Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
makan siang (DillAldy)


__ADS_3

Dilla menyingkirkan tangan Aldy lalu berlari ke kamar mandi.


Hoekkk


Hoeekk


Sayup sayup Aldy mendengar Dilla muntah dikamar mandi. Ini bukanlah hal aneh lagi bagi nya. Entah dorongan dari mana, Aldy menyusul Dilla ke kamar mandi.


Ia memijat tengkuk istrinya. Dilla dibuat terkejut dengan sikap Aldy.


Setelah memuntahkan makanan nya, Dilla lemas dan langsung digendong Aldy menuju ranjang.


"Berapa usia kandunganmu?" Tanya Aldy.


"5 bulan mas"


"Tapi kenapa kau masih saja seperti ini setiap hari nya?" Tanya Aldy.


"Aku mengalami hyperemesis gravudarum mas, jadi wajar saja seperti ini. Dokter mengatakan 2 kemungkinan. Pertama, ini akan berakhir pada usia kandunganku 20 minggu atau bisa saja yang kedua, aku akan tetap mengalaminya sampai aku melahirkan" jawab Dilla.


Aldy mengusap perut buncit istrinya.


"Apa dia selalu menendang?" Tanya Aldy.


"Ia mas, dia sudah sering menendang"


"Sejak kapan?"


"Baru 2 minggu yang lalu"


Aldy mengangguk, ia lalu berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Ia bersiap untuk berangkat ke kantor.


...

__ADS_1


Meja makan


Mama Mela kaget saat melihat Dilla berjalan menuju meja makan.


"Loh nak, kamu kok kesini? Nanti kalau kamu mual gimana? Nanti kamu sakit lagi" mama Mela mengkhawatirkan menantunya.


"Sepertinya aku bisa memakan nasi hari ini ma, entah kenapa aku ingin sekali makan bersama kalian" ucap Dilla lalu ikut duduk di kursi.


Mereka semua memulai makan nya.


Saat hendak keluar rumah, Aldy berkata pada Dilla.


"Bersiaplah, nanti siang aku akan menjemputmu untuk makan siang bersama kolega bisnisku" ucap Aldy.


"Wahh benarkah mas" Mata Dilla berbinar.


"Pakailah pakaian kasual tidak usah pakai baju resmi agar kau tetap nyaman"


"Iya mas"


siang hari,


Dan benar seperti yang dikatakan suaminya, Aldy menjemput Dilla sebelum jam makan siang.


Aldy sempat mengganti pakaian nya. Ia memakai kaos polos warna abu abu dan dipadukan dengan jas resmi nya.


"Loh kok kamu pake nya kaos sama jas mas? Kenapa nggak pakek kemeja"


"Ini hanya sekedar makan siang biasa, lagi pula aku pakai ini agar kita sama sama memakai baju kasual" ucap Aldy.


"Kau cepatlah ganti bajumu!" Titah Aldy saat melihat Dilla yang masih mengenakan daster rumahan nya.


Beberapa saat kemudian, Dilla keluar dari kamar mandi. Aldy terkesiap dengan penampilan istrinya.

__ADS_1


"Ganti baju mu, itu terlalu ketat. Lihatlah semua lekuk pahamu kelihatan, dan belahan dada nya terlalu rendah, apalagi itu, kenapa punggungnya terpampang seperti itu? Kau mau pamer punggung mulusmu?" Geram Aldy.


Mau tidak mau Dilla mengganti pakaian nya.


Ia memakai dres panjang dengan lengan pendek dan pundak terbuka.


Aldy kembali terkesiap dengan penampilan Dilla.


"Bisakah kau mengganti pakaianmu lagi? Itu juga masih terlalu ketat ditubuhmu"


"Tapi mas, aku udah capek ganti. Pake ini aja ya mas" Dilla menatap dengan tatapan memohon.


Aldy mendesahkan napasnya pelan


"Ya sudah, ayo cepat berangkat"


baju Dilla Aldy



Mereka pun menuju restoran yang sudah disepakati sebelumnya.


"Selamat siang mr Andrew, maaf membuatmu menunggu" sapa Aldy saat melihat kolega bisnis nya sudah duduk di kursi bersama wanita yang Aldy pikir adalah istrinya.


"Tidak apa tuan Aldy, saya juga baru datang, silahkan duduk"


Aldy dan Dilla pun duduk


"Wahh siapa wanita cantik disamping anda ini tuan Aldy?"


"Perkenalkan, dia Dilla istriku"


__ADS_1


Daster rumahan Dilla.


__ADS_2