
2 hari kemudian
kehidupan kembali normal. mulai kejadian beberapa hari lalu, rifqi dan ara sudah sama sekali tak bertegur sapa. hanya kadang rifqi menimang nimang baby qian. sedangkan aldy sudah resmi resign dari yulandres grup dan juga dilla ikut aldy atas desakan ara.
malam hari
ara teringat perjanjiannya dengan rifqi sebelum ia melahirkan.
"sepertinya besok adalah waktu yang tepat" gumamnya.
sore hari, tepat pukul 3 sore , rifqi masih berada dikantor untuk bekerja.
ara langsung mengambil sebuah koper dan memasukan beberapa baju nya dan baju baby qian ke dalam koper itu. ia bahkan memasukan 1 buah pakaian rifqi yang akan digunakan nya saat dirinya maupun baby qian rindu pada sosok rifqi.
ia meyiapkan beberapa berkas yang diperlukan untuknya nanti. mulai dari buku nikah, akta kelahiran, kk dan berkas lainnya. ia juga membawa akta kelahiran qian, karna ia tak tau sampai kapan ia akan memperbaiki hatinya.
ia langsung mengambil sebuah gendongan dan sebuah tudung kepala untuk baby qian. ia menggendong qian ke dekapannya.
"bismillah, kita pergi yha nak.. qian nanti jangan rewel sama mami. kamu bakal kembali ketemu papi kalo mami udah siap buat pisah" ucap ara pada baby nya.
ara mengusap air matanya yang menetes dari pelupuk matanya.
__ADS_1
tak lupa ia meninggalkan sepucuk surat di atas nakas kamar nya.
ia berjalan keluar kamar dengan menggendong baby qian dan tangan satunya menyeret sebuah koper.
ia berjalan menuruni tangga, sampai di ruang tengah, semua pelayan melihat ke arahnya yang menyeret sebuah koper.
"anda mau kemana nyonya?" tanya kepala pelayan yang tak lain adalah risa.
ara tersenyum
"aku tidak pantas berada disini" ucap ara lembut.
"bagaimana jika tuan rifqi marah?" tanya risa.
risa langsung memeluk ara.
"hati hati dijalan nona" balas dilla dan ara hanya mengangguk. matanya terasa panas untuk meninggalkan rumah itu. seolah ada air yang akan jatuh dari pelupuk nya.
"mari saya antar nona" ucap sang sopir pribadi.
ara menggeleng.
__ADS_1
"tidak usah pak, mulai saat ini saya bukan majikan kalian lagi" ucap ara dengan mata berkaca kaca.
ara melangkahkan kakinya keluar rumah.
ia tadi sudah memesan taksi online.
sang sopir melajukan taksinya ke bandara.
diperjalanan ara sudah mengirim pesan kepada dilla dan aldy.
isi pesan**
" dill, aku sudah memutuskan keluar dari rumah itu, perjanjianku dengan nya telah habis. aku pergi untuk memperbaiki hatiku sejenak. tenanglah, nanti jika aku sudah siap aku akan kembali ke rumah orang tuaku. bye"
pesan kepada aldy**
" kak, aku pergi. aku hanya ingin memeperbaiki hatiku. jangan cari aku. jika aku susah siap aku akan kembali ke rumah mama papa. katakan pada mereka bahwa aku akan baik baik saja"
ara memejamkan matanya sejenak mengusir beban. ia mematikan handphone nya. tak lupa ia mencabut kartu operatornya agar rifqi maupun aldy tak dapat melacak keberadaannya.
taksi sudah sampai di parkiran bandara. ara langsung menarik kopernya berjalan melewati lobi bandara. ia segera memesan tiket keberangkatannya.
__ADS_1
tiket sudah berada di genggamannya. ia langsung memasuki pesawat karna akan segera take off.
tak lama kemudian, pesawat sudah terbang ke udara.