Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
suka yha?


__ADS_3

tiba tiba terdengar pintu kamar terbuka


ceklekk


"ara kamu nggaaaa..." dilla memotong ucapannya ketika melihat rifqi sedang menempelkan pipinya diperut buncit ara.


rifqi yang mendengar suara teriakan pun mengangkat kepalanya menoleh ke sumber suara. ia manatap tajam sang pemilik suara.


dilla yang ditatap tajam hanya meringis


"maaf mengganggu" dilla pun langsung menutup pintunya lagi. ia berjalan ke arah ruang tamu dengan mata masih menatap ke arah pintu dibelakangnya. dan


brukk


dilla langsung terjatuh duduk dengan ditimpa beberapa kertas dokumen.


aduhh


erang dilla sambil mengelus jidatnya.


" siapa sih nabrak orang gak jelas. ngga tau apa kalau lantai nya keras"


aldy mengulurkan tangannya untuk dila dan dila pun menerima.


"makannya jalan lihat lihat" ucap aldy.


dilla yang mendengar suara aldy pun langsung mendongakkan kepala nya dan membentur dagu aldy.


auuuhh


aldy melepaskan pegangannya terhadap dilla. sedangkan dila yang masih belum berdiri sempurna pun kembali terhuyung ke belakang dan jatuh dalam posisi duduk lagi.


"astaga.. kak al kenapa sih harus dilepasin tangan nya kan aku nya jadi jatoh"


" salah kamu sendiri pake ndongak in kepala kan jadinya dagu ku kebentur"

__ADS_1


" iyha iyha dehh maaf, BTW kak aldy ganteng deh hari ini. mau ngapain kerumah ara kak?"


aldy tak menjawab pertanyaan dilla tapi ia malah langsung pergi begitu saja.


"lohh kak al, kok aku nggak di bantuin berdiri sih"


ucap dilla sebal. ia pun mengesot ngesotkan tubuhnya dilantai yang tanpa disadarinya rifqi sudah ada dibelakangnya.


"ehemm" dehem rifqi.


"apa sih eham ehem, ngga tau apa orang lagi patah hati" ucap dilla yang masih belum sadar bahwa yang berdehem adalah rifqi.


" ehem " dehem rifqi sekali lagi


"apa sihhh" ucap dilla sambil berdiri memutar badannya melihat rifqi langsung terpotong.


"eh tuan rifqi.. hehe" dilla cengengesan.


rifqi hanya memandang dengan tatapan dingin.


rifqi lalu meninggalkan dilla menuju ruang kerja nya sedangkan dilla langsung memasuki kamar tamu tempat ara berada.


ceklek


dilla membuka pintu.


ia langsung berhambur memeluk ara.


"gimana keadaanmu ar? "


"seperti yang kau lihat"


" gimana sih ceritanya kok bisa gini"


ara pun menceritakan semuanya kepada dilla mulai dari sikap rifqi yang akhir akhir ini sering berubah ubah. kadang baik kadang cuek kadang kasar tetapi ara tak mempermasalahkan hal itu.

__ADS_1


" eh tadi aku denger keributan diluar ada apa dil?"


" itu tadi masak aku jatoh ditolongin sama cowok, terus pas aku masih setengah berdiri dia ngomong, eh aku baru sadar kalau kak aldy. aku reflek ndongak dong, eh kebentur dagunya dia. alhasil aku dilepasin lagi, jatuh lagi dehh"


" pffttt hahaha" ara malah ngakak


" lohh kok ketawa sihh"


" kamu itu lucu. karna yang nolongin kak aldy ajha kamu langsung ndongak jangan jangan kamu sukak yha sama dia"


" ehh enggak enggak beneran dehh.. tapi kalau dikasih kayak kak aldy aku juga ngga nolak. ganteng iyha, kaya iyha, sabar iyha.. idaman bengettt".


" oke deh kalau gitu, nanti aku bantuin biar bisa deket sama kak aldy."


" yang bener ar? wahh makasih bangettt makin sayang dehhh" dilla langsung memeluk ara dari samping.


" oh yha, tadi itu tuan rifqi lagi ngapain ar?"


wajah ara langsung memerah


" kenapa apanya sih?" jawab ara sok nggak tau


" tadi kan rifqi peluk peluk kamu"


" ishh enggak, itu tadi dia cuma ngomong sama anak yang di kandunganku"


" oh yha? yang bener?"


" bener, setiap ada mas rifqi disampingku, ngga tau kenapa pasti aku langsung jadi pengen manja gitu bawaan bayi"


" yha ngga papa lah ar, kan sama suami sendiri"


" iyha juga sih.. aku mau nikmati waktu terakhirku dengan bahagia tanpa duka. sisa 3 bulan dil" ucap ara mulai lirih.


" ishh ngga boleh bilang gitu. aku yakin semua akan baik baik saja.. percaya deh" ucap dilla menguatkan ara sambil menggenggam tangan ara.

__ADS_1


__ADS_2