
ara pun masuk ugd. aldy menunggu diluar ruangan sambil mondar mandir tidak jelas.
2 jam berlalu
dokter keluar dari ruangan ugd itu.
"keluarga nyonya tiara?"
" saya kakaknya dok.." jawab aldy cepat.
"maaf apa tidak ada suaminya?"
" suaminya sedang diluar kota dok"
"baiklah, mengenai keadaan nyonya ara saat ini sedang kritis. mengingat penyakit yang dideritanya sudah parah dan juga benturan lantai yang lumayan parah. jadi kami para petugas medis ingin meminta persetujuan keluarganya. hanya satu yang dapat diselamatkan "
degg
jantung aldy serasa berhenti berdetak. ia segera mengambil telepon genggamnya di saku celana.
tutt
panggilan terhubung
"cepatlah pulang sekarang juga. kutunggu 45 menit kau sudah harus disini. keadaan sangat gawat" ucap aldy dengan nada memerintah.
__ADS_1
tutt
panggilan terputus sepihak tanpa menunggu jawaban rifqi.
"argghhh" pekik rifqi geram.
rifqi segera ke landasan udara. rifqi menaiki jet pribadi nya.
45 menit kemudian..
rifqi sudah berjalan melewati lorong rumah sakit masih dengan jalan santai dan wajah angkuhnya tanpa rasa panik sedikitpun.
saat sampai di ugd,
"ayho keruangan dokter" ajak aldy.
"silahkan duduk" ucap sang dokter.
"maaf kami harus mengatakan ini. keadaan nyonya ara sangat parah. sekarang ia sedang dalam masa kritis. penyakit yang dideritanya ikut andil dalam keadaannya sekarang"
"sebentar dok.. maksudnya penyakit apa yha" ucap rifqi memotong ucapan dokter.
"lho tuan tidak tau? nyonya ara menderita leukimia stadium akhir. bahkan ia sering konsultasi ke rumah sakit ini juga. semenjak awal kehamilannya ia sudah tau bahwa resikonya sangat besar. dan benar dugaan kami. seharusnya hari ini adalah jadwal operasi caesar nyonya ara. dan ia sudah tau bahwa jika hari ini dia benar benar melakukan operasi itu, maka kemungkinan nyonya ara untuk bertahan hidup sangat minim"
deggg
__ADS_1
jantung rifqi serasa berhenti berdetak. ia begitu kaget dengan kenyataan yang ada. ia ingat ara menanyakan keputusannya beberapa hari yang lalu. memori saat dia memperlakukan ara dengan buruk pun terngiang ngiang di otak nya.
"lakukanlah yang terbaik dok. kumohon" ucap rifqi yang tak lagi bisa membendung air matanya. padahal ia adalah orang yang jarang menangis. terakhir menangis saat kecil.
"tapi mohon maaf tuan. kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya. jika ingin nyonya ara tetap bertahan maka terpaksa kami melakukan tindakan yang kemungkinan besar akan membuat nyawa sang bayi tak terselamatkan. itupun nyonya ara belum tentu bisa selamat. namun jika yang diselamatkan janinnya, maka bisa dipastikan keadaan nyonya ara akan buruk dan juga kami tak bisa menjamin keselamatannya"
"apa tidak ada jalan lain yang lebih baik dok?" tanya rifqi.
"ada, yaitu harus ada tulang sum sum "
"ambil tulang sum sum saya saja dok"
"baiklah, mari kita cek kecocokan tulang sum sum dulu" ucap sang dokter.
rifqi pun mengikuti dokter untuk mengecek kecocokan dengan ara.
beberapa jam kemudian,,
hasil tes nya keluar. sang dokter menyuruh rifqi datang keruangannya.
" sumsum tulang belakang anda tidak cocok dengan nyonya ara tuan"
rifqi langsung menghela napasnya. kegusaran tercetak jelas diraut wajahnya. ia mengambil ponselnya menelpon seseorang diseberang sana.
"hubungi papa reza agar mau mendonorkan sum sum tulang belakang nya. aku akan membayarnya berapapun itu" ucap rifqi pada orang diseberang telephone.
__ADS_1
2 jam berlalu