Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Baby Queen (DillAldy)


__ADS_3

Merekapun tidur di kamar itu dengan tenang.


Ini adalah pertama kalinya Aldy merasa tenang selama memejamkan matanya tidur.


Semenjak 5 tahun silam, Aldy selalu tak nyenyak tidur.


Ia selalu membolak balikan badannya ke kanan dan kekiri mencari posisi ternyaman nya namun ia selalu tak mendapatkan nya.


Ia sadar bahwa ia kenyamanan yang ia dapat adalah ketika ia tidur sambil memeluk istrinya.


Aldy pun tidur dengan memeluk istrinya.


Dilla sebenarnya belum benar benar tidur, namun ia membiarkan Aldy memeluknya karna tak bisa dipungkiri bahwa ia juga nyaman dengan pelukan itu.


Pagi hari,,


Aldy sebenarnya sudah bangun, namun ia enggan melepas pelukan itu.


Dilla pun sebenarnya juga sudah bangun namun ia juga enggan melepaskan pelukan itu.


Tiba tiba pintu kamar mereka terbuka.


Ternyata pelakunya adalah Zayn. Dia langsung merangkak naik ke atas kasur dan menggoyang goyangkan tubuh orang tua nya agar bangun.


"Mom, dad bangun" teriak Zayn.


Ini adalah kesempatan yang baik untuk Aldy dan Dilla melepaskan pelukan itu tanpa masing masing tau bahwa sebenarnya mereka telah bangun.


"Kenapa Zayn?" Tanya Aldy.


"Ayho temani aku jalan jalan dad, Qian dan papinya juga jalan jalan pagi bersama uncle Bryan"


"Baiklah" Aldy turun dari tempat tidur lalu berjalan ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya.

__ADS_1


Ia langsung menemani Zayn berjalan mengelilingi komplek menyusul Rifqi, Bryan dan Qian.


Setelah lelah, mereka pulang lalu sarapan.


Di meja makan


Bryan duduk disamping Zayn. Mereka semua makan dengan hening.


Bryan memiliki hal licik di otak nya. Ia tau hubungan Aldy dan adiknya masih belum baik.


Bryan membisikan sesuatu pada Zayn


"Zayn, apa kau mau adik bayi? Baby queen misalnya"


"Mau uncle" bisik Zayn pada Bryan.


"Mintalah pada mom dan dad mu" ucap Zayn dengan seringai licik dihatinya.


"Coba saja, kalau tidak boleh maka merengek lah seperti bayi" Bryan mengompor ngompori keponakan nya.


Zayn mengangguk


"Mom dad, I want a baby queen"


(Mom, dad aku ingin baby queen)


Uhuk uhukk


Dilla tersedak makanan nya, Aldy langsung menyodorkan minum pada Dilla.


Aldy menatap horor pada Bryan, ia tau ini semua akal akalan Bryan.


"Apa kau tau apa itu baby queen?" Tanya Aldy.

__ADS_1


Zayn mengangguk


"a little sister"


(Adik perempuan)


Aldy bingung bagaimana menjelaskan pada Zayn. Semua yang dimeja makan nampak menahan tawa nya melihat ekspresi yang ditunjukan Aldy dan Dilla.


"Zayn, kau tidak boleh berbicara seperti itu lagi, okey?"


Aldy menasehati.


"Memang kenapa mom? Zayn kan ingin minta baby girl"


Dilla menghela napasnya pelan


"Sangat sulit untuk mendapatkan baby girl" Dilla kehilangan kata kata, hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.


"Cih, sulit katamu? Bilang saja enak" cibir Bryan yang mendapat pelototan dari adiknya.


"Kakkk!!!" Dilla berucap pelan namun penuh penekanan.


"Hehehe peace" Bryan menunjukan 2 jarinya tanda damai✌️


Sarapan pun selesai,


Qian dan juga Zayn masuk ke ruang belajar.


Qian memulai homeschooling nya sejak umurnya 3 tahun.


Rifqi dan Ara memutuskan untuk mengundang guru ke rumah setiap hari selama 2 jam karna dari pada anaknya bermain gadget mereka lebih memilih agar anaknya belajar agar saat Qian masuk sekolah ia sudah bisa membaca, menulis dan juga berhitung dengan lancar.


Rencananya tahun ini Qian akan masuk ke sekolah dasar paling terkenal di kota itu karna umur nya sudah 7 tahun.

__ADS_1


__ADS_2