
1 bulan kemudian..
Pernikahan Dilla dan Juga Aldy sudah menginjak usia 2 bulan.
Belum ada perkembangan signifikan di hubungan mereka. Setiap hari Dilla hanya bekerja sebagai asisten di kantor Aldy dan juga sebagai istri dirumah keluarga Aldy. Bukan istri!❌ Lebih tepat nya budak nafsu seorang Aldy Argadinta.
tetapi semenjak pulang dari Bali, Aldy menjadi seseorang yang tak sedingin dulu. buktinya setiap Dilla bertanya sesuatu pada suaminya itu atau meminta pendapat pasti Aldy selalu menjawab sesuai porsi nya, tidak seperti dulu yang hanya menjawab "hmm" atau bahkan membisu.
tapi ia tetaplah Aldy Argadinata yang arogan dan dingin. penyakit bisu nya bisa hadir tiba tiba tanpa sebab yang semestinya.
kadang Dilla jengkel dengan suami nya yang tiba tiba diam memperhatikan ucapan nya tetapi tanpa niat membalas.
..
semenjak pertemuan nya dikantor dengan Alex, Dilla sudah merasa hidupnya tak sepi lagi. kini sudah ada sahabatnya yang selalu ada untuk nya.
walaupun ada Ara, namun Dilla tak bisa menceritakan keadaan rumah tangga yang sebenarnya pada sahabat sekaligus adik ipar nya itu.
Dilla hanya mampu membagi nya dengan Alex yang hampir setiap hari menelpon nya. Alex bukan hanya menjadi pendengar setia keluh kesah Dilla, namun Alex juga menjadi sandaran untuk nya saat ini yang mampu memberinya solusi dari masalah nya.
...
__ADS_1
Beberapa hari terakhir ini Dilla merasakan badan nya mudah lelah. Akhir akhir ini ia juga sering merasakan mual dipagi hari. Seperti yang dialami Dilla pada pagi ini.
Setiap Setelah Aldy berangkat ibadah pagi, Dilla selalu saja mengalami mual yang parah. Aldy sama sekali tak mengetahui kondisi istri nya itu karna memang Aldy tak pernah melihat Dilla muntah muntah.
Hoekk
Hoekk
Dilla mengeluarkan makanan yang ada di perutnya. Bukan makanan, lebih tepatnya hanya cairan bening yang mengalir dari mulut Dilla.
Dilla memandangi wajah pucat nya di depan kaca washtafel.
Tiba tiba Dilla ingat sesuatu.
Ia berlari menuju nakas di samping ranjang dan mengambil handphone nya. Ia melihat kalender menstruasi nya.
"Hah?! Udah telat?" Dilla terkaget saat melihat kalender itu. Tak biasanya ia telat menstruasi, ia termasuk dalam tipe wanita yang mens secara teratur.
Dilla memegangi perut nya.
"Apa benar?" Gumam nya lirih sambil mengusap perut ratanya.
__ADS_1
"Baiklah, nanti aku akan membeli testpack" gumam Dilla lagi.
Beberapa saat kemudian, Dilla maupun Aldy sudah siap dengan baju kantor nya.
Dilla tak lagi menggunakan rok pendek seperti beberapa waktu lalu, karna ia takut amarah suami nya.
Bukan amarahnya, lebih tepatnya hukuman yang diberikan oleh Aldy berupa pengorbanan tubuh nya. Rasanya Dilla sudah tak sanggup bila harus digempur Aldy setiap malam, belum lagi hukuman nya disiang hari.. wkwkwk😂
Seperti biasanya, mereka selalu sarapan bersama.
"Kok wajahmu pucat nak?" Tanya mama Mela.
Sebagai sesama wanita, mama Mela menyadari bahwa Dilla sedang tidak baik baik saja walaupun Dilla menutupi wajah pucat nya dengan make up.
"E enggak kok ma"
"Jangan bo ong sama mama, mama tau kalo kamu lagi nggak baik baik aja. Kamu sakit?" Tanya mama Mela.
"Cuma agak nggak enak badan aja ma, palingan nanti kalo minum obat juga udah sembuh"
AUTHOR UDAH NEPATIN JANJI UP 4 BAB.. KALIAN HARUS LIKE DAN KOMEN POKOK NYA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT NGETIK CHAPTER NYA😂😘😘
__ADS_1