Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
lupa sarapan (DillAldy)


__ADS_3

"Apakah aku harus jadi wanita semurah ini hanyaa untuk sebuah cinta? Apakah aku termasuk dalam wanita jalang yang haus akan cinta hingga aku mengorbankan mahkotaku kepada orang yang sama sekali tak mencintai ku sekalipun itu suami ku?" Dilla meneteskan air matanya.


Ia mendengar suara pintu kamar mandi dibuka, Dilla pun segera menghapus air mata nya dan mulai melanjutkan pekerjaan nya yaitu mengganti sprai.


Jam sudah menunjukan pukul 1 siang.


Aldy dan Dilla memutuskan untuk sholat di kamar mereka (sendiri sendiri bukan berjamaah).


Setelah selesai pun mereka berdua turun ke lantai bawah untuk makan siang.


Percayalah, saat ini perut Dilla rasa nya sangat perih karna melewatkan sarapan pagi nya.


Dilla berjalan melewati tangga dengan langkah kaki yang aneh karna nasih merasa nyeri di bagian inti nya.


Aldy sudah sampai di lantai bawah, sedangkan Dilla masih di lantai 2 karna ia berjalan perlahan akibat rasa nyeri di area inti nya.


"Jika aku tau rasa nya akan sesakit ini, aku pasti tak akan menggoda mas Aldy semalam" batin Dilla menyesal.


Dilla segera berjalan menuju meja makan. Semua orang nampak melihat ke arah nya.


Tatapan mereka berbeda beda.


Mama mela menatap dengan tatapan seakan senang karna cucu barunya sedang dalam proses.


Papa Reza menatap Aldy, lalu beralih menatap Dilla yang berjalan sendirian dengan tatapan iba.

__ADS_1


Ara menatap dengan tatapan khawatir karna melihat wajah pucat Dilla dan cara berjalan dilla yang sangat tidak normal.


Dilla tak menghiraukan tatapan tatapan aneh para anggota keluarga itu. Dilla segera duduk di kursi nya dan mulai mengambilkan makanan untuk suami nya lalu untuk diri nya sendiri.


"Kenapa rasanya sangat tidak nyaman seperti ini?" Batin Dilla yang merasa ada yang aneh dengan area inti nya.


Makan siang telah selesai..


"Ehem, pengantin baru sampe lupa sarapan" celetuk mama Mela.


Yang di bicara kan hanya diam tak bersuara.


"Suami mu mana ar?" Tanya Aldy mengalihkan perhatian.


Mereka semua bubar kecuali Dilla dan Ara.


"Sakit banget ya Dil?" Tanya Ara.


"Benget ar," keluh Dilla.


"Ar, boleh minta tolong nggak?" Tanya Dilla.


"Minta tolong apa?"


"Anterin ke rumah sakit dong, dari tadi kayak nya keluar bercak darah terus. Walaupun nggak deres sih, tapi aku takut terjadi sesuatu" jawab Dilla.

__ADS_1


Ara pun mengiya kan.


Ara dan Dilla berjalan keluar pintu. Nampak mama Mela sedang duduk di teras depan.


"Lohh kalian mau kemana?"


"Cuma mau ke supermarket sebentar ma" jawab Dilla berbohong agar mertua nya tak khawatir.


Mama Mela memandang wajah pucat dilla.


"Aldy kasar ya dil?" Tanya mama Mela.


Dilla tau kemana arah pembicaraan mertua nya itu dan ia hanya menggeleng agar sang suami tak mendapat amukan dari mama Mela.


"Yha udah ya ma, kita berangkat dulu" sela Ara agar sang mama tak membahas lebih jauh lagi.


Ara dan Dilla pun pergi ke rumah sakit diantar sopir.


Sesampai nya di rumah sakit, Dilla segera ke ruangan dokter pribadi keluarga Argadinata yang bernama Putri.


Dilla pun menjelaskan keluhan nya pada sang dokter terutama diri nya yang juga pingsan di malam itu.


Penjelasan Dilla membuat ara terkejut.


jangan lupa like👍

__ADS_1


__ADS_2