
hari ini semua keluarga berkumpul di ruang rawat ara. nampak juga dilla disana. dia menggendong sambil menimang nimang baby qian.
"kamu telaten banget yha sama bayi" ucap mama mela pada dilla.
"belum terlalu tante, memang saya suka sama anak kecil"
"wahh bagus dong. nanti buatin mama cucu yang banyak"
degg
ucapan mama mela seakan memberi lampu hijau pada dilla.
"ckk mama bisa diem ngga sih" kesal aldy.
"iyha nih mama suka godain anak cowonya" sambung papa reza yang disambut tawa oleh semua anggota keluarga.
dilla pun menyerahkan baby qian pada ara yang sedang duduk bersandar pada brankar rumah sakitnya karna memang luka operasinya sudah agak kering karna rifqi meminta obat dengan kualitas terbaik.
ara mencium pipi anaknya.
" nihh liat anak mami. sembilan bulan ngandung, eh nggak kebagian wajah nya" canda ara
"wajah, hidung, bibir udah persis kayak papinya" sambung momy rina.
__ADS_1
" iyha dong.. siapa dulu papinya" ucap rifqi bangga.
memang benar, wajah baby qian sangat tampan seperti papi nya. hidung mancung dengan bibir tipis dan kulit putihnya.
"moga ajha jangan kaya dia, kan ngeri kalo ganteng ganteng tapi galak, angkuh, kayak kulkas berjalan" celetuk aldy menyindir rifqi.
"apa maksudmu? kau tidak terima? kupecat kau nanti" ancam rifqi.
" pecat saja.. lagian aku juga mau resign" jawab aldy enteng.
memang benar ia akan resign karna ia akan mengelola argadinata grup milik keluarganya.
" lahh terus aku gimana dong?" tanya dilla.
"kamu ikut dia lah, kan kamu asistennya" jawab rifqi cepat
dilla mencebikan bibirnya kesal.
ara sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
ara pulang tepat pukul 8 malam. dilla juga ikut mengantar ara pulang kerumahnya. sesampainya dirumah ara, dilla pamit.
"yha udah yha ar, aku ngga usah masuk ajha yha? mau langsung pamit pulang ajha. udah malem soalnya" ucap dilla.
__ADS_1
"lohh kok gitu.. nggak boleh.. harus nginep disini dulu" ucap ara.
"tapi ar__"
"pokoknya harus nginep disini dulu.. pliss satu malem ajha"
dilla pun mengiyakan ucapan ara. ia masuk ke rumah megah ara dan rifqi. orang tua masing masing pun juga ikut kerumah ara.
semua anggota keluarga tidur di kamar masing masing. karna memang mansion rifqi terdapat banyak kamar kosong khusus tamu dan juga orang tua nya.
pagi hari..
jam menunjukan pukul 05.00 pagi. semua orang yang ada dimansion turun ke lantai bawah. para laki laki segera ke masjid menunaikan ibadah. sedangkan para wanita mengobrol dan bersantai di taman. tapi berbeda dengan dilla.
nampak dilla sedang berkutat di dapur ara. ia memasak bersama para maid di mansion itu. ia merasa sungkan jika dia ikut bersantai santai padahal dia sudah numpang tidur semalam.
jam menunjukan pukul 06.30
semua berkumpul di ruang makan. hari ini, anggota keluarga sangat lengkap.
momy rina, dad bayu, papa reza, mama mela, ara, rifqi, aldy dan juga dilla.
dilla ikut membantu para maid menyajikan makanan di meja makan dengan masih memakai apron nya.
__ADS_1
"ini yang masak kamu nak?" tanya dad bayu
"hehe iyha om, soalnya dilla bingung mau ngapain disini, yha udah dilla bantu bantu masak ajha deh.. maaf semua kalau masakannya kurang enak"