
Dua bulan kemudian,
Usia kandungan Dilla sudah hampir memasuki usia 4 bulan. Namun Dilla masih saja muntah muntah parah seperti dulu. Tubuhnya selalu terkulai lemas di kamar mandi.
Hampir seminggu 3x pasti Dilla di infus. seringkali Dilla tiba tiba pingsan yang membuat angilla tetap berusaha mempertahankan kesadaran nya agak tidak pingsan yang nantinya akan membuat anggota keluarga lain panik.
Hampir seminggu dua atau tiga kali pasti Dilla di infus. seringkali Dilla tiba tiba pingsan yang membuat para anggota keluarga panik. Dokter selalu memberi nasehat kesehatan kepada Dilla namun semua nya tak mengurangi gejala HG (Hiperemesis Gravidarum) pada Dilla. Dokter juga mewanti wanti Dilla agar tidak terlalu kelelahan karna bisa berbahaya bagi dirinya sendiri maupun janin yang ia kandung.
2 bulan terakhir ini, Dilla sudah tidak pernah lagi ikut sarapan bersama anggota keluarga yang lain. Selama 2 bulan ini, Dilla hanya bisa memakan Roti, buah dan beberapa sayuran saja. Jika dipaksakan memakan yang lain, Dilla pasti akan muntah parah yang berakhir pingsan karna lemas.
Seperti pada pagi ini.
pagi pagi sekali Dilla sudah terbangun dan berlari ke kamar mandi. Ia memuntahkan makanan yang dimakan nya semalam. Badannya langsung lemas dan merosot ke lantai.
Dilla tetap berusaha mempertahankan kesadaran nya agak tidak pingsan yang nantinya akan membuat anggota keluarga lain panik.
Aldy yang mendengar suara Dilla muntah pun mendekat ke kamar mandi. Tak ada niatan dalam hatinya untuk membantu Dilla di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Kamar mandi itu hening. Aldy segera membuka pintu itu dan dugaan nya benar. Dilla sudah terkulai lemas di lantai kamar mandi.
Aldy segera membopong Dilla dan membaringkan nya diranjang.
"Masih lemas?" Tanya Aldy akhirnya membuka suara setelah beberapa hari keduanya tak bertegur sapa.
Dilla mengangguk lemas. Aldy hendak berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya bersiap ke kantor tetapi tangan Dilla mencekal nya. Dilla memegang tangan Aldy lalu mengarahkan keperut nya yang sudah agak membuncit.
"Kumohon mas, usap lah perutku agar meredakan mual ku" pinta Dilla pada Aldy.
Senyum Dilla terbit saat tangan Aldy mulai mengusap perut nya. Rasa lemas tadi sudah hilang entah kemana digantikan rasa bahagia nya.
"Bolehkan aku ke kantor hari ini?" Tanya Dilla.
"Bukankah kau masih sakit?" Tanya Aldy.
"Kurasa sudah sembuh. Entah kenapa setelah kau mengusapnya tiba tiba rasa lemasnya hilang" ucap Dilla.
__ADS_1
"Terserah padamu" jawab Aldy.
Aldy pun mulai membersihkan dirinya lalu gantian Dilla setelah Aldy selesai membersihkan tubuh nya.
Nampak Dilla turun menggunakan tangga. Mama Mela yang melihat menantunya berjalan dari tangga lantai 3 pun mengingatkan nya.
"Lewat lift nak, ingat kau sedang hamil, tidak boleh terlalu capek" ucap mama Mela dari lantai bawah.
Dilla pun berbalik dan berjalan menuju lift.
Dilla menghampiri mama Mela dan papa Reza yang sudah selesai sarapan dan sudah duduk di ruang keluarga.
"Loh kok kamu pake baju kerja nak? Mau kemana?" Tanya mama Mela bingung.
"Dilla pengen ikut mas Aldy kerja ma"
"Tapi bukan nya kamu masih sering mual. Mama takut kalo nanti kamu tiba tiba pingsan disana"
__ADS_1