
"Tutup mulutmu brensekk" teriak Aldy.
"Kita sama sama brensekk bro, aku meninggalkan dia, sedangkan kau mendapatkannya tapi malah kau lukai batin dan fisiknya"
"Apa maksudmu nak Rendy?" Tanya papa Reza.
"Tanyakan pada anakmu om" jawab Rendy santai yang mendapat tatapan tajam dari Aldy.
"Pengawal bawakan aku gitar" titah Rendy.
Pengawal itu pun menyerahkan sebuah gitar pada Rendy.
"Aku yakin suami brensek mu itu belum pernah memberimu nyanyian, maka biar aku menyanyikan lagu untuk mu" ucap Rendy tersenyum.
Rendy memnyanyikan lagu 'akhir tak bahagia_ misselia ikhwan' namun hanya potongan nya saja.
Malam ini
Bintang mengingatkanku padamu
Indah terang
Seperti matamu
Yang s'lalu kupandang
Lembut tutur katamu
Merdu tawamu
Parasmu yang menawan
Buat diriku tak bisa lupa
Dari banyaknya insan di dunia
Mengapa dirimu yang aku sangka
__ADS_1
Bisa temani hari-hariku yang tak selalu indah
Walau kita tak bisa bersama
Dipertemukan semesta
Walau berakhir tak bahagia
Dilla menitihkan air mata nya mendengar suara indah Rendy.
"Bolehkah aku memelukmu terakhir kali nya?" Tanya Rendy.
Dilla mengangguk, ia berdiri dari duduknya dan mulai memeluk Rendy.
Rendy merasa ada yang mengganjal di pelukan itu.
"Kau hamil?" Tanya Rendy setelah melepaskan pelukan nya.
Dilla mengangguk
"Sudah 5 bulan"
"Iya kita teman" ucap Dilla.
Tiba tiba ada segerombolan orang masuk ketempat itu.
Masing masing menodongkan sebuah belati tajam.
mereka menyerang anak buah Rendy.
Aldy, papa Reza, Randy dan juga para anak buah Rendy membalas serangan itu.
Anak buah Rendy kuwalahan karna jumlah musuh yang sangat banyak.
Dengan yakin, Dilla ikut melawan para penyerang itu dengan kemampuan bela diri yang dimiliki nya satu persatu para penyerang itupun tumbang.
"Dilla hati hati nak, kamu sedang hamil" teriak mama Mela.
__ADS_1
Jlepp
Satu tusukan belati mengenai lengan Dilla.
"Tusukan belatimu tak mampu membuatku menyerah. rasa sakit belati itu tak sebanding dengan kisah hidupku" ucap Dilla menyeringai lalu mulai menghajar orang orang itu lagi.
Ia melihat suaminya sedang dikeroyok banyak orang. Dilla langsung membantu menghajar satu satu para penyerang itu.
"Jangan gegabah Dilla, duduklah tenang disana biar aku saja yang menghadapi" ucap Aldy di sela perkelahian nya.
Tiba tiba pasukan Alex datang membantu.
Semua musuh telah tumbang. Mata Dilla menangkap sosok yang membawa sebuah belati kecil dan berlari ke arah Aldy. Dilla sadar kalau orang itu mengincar bagian dada Aldy.
Dengan gerakan cepat Dilla hendak menangkis belati itu. Namun perkiraan nya salah. Belati itu justru mengenai perutnya.
jlepp
Dilla memelototkan mata nya kaget.
Aldy terkesiap melihat perut Dilla yang sudah berlumuran darah.
Dilla jatuh terduduk dilantai. Entah karna Ia merasakan lengan dan perutnya sakit atau karna syok perutnya tertusuk belati.
Aldy mendekati Dilla.
"Bodoh!! Kau memang sangat bodoh!" Teriak Aldy pada istrinya yang sedang memegangi perutnya yang terkena tusuk.
"Aku memang bodoh. bodoh karna sudah mencintaimu" ucap Dilla tersenyum sebelum ia tak sadarkan diri.
Aldy masih mematung melihat istrinya tak sadarkan diri.
Dengan sigap Alex langsung membopong Dilla menuju mobil.
"Hei, kenapa kau masih diam bodoh! Istrimu dalam bahaya" teriak Rendy lalu ikut menyusul Alex.
Aldy yang tersadar pun ikut lari ke mobil. Ia duduk memangku kepala istrinya di jok belakang.
__ADS_1
Sampai dirumah sakit, Aldy langsung membopong Dilla menuju UGD. Dilla langsung ditangani dokter.