Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
membawa Zayn kantor (DillAldy)


__ADS_3

Dilla segera mengenakan pakaian nya, Aldy yang sayup sayup mendengar Dilla berteriak kaget pun ikut terbangun.


"Apa? Ada apa?" Tanya Aldy ikut panik dengan nyawa yang belum terkumpul 100%"


"Udah jam 3 mas, Zayn nangis terus dari tadi kata mama"


Aldy langsung ikut terbangun


"Loh kamu mau kemana mas?" Tanya Dilla bingung.


" Pulang lah"


"Tapi kerjaanmu kan belum selesai"


" Masih ada besok" jawab Aldy santai.


Ia menarik tangan istrinya untuk pulang.


Sampai Dirumah Dilla mendapati Zayn yang menangis sesenggukan.


Dilla langsung meraih Zayn dari gendongan sang mertua.


Dan benar saja, naluri seorang ibu, Zayn terdiam dari tangis nya.


"Kamu dari mana aja nak, mama telpon ngga di angkat" omel mama Mela.


"Tadi Dilla ketiduran di kantornya mas Aldy ma" jawab Dilla cengengesan.


" Hah? Kok bisa?" Mama Mela kaget. Mama Mela menatap Aldy yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


Mama Mela pun tau maksud perkataan Dilla. Ia menatap Aldy dengan tatapan mengejek nya. Aldy yang merasa tersindir dengan tatapan sang mama pun hanya mampu menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


Dilla pun segera memandikan Zayn.


"Dil, aku juga mau dimandiin kayak Zayn" rengek Aldy saat melihat istrinya memakaikan pakaian pada Zayn.


"Ihh kamu itu mas, gara gara kamu Zayn nangis tadi, sekarang mau bikin ulah lagi" omel Dilla.


Aldy pun mencebikan bibirnya kesal lalu berjalan menuju kamar mandi.


Pagi hari,


Aldy sudah bersiap dengan pakaina kantornya.


"Nanti siang anterin makan siang lagi ya buat aku" ucap Aldy pada istrinya.


Aldy hanya cengengesan


Siang hari, sesuai permintaan suaminya, Dilla datang ke kantor Aldy untuk membawakan bekal makan siang untuk suami nya.


Ia juga membawa Zayn bersama nya.


Dilla dengan dres merah maroon nya berjalan melewati lobi kantor sambil mendorong stroller dengan Zayn di atas nya.



Para karyawan heboh dengan kedatangan bayi kecil calon pewaris Argadinata itu.


Ada satu karyawan mendekat ke arah Dilla.

__ADS_1


"Nyonya Dilla, bolehkah saya melihat tuan muda Zayn dari dekat?" Tanya sang pegawai itu.


Dilla mengangguk


Para karyawan lain ikut melihat dari dekat wajah tampan Aldy junior itu.


"Wahh tampan sekali"


"Wajah nya persis pak Aldy"


"Hidungnya OMG,, "


"Bakal jadi mostwanted sih ini"


Dan banyak lagi pujian terhadap bayi mungil itu.


Tak ada satupun karyawan yang berani menyentuh bayi tampan itu karna takut dengan Dilla dan Aldy.


Karna sejujurnya, Dilla dan Aldy membatasi interaksi orang lain terhadap anak mereka dengan alasan bayi mungil itu fisik nya belum terlalu kuat, dan bahaya bila ada seseorang yang membawa virus di telapak tangan nya lalu menyentuh bayi itu maka bisa saja ada kemungkinan yang buruk.


Selain itu kadang orang orang tak tau diri yang mencubit bayi dengan alasan gemas juga dapat membuat si kecil terluka.


"Maaf nyonya Dilla, kalau boleh tau kapan anda menikah dengan tuan Aldy? Kenapa kami tidak tau?"


"Saya menikah sudah 1 tahun yang lalu, pernikahan ini memang dirahasiakan sesuai permintaan saya"


"Oh ya nyonya, ada banyak gosip yang mengatakan bahwa anda hamil diluar nikah, apakah benar?"


"Apakah perlu saya menunjukan buku nikah saya? Saya rasa tidak perlu, kalian semua pasti bisa melihat dari sikap saya sehari hari"

__ADS_1


__ADS_2