Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
secepat itukah?


__ADS_3

aldy sangat panik dan langsung menuju ke jalan yang dikatakan si penelpon tadi. ia meninggalkan semua pekerjaannya begitu saja. ia segera berlari ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan segera ia. lajukan ke tempat dilla kecelakaan.


aldy telah sampai di tempat kejadian. ia melihat tubuh dilla yang bersimbah darah.


ia langsung menaikan kepala dilla ke pangkuannya.


"kenapa tidak ada yang membawanya kerumah sakit?! bodoh semua kalian" teriak aldy kepada pada warga yang hanya melihat dan merekam dilla.


" kita sudah memanggil ambulan tapi belum sampai pak"


dengan sigap aldy langsung membopong dilla ada bridal style menuju mobilnya. ia langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit milik keluarga yulandres.


mobil sampai di depan rumah sakit. aldy dengan sigap meminta bantuan dokter. aldy membopong dilla dan meletakkannya pada brankar rumah sakit dan ia pun mengikuti dokter itu sampai berhenti di depan ugd.


"silahkan bapak tunggu disini" ucap salah saru suster.


aldy berjalan menuju mobilnya untuk mengganti kemeja nya yang terkena darah dilla. namun saat di depan ruangan dokter nita, ia melihat ara keluar dari ruangan itu dengan mata agak sembam.


saat akan menemui ara, handphonenya berdering.


'bos rifqi' nama sang pemanggil.


"hallo bos"

__ADS_1


" dimana saja kau. ini sudah mau meeting"


"maaf bos, asistenku kecelakaan dan ini aku sedang menunggunya di ugd"


"baiklah.. " tutt panggilan di akhiri rifqi.


aldy kembali memikirkan ara. ia memutuskan untuk menyelidiki nya. karna dia sendiri tak dapat mencari informasi karna ia sedang mengurus dilla.


tut


panggilan terhubung.


"cari informasi tentang adikku kenapa ia ke rumah sakit keluarga yulandres. kuberi waktu 1 jam dari sekarang"


tutt panggilan di akhiri sepihak.


" keluarga nona ardilla?"


" saya temannya dok. bagaimana keadaannya?"


" syukurlah pak, nona dilla baik baik saja. akan dipinfahkan ke ruang rawat. hanya beberapa luka. dia pingsan karna syok saja. semua sudah ditangani dengan baik. 1 minggu kedepan mungkin sudah pulih dan besok pagi mungkin sudah boleh pulang jika infusnya sudah habis"


"baik dok terimakasih"

__ADS_1


belum genap 1 jam, handphone aldy kembali berdering.


klik


aldy menggeser tombol warna hijau.


"katakan"


" nyonya ara punya penyakit laukimia dan umurnya dipastikan tidak lama lagi. untuk lebih detailnya saya sudah mengirimnya lewat email" suara diseberang.


tutt


panggilan di akhiri.


aldy melihat email yang baru saja masuk. ia begitu syok. ia langsung lemas terduduk di kursi depan ugd.


"secepat itu tuhan mengambilmu? padahal baru saja kita ketemu kemarin" gumamnya dalam hati.


ia pun memutuskan untuk bertanya pada dilla.


ia masuk keruangan dilla. nampak dilla yang masih pingsan dengan wajah pucat. selang infus masih menempel di tangannya dan juga perban di beberapa bagian tubuhnya. ada rasa aneh di relung hati aldy. entah rasa apa itu. yang ia tau hanya sekedar "iba" sebagai sesama manusia. ia menjadi tidak tega untuk menanyakan tentang ara.


ia menarik kursi untuk duduk di dekat brankar dilla. sekilas ia menatap wajah pucat dilla. senyum tipis terbit di wajah aldy. tangannya terulur untuk mengusap wajah dilla.

__ADS_1


aldy pun melangkah kursinya je arah sofa. ia pun memaikan ponselnya di sana. ia memantau pekerjaannya dari rumah sakit.


tak lama kemudian, dilla sadar dari pingsan nya.


__ADS_2