Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
panggil apa? (DillAldy)


__ADS_3

"Kamu langsung ke kamar aldy ajha nak, di lantai 3 paling ujung" ucap mama mela pada dilla.


"Iya ma" dengan susah payah dilla berjalan menuju lift dengan menyeret gaun mewah nya itu.


"Baru juga nikah berapa jam yang lalu, eh udah ngilang ajha tu suami" omel dilla lirih sambil menunggu pintu lift terbuka.


"Ehem" suara deheman berasal dari belakang dilla. Dilla langsung menoleh ke sumber suara, nampaklah aldy yang sedang berdiri di belakang nya dengan tangan dimasukan ke saku celana.


"Mampuss gua" gumam dilla lirih.


Pintu lift terbuka, dilla segera berjalan memasuki lift. Namun sangat nampak bahwa ia kesusahan membawa gaun nya itu.


Dilla melepas heels tinggi nya lalu menentengnya dan mulai menyeret kembali gaun nya ke dalam lift dengan susah payah.


"Cih ngga ada rasa belas kasihan sama sekali" gerutu dilla dalam hati yang ditujukan pada aldy.


Didalam lift hanya ada dilla dan aldy. Keduanya hanya saling diam.


Ting


Pintu lift terbuka


Dilla dan aldy keluar dari lift itu.


Sejenak dilla menghentikan langkah nya.

__ADS_1


Ia bingung mana kamar aldy suami nya? Kata mama mela ada di paling ujung, tetapi ruangan di lantai 3 seakan tak ada ujung nya. Batin dilla.


Aldy berjalan mendahulu i dilla, dilla pun mengikuti langkah suami nya itu.


Dilla masuk ke sebuah kamar yang sangat besar dengan aroma maskulin yang identik dengan aldy.


Aldy lebih dulu masuk lalu berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan tubuh nya.


Dilla mulai membersihkan sisa make up yang menempel di wajah nya.


Beberapa menit kemudian, aldy keluar kamar mandi dengan handuk sebatas pinggang.


"Omg, suamiku sangat sexyy nggak kalah sama oppa oppa korea"jerit batin dilla.


Beberapa menit kemudian, aldy keluar dari ruang ganti, ia melihat dilla yang masih kesulitan membuka resleting gaun nya.


"Sayang, buka in ini resleting nya, tangan ku ga nyampe ini" rengek dilla.


"Ganti panggilan itu, aku jijik mendengar nya" omel aldy yang membuat dilla mengerucutkan bibir nya.


"Lalu aku harus memanggil mu apa? "


"Terserah"


"Cih, seperti perempuan saja 'terserah' " cibir dilla.

__ADS_1


"Apa katamu?!"


"Hehehe, suami ku ini sangat pemarah,, oke deh aku panggil honey gimana, atau bee atau beb, atau suamiku ajha gimana?"


Aldy menatap dilla dengan tatapan horor nya pertanda ia tak setuju.


Dilla terkekeh pelan.


"Hehe, aku cuma bercanda. Gimana kalau 'mas'?"


Aldy tak menjawab, dia hanya diam.


"Oke, aku anggap kau setuju mas"


Aldy segera membantu dilla membuka resleting belakang yang memanjang dari pundak sampai pinggang bawah.


Aldy menelan saliva nya susah payah saat melihat punggung mulus wanita nya itu.


Tapi ia segera menepis pikiran kotor yang bersarang di otak nya. Bagaimana pun ia adalah lelaki normal yang akan merasa terbakar gairah ketika di suguhi pemandangan seperti ini terutama ini adalah istri sah nya.


Dilla segera berjalan menuju kamar mandi dan mulai membersihkan tubuh nya.


Dilla keluar dengan menggunakan handuk kimono dan dengan santai nya ia berjalan ke walk in closet.


Aldy yang sedang duduk di sofa kamar nampak menelan saliva nya susah payah kala melihat istrinya menggunakan handuk kimono yang sangat minim bahan itu.

__ADS_1


__ADS_2