Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
jangan menyesal (DillAldy)


__ADS_3

di kantor argadinata.


jam menunjukan jam makan siang.


nampak dilla mengetuk ruang kerja aldy.


tok


tok


tok


tak ada sahutan dari dalam ruangan itu.


dengan ragu, dilla memutar gagang pintu itu.


nampak aldy yang masih fokus dengan laptop nya.


"tampan sekali dia" gumam dilla lirih.


aldy melirik ke arah dilla.


"ada apa kau kemari?" tanya aldy dingin.


"hehehe" dilla terkekeh sejenak.


"ayo makan siang bersama kak" ajak dilla.


"bos!! panggil aku bos!" koreksi aldy.


"hehe iya bos," dilla terkekeh.


"aku sibuk"


"ayolah bos, sekali kali makan siang bersama dengan ku" dilla bermohon.


"aku bilang tidak ya tidak" aldy mulai menaikan nada bicaranya 1 tingkat lebih tinggi.


glegg


dilla menelan salivanya susah payah. ia begitu takut dengan sikap aldy yang seperti ini.


"baiklah kalau begitu" dengan lemas, dilla berjalan keluar ruangan aldy.

__ADS_1


ceklek


dilla menutup pintu itu.


sejenak dilla berpikir. tiba tiba muncul ide cemerlang di otak nya.


ia segera merogoh sakunya dan mengambil handphone nya. ia membuka aplikasi guna memesan makanan secara online.


15 menit kemudian, makanan yang dipesan dilla telah datang.


"totalnya 35 ribu kak" ucap sang ojol itu.


ia menyerahkan selembar uang merah kepada sang ojol.


"maaf kak, apa tidak ada uang pas?"


"ambil saja kembalian nya mas" ucap dilla.


"terimakasih kak"


sang ojol pun meninggalkan lobi kantor itu.


dilla membuka ruang kerja aldy.


"ck masih saja sibuk" gumam dilla.


dilla berjalan mendekati aldy.


ia membuka bungkus makanan itu.


"ayho makan bersama bos"


baru aldy akan menjawab ucapan dilla, tiba tiba mulutnya sudah dipenuhi dengan sesendok suapan nasi ke mulut nya.


aldy mengunyah makanan yang sudah terlanjur masuk ke mulut nya.


"kamu!! kenapa lancang sekali memasukan makanan itu ke mulut ku tanpa seizin ku"


dilla terkekeh.


"hehe, abis nya kau terlalu fokus dengan pekerjaanmu bos, jangan sampai kau sakit hanya karna kau lalai dengan kesehatan mu" cerocos dilla pada aldy.


dilla lalu menyuapkan kembali nasi kemulut aldy.

__ADS_1


aldy pun menerima tanpa penolakan sedikitpun.


dilla juga menyuapkan makanan kemulut nya dengan sendok yang sama dengan aldy.


ceklek


tiba tiba pintu ruang kerja aldy terbuka lebar.


sang pembuka pintu itu yang merupakan seorang wanita nampak memelototkan mata nya lebar kala melihat dilla sedang menyuapi aldy.


wanita itu tak lain adalah sekertaris aldy bernama nisa.


"m maaf m mengganggu waktu mu kak" nisa menunduk lalu hendak menutup pintu.


"katakan ada apa?" tanya aldy.


"pak rendy dari perusahaan rens grup sudah datang kak"


(yang baca dari awal pasti tau siapa rendy.. yaitu musuh rifqi dan juga aldy yang dulu juga sempat menjadi dalang kecelakaan rifqi dan juga aldy)


"baiklah, suruh dia menunggu di ruang meeting"


"ba baik kak" jawab nisa.


nisa pun menutup pintu ruangan aldy.


"kenapa dia boleh memanggil mu kak, sedangkan aku harus memanggil mu 'bos' ?" tanya dilla.


sekilas aldy menatap dilla sekilas.


"kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku bos?"


"tidak penting sama sekali" jawab aldy enteng.


"tapi sangat penting untuk ku" jawab dilla cepat.


"tapi tidak penting untuk ku" jawab aldy santai.


"plisss jawablah pertanyaan ku itu"


sejenak aldy tersenyum smirk.


"jangan pernah menyesal karna kau memaksaku menjawab pertanyaan yang tidak berguna seperti itu"

__ADS_1


__ADS_2