
Aldy mengambil makanan itu dan sudah menyendoknya ke arah Dilla.
Dilla langsung menutup mulutnya dengan tangan sambil menggeleng tanda 'tidak mau'.
"Cepat buka mulutmu!" Teriak Aldy
Dilla masih menutup mulutnya dengan tangan.
Aldy kembali membuang napas nya kasar karna merasa kesal dengan tingkah istrinya.
Mata Dilla mulai berkaca kaca setelah mendengar suaminya berteriak. Satu bulir air mata telah jatuh dari mata indah milik Dilla.
Aldy membuang napas nya pelan menetralkan emosinya yang memuncak.
"Kau mau makan apa?" Tanya Aldy mulai melembutkan suara nya.
"A aku ingin bakso beranak mas" ucap Dilla memohon.
"Hah?! Makanan apa itu? Bakso beranak?" Tanya Aldy bingung karna ini pertama kalinya ia mendengar nama makanan itu.
Aldy memiliki ide untuk memesan online saja.
__ADS_1
Ia membuka handphonenya dan membuka aplikasi pembelian makanan online.
Dilla melihat suaminya membuka aplikasi itupun langsung berucap.
"Pokoknya aku mau bakso beranak titik dan harus kamu sendiri yang nyariin" ucap Dilla mulai merajuk dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karna suaminya tak kunjung beranjak dari duduk nya untuk mencarikan nya bakso beranak.
Akhirnya, mau tidak mau Aldy pergi mencarikan makanan aneh yang dimaksud istrinya itu.
Sepeninggal Aldy, Dilla membuka selimutnya dan terkikik pelan merasa lucu dengan suami nya yang tak tau apa itu bakso beranak dan juga suaminya yang tak marah walau ia merengek hal aneh tadi.
Dilla memencet salah satu tombol di brankar itu yang otomatis bagian kepala agak naik yang membuat posisi Dilla menjadi duduk.
Dilla mulai mengambil Buah Apel yang tadi sudah dikupas Aldy. Ia mulai memakan apel itu hingga habis.
"Apakah dia selalu memperhatikanku diam diam?" Gumam Dilla saat tau susu yang dibawakan Aldy sama dengan susu hamil yang biasanya ia minum.
Beberapa saat kemudian, Aldy telah kembali ke ruang rawat Dilla dengan membawa plastik hitam berisi bakso pesanan Dilla. Tadi Aldy juga sempat mampir me mall untuk sekedar membeli mangkuk dan sendok, karna pikirnya akan terlalu ribet bila harus meminjam pada kantin rumah sakit.
Aldy membuka bungkus makanan itu dan menuangkannya ke mangkok(mangkok nya udah bersih) yang sudah dibeli nya.
__ADS_1
"Loh mas, kamu beli mangkok? Kan disitu juga udah disiapin mangkok dari rumah sakit" tunjuk Dilla pada sebuah rak berisi beberapa mangkok.
"Itu nggak steril" jawab Aldy singkat.
"Makan lah" ucap Aldy menyodorkan mangkuk berisi bakso itu.
Dilla menggeleng
"Suapi" pinta Dilla dengan wajah memelasnya.
Aldy pun menyuapi Dilla dengan telaten.
Suapan terakhir mendarat ke mulut Dilla. Aldy kembali meletakan mangkok itu di nakas. Ia baru sadar bahwa apel yang dikupasnya tadi sudah tidak ada.
"Kau tadi memakan apel nya?" Tanya Aldy yang membuat Dilla mengangguk.
"Sungguh gila wanita ini. Sudah minum air putih, susu hamil, makan apel dan kini bakso beranak jumbo pun dia habis" batin Aldy geleng geleng dengan sikap istrinya.
"Kau kenapa geleng geleng kepala gitu mas?" Tanya Dilla bingung ketika melihat suaminya menggeleng gelengkan kepalanya.
Aldy hanya diam tak menjawab pertanyaan Dilla.
__ADS_1
Ia keluar ruangan dan mengambil sebuah kursi roda dan membawa nya ke ruangan Dilla.