
"Tapi nak, ayah tidak punya pilihan lain"
" Tapi kenapa aku yah? Kenapa selalu aku yang menjadi korban atas keserakahan putri tiri mu itu?!" Dilla berteriak.
Plakkk
Tamparan keras mendarat dari tangan lia sang ibu tiri dilla.
Dilla tersenyum sinis.
"Kau dan anak mu sama sama tak berguna. Kau hanya tau cara memanfaatkan ayah ku. Dimana hatimu hah?!!" Bentak dilla pada lia.
"Kau harus menerima kenyataan bahwa kau memang tak di inginkan disini" teriak lia tak kalah keras.
Sejenak dilla menatap tajam ayah nya.
" Baiklah, tapi setelah ini, jangan pernah kalian berharap bahwa aku akan menganggap kalian sebagai keluarga" ucap dilla dingin.
"Dan dari dulu pun kami tidak pernah menganggapmu" ucap mia sang kaka tiri.
"Baiklah, kalau begitu bagaimana jika besok kita langsung menikah" ucap tuan joni pada dilla.
" Baiklah, tapi di adakan dirumah saja, tanpa pesta" jawab dilla dingin.
Tuan joni tersenyum penuh kemenangan.
Terlihat juga mia dan lia tersenyum smirk.
"Akhirnya rencana ku berhasil" batin lia.
Dilla pun langsung ke kamar nya. Johan menatap nanar punggung anak nya itu. Terbesit rasa bersalah pada putri nya itu.
__ADS_1
"Maafkan ayah nak" batin ayah dilla.
Dilla menatap diri nya di pantulan cermin kamar nya. Air mata nya terus saja menetes membanjiri wajah cantik nya.
Ia memukul mukul dada nya sendiri. Rasa nya begitu sesak saat dihadapkan dengan kenyataan bahwa ayah nya sendiri menjadi kan nya tumbak untuk si pria tua seperti tuan joni.
1 jam berlalu,
Dilla telah selesai dengan tangis nya.
Ia kini mulai menulis surat pengunduran diri nya dari argadinata grup.
Ia segera merapikan wajah nya yang tadi habis menangis.
Ia mulai melangkah meninggal kan rumah dengan membawa surat pengunduran diri itu.
Sesampai nya di kantor argadinata grup, dilla segera menuju ruang kerja aldy.
Tok
Tok
Dilla berjalan mendekati aldy. Ia langsung mendudukan diri nya di kursi di depan aldy.
Dilla langsung menyodorkan map yang di bawa nya ke hadapan aldy.
Aldy mendongakan kepala nya melihat sang tamu.
Terlihat aldy mengernyitkan dahi nya ketika melihat dilla kembali ke kantor.
" Bukankah kau tadi izin pulang cepat?" Tanya aldy.
__ADS_1
Dilla tersenyum tipis.
"Kau begitu perhatian padaku bos" ucap dilla PD.
"Cih" aldy berdecih sinis.
"Ini surat pengunduran diri ku bos. Mulai besok aku sudah tidak bekerja disini lagi" ucap dilla.
Aldy menerima map itu dan membuka nya. Aldy membaca tiap kata yang terangkai di surat itu.
"Bagus lah, kau sudah tau diri juga" sinis aldy.
Dilla hanya tersenyum tipis lalu meninggalkan ruangan aldy.
Ia segera membereskan barang barang nya yang ada di meja kerja nya.
Ada sedikit rasa sesak saat ia memberesi meja kerja nya. Pekerjaan yang di impikan nya akhirnya terwujud, namun hanya bertahan sesaat karna ke egoisan ayah nya.
Dilla melangkah kan kaki nya keluar kantor argadinata.
Malam hari,
Di kediaman argadinata,
Terlihat aldy, mama mela dan juga papa reza sedang duduk di meja makan.
"Al, kamu kapan nikah nya? Umur mu udah mau 24 tahun lho al" ucap mama mela.
"Baru 24 ma"
"Tapi dikeluarga kita harus nikah sebelum umur 25"
__ADS_1
"Iya nanti aldy nikah"