
1 jam
2 jam
Cukup lama Aldy menunggu namun dokter belum juga keluar. Hati Aldy semakin was was antara rasa bersalah, rasa kemanusiaan dan khawatir dengan keadaan istri dan anak nya.
Beberapa saat kemudian Dokter keluar.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Alex mendahului Aldy.
"Ada suaminya?" Tanya Dokter itu.
"Saya dok" jawab Aldy, Alex dan Rendy bersamaan yang membuat dokter itu bingung.
"Saya suami nya dok" ucap Aldy lagi.
"Keadaan janin nya baik baik saja. Namun keadaan nyonya Dilla sangat lemah saat ini. Hal ini bisa saja dipicu karna nyonya Dilla mengalami strees berlebihan" ucap dokter tersebut.
Aldy bernapas lega saat tau janin yang dikandung istrinya tidak apa apa.
"Sebentar lagi Nyonya Dilla akan dipindahkan keruang rawat" ucap dokter itu yang diangguki oleh Aldy.
Beberapa saat kemudian, brankar Dilla dipindahkan keruang rawat.
Aldy masuk ke ruang rawat Dilla. Ia menggenggam tangan istrinya yang masih terbujur lemah di atas brankar itu.
Mata Aldy tertuju pada punggung tangan Dilla yang membengkak.
__ADS_1
Aldy segera memencet tombol nurse call.
Beberapa saat kemudian dokter kembali masuk ke ruang rawat Dilla.
"Dok, kenapa punggung tangan istri saya bengkak dok?"
"Maaf sebelumnya tuan Aldy, apakah istri anda sering di infus sebelum ini?"
"Iya dok, bahkan hampir seminggu 3 atau 4 kali istri saya di infus karna mengalami hyperemesis gravidarum" papar Aldy.
"Apakah sampai saat ini istri anda masih mengalaminya"
"Iya dok"
"Sebaiknya anda harus extra menjaga istri anda. Kondisi yang dialami istri anda merupakan kondisi langka pada ibu hamil yang mana ia mengalami morning sickness melebihi batas normal. Hal ini tentu berbahaya untuk istri anda sendiri dan juga janin nya" papar dokter itu.
"Bengkak itu akan hilang seiring waktu tuan"
"Baiklah dok, terimakasih"
Dokter itupun mengangguk dan keluar ruangan.
(Dokter yang menangani Dilla tadi bukan dokter obigyn guys.. dokter itu hanya menjelaskan yang ia tau tentang HG)
Aldy sempat menelpon dokter farah(dokter obigyn Dilla) untuk membuat janji temu dan menjelaskan tentang keadaan Dilla.
Namun dokter Farah menyarankan untuk konsultasi besok pagi saja karna hari sudah terlalu larut malam(02.00) selain itu menunggu Dilla sadar terlebih dahulu.
__ADS_1
Pagi hari
Aldy membuka mata nya. Ia berharap istrinya sudah bangun, tapi nyatanya tidak. Istrinya belum kunjung membuka mata nya.
Aldy menyingkap baju Dilla. Ia melihat jahitan di perut buncit istrinya. Ia mengusap perut istrinya itu dan ia mendapat respon berupa tendangan dari anak nya.
Tapi Aldy segera menutup kembali perut Dilla. Jika terlalu lama ia mengusap perut istrinya, ia takut Dilla akan kesakitan karna luka jahitan nya belum sepenuhnya mengering.
Aldy kembali mengusap tangan Dilla. Ia menyibakan rambut ke belakang telinga istrinya.
"Bagunlah" bisik Aldy di telinga Dilla.
Belum ada respon sama sekali dari Dilla.
Aldy beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Ketika keluar, ia membawa sebuah gayung berisi air hangat. Ia mulai menyibin badan istrinya dengan handuk basah.
(Kamar rawat nya vvip, nah kebetulan Aldy menemukan gayung karna biasanya di kamar vvip tidak ada gayung.. wkwk)
2 jam sudah Aldy menunggu, namun istrinya tak kunjung sadar. Ia memutuskan untuk memanggil dokter Farah agar datang keruang rawat Dilla.
HALLO GUYS, NOVEL INI TAMAT NYA **MASIH LAMA YA GUYS, MASIH ADA BEBERAPA KONFLIK YANG BIKIN CERITANYA TAMBAH WAWWW.. TENANG, AUTHOR BAKAL BUAT ALDY MENYESAL...
MASIH LAMA TAMAT NYA YAA GUYSSSS
AUTHOR BAKAL BIKIN ALDY MENYESAL POKOKNYA..
MUACHHH😘**
__ADS_1