yuk langsung pulang aja"


Dilla mengangguk.

__ADS_1


Aldy merengkuh tubuh istrinya membantunya turun dari ranjang.


"Mau aku gendong aja?" Tanya Aldy karna tau istrinya takut kursi roda.


Dilla menggeleng


Aldy beralih menggenggam tangan Dilla dan berjalan menuju parkiran rumah sakit.


Sampai rumah


Baru masuk pintu, Aldy dan Dilla sudah diberondong banyak pertanyaan oleh mama Mela.


"Kalian tadi abis belanja?"


"Belanjaan kalian udah sampek rumah tapi kok kalian belum sih?"


"Dilla kenapa kok wajah nya pucet"


"Kamu diapain Aldy nak?"


Dan masih banyak pertanyaan dari mulut cerewet mama Mela.


"Dilla tadi pingsan ma, ini baru pulang dari rumah sakit" jawab Aldy.


"Hah kok bisa? Pasti Dilla udah lelah tapi kamu nggak perhatian sama dia...... Bla bla blaaa" banyak lagi omelan mama Mela yang menyudutkan Aldy.


Aldy menghela napas nya kasar mendengar ocehan mama nya.


"Aldy ke kamar dulu ma" ucap Aldy lalu menggandeng istrinya menuju kamar.


Dilla membaringkan tubuhnya yang masih sedikit lemas. Aldy juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Dilla.


"Kamu nggak balik ke kantor mas?" Tanya Dilla saat melihat suaminya tidur di sebelahnya.


"Enggak"

__ADS_1


Aldy pun tidur dengan memeluk istri nya.


__ADS_2