Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
manusia aneh (DillAldy)


__ADS_3

Alex memegang tangan dilla


"Jujur dil, ini udah gua pendem lama karna gua takut persahabatan kita hancur kalo gua ngomong ini. Gua suka sama elo dil, gua cinta sama elo. Dan alesan gue cepet cepet nyelesaiin study gua di luar negeri juga karna elo dil. Gua pengen nikah sama elo. dulu gua anggap rasa ini biasa, tapi lama kelamaan gua sadar kalo gua cinta sama lo" ucap alex serius.


"Hah?! Maksudnya?"


"iya dil, gua cinta sama elo semenjak 2 tahun terakhir"


"Ta tapi gua udah nikah lex"


"Gua tau dil, dan gua sadar mungkin kita tak berjodoh dil. Aku tau bagaimana si Aldy itu, jika kau merasa dia menyakiti mu, datanglah kepadaku dil, aku siap menerimamu apa adanya" jawab Alex.


"Makasih lex, kamu emang sahabat aku yang pengertian" ucap Dilla lalu memeluk Alex.


Sesaat kemudian, Alex tertawa.


"Udah Dil peluk peluk nya, sesek ni badan elo peluk peluk. Noh suami lho udah nunggu di depan pintu" ucap Alex tertawa saat melihat Aldy sudah berada di ambang pintu ruangan Dilla.


Dilla langsung melepaskan pelukan itu.


"Bukankah urusan anda sudah selesai tuan Alex? Jika sudah, sebaiknya anda pergi dari perusahaan saya. Asisten saya sedang bekerja, jika anda ada keperluan silahkan menunggu jam kerja selesai" ucap Aldy dingin.


"Suami mu galak dil" bisik Alex pada Dilla.


"dia mah emang gitu" bisik Dilla balik.

__ADS_1


Alex pun melenggang keluar. Namun saat sampai disamping Aldy, Alex membisikan sesuatu ditelinga Aldy.


"Jagalah dia baik baik atau aku akan merebutnya darimu" bisik Alex lalu melenggang pergi.


Setelah Alex pergi, Aldy juga ikut keluar dari ruangan Dilla.


"Maaf pak, ada keperluan apa mencari saya" ucap Dilla menghentikan langkah Aldy.


"Jauhi dia atau kau akan tau akibatnya" jawab Aldy dingin lalu masuk keruangan nya sendiri.


Dilla bingung dengan suami sekaligus atasan nya itu.


"Dasar manusia aneh" gerutu Dilla.


Saat ini, Aldy,Dilla, Mama Mela dan papa Reza sedang makan malam bersama seperti biasanya.


"Al, kamu besok jadi ke Bali?" Tanya papa Reza membuka suara.


"Jadi pa" jawab Aldy.


"Kok mas Aldy enggak ngomong kalo mau pergi?" Batin dilla.


"Dil, Dil, kenapa kok bengong?" Mama Mela menyadarkan lamunan Dilla.


"E eh enggak ma, cuma lagi mikirin kerjaan aja hehehe"

__ADS_1


"Kamu jangan terlalu capek"


"Iya ma"


"Nak, kamu ikut suami mu ke bali?" Tanya papa Reza.


"E enggak pa"jawab Dilla.


"Kenapa?"


"Kalau aku ikut mas Aldy, yang handle perusahaan nggak ada pa, lagi pula mas Aldy belum mendapat sekertaris baru" alasan Dilla, padahal ia ingin sekali ikut suaminya ke bali. Namun apa daya, bahkan suami nya tak memberi tahu bahwa ia akan pergi ke luar kota.


"Kamu ikut aja nak, sekalian honeymoon. Kalian kan belom honeymoon" mama Mela memberi saran.


Dilla melirik ke arah Aldy yang masih fokus dengan makan nya.


"Iya ma, nanti Dilla bicarain dulu dengan mas Aldy" jawab Dilla masih cengengesan padahal hatinya sedikit kecewa saat Aldy tak memberi respon sedikitpun.


"Kamu gimana Al? Dilla boleh ikut nggak?" Tanya mama Mela pada Aldy langsung saat melihat guratan kecewa di wajah Dilla menantunya.


"Kan tadi Dilla udah bilang mau handle perusahaan" kilah Aldy.


"Kau ini Al, tidak ada manis manis nya sama istri. Sekali kali ajak jalan jalan kek" omel Mama mela.


Aldy hanya diam tak menjawab.

__ADS_1


__ADS_2