
2 jam berlalu
akhirnya papa reza mau mendonorkan sumsum tulang belakang nya untuk ara dan kebetulan tulang sum sum nya cocok untuk ara.
"cepat lakukan tindakan" titah rifqi pada dokter.
"baik, silahkan bantu do'a. kami tim dokter hanya bisa berusaha sebaik mungkin. dan anda sudah tau kemungkinan resiko pada operasi ini" ucap sang dokter.
rifqi hanya diam. rasanya begitu sulit menerima kenyataan bahwa istrinya sedang berada di ambang mautnya. andai dia tau dari awal, mungkin keadaan tak akan separah ini.
ia menyesal dengan perbuatannya pada ara selama ini. tapi ada daya, penyesalan tak ada gunanya.
3 jam berlalu..
momy rina, dad bayu, papa reza, mama mela dan juga aldy sudah berkumpul disana menemani rifqi.
sangat terlihat kegusaran di wajah rifqi. tak lama kemudian, dokter keluar ruangan operasi.
"suami nyonya ara?"
__ADS_1
"saya dok" jawab rifqi cepat.
"mari ikut saya kedalam"
rifqi pun mengikuti sang dokter. nampak seorang bayi berjenis kelamin laki laki di dalam sebuah inkubator.
"bayi anda sangat sehat pak, ini sebuah mukjizat. biasanya bayi yang lahir prematur akan mengalami kelainan fisik maupun kekurangan berat badan. namun pada bayi anda berat badannya normal seperti bayi yang tidak lahir prematur. semuanya pun lengkap tanpa ada kekurangan" ucap sang dokter sambil tersenyum.
sang dokter mengambil bayi itu dan menyerahkannya pada rifqi. rifqi masih sangat kaku menerima bayi itu. dokter memberikan pengarahan pada rifqi cara menggendong bayi nya.
"silahkan di adzani pak" ucap sang dokter yang dibalas anggukan oleh rifqi.
binar bahagia tercetak jelas diwajah rifqi.
"nyonya ara sudah selesai dibersihkan. sebelum operasi selanjutnya, apa anda mau melihat istri anda dulu?" tanya sang dokter pada rifqi.
rifqi pun mengangguk setuju.
ia berjalan mendekati ara yang sedang terbaring lemah dengan mata terpejam.
__ADS_1
setitik air mata jatuh dari mata indah rifqi.
ia meletakkan bayinya di samping ara.
"sayang, semoga kau kuat. aku yakin kau bukan wanita yang lemah. bukankah kau belum melihat wajah anak kita? bertahan lah ar agar kau bisa melihat anak kita. membesarkan nya bersama sama. ku mohon, tetaplah bertahan demi aku dan anak kita. aku tak sanggup tanpa mu ar. kau harus kuat bertahan. bertahan dari kejam nya perlakuan ku padamu saja kau bisa. bagaimana dengan ini, do'a ku menyertai mu ar. aku dan anak kita akan slalu tetap disini menunggu mu bangun" ucap rifqi sendu.
ia mengambil bayinya dan menggendongnya kembali. ia mengecup kening ara dengan sayang. tak lupa di pipi dan juga di bibir pucat ara.
"do'akan mami mu biar kuat bertahan" ucap rifqi pada bayi yang sedang tidur di gendongan nya.
dokter pun menghampiri rifqi.
"maaf tuan, operasi akan segera dimulai. sebaiknya anda keluar ruangan. bayinya boleh dibawa sebentar, nanti akan ada suster yang akan membawanya ke ruang khusus bayi" ucap dokter yang dibalas anggukan oleh rifqi.
"berikan yang terbaik untuk istri saya dok. saya akan memberikan apapun yang anda minta nanti" ucap rifqi.
"kami akan berusaha sebaik mungkin tuan. mohon bantuan do'a nya" ucap dokter tersenyum manis.
rifqi pun keluar ruangan itu sambil membawa bayi di gendongannya.
__ADS_1
"cucukuuuu" teriak momy rina dan juga mama mela heboh yang membuat sang bayi menangis.