
Tanpa menurunkan Luna Adira membuka pintu dengan bantuan tangan Luna memakai kartu akses yang diberikan Adira sebelumnya.
"Mas udah bisa turunin aku juga sih." Ujar Luna tersipu.
"Tidak!!" Adira memainkan hidung Luna dengan hidungnya.
"Mas..." Luna merasa perasaan bahagia kembali entah dari mana datangnya menjalar begitu saja.
Luna di turunkan di sofa, kedua manik mata Luna berkaca memandang nanar frame foto mereka berdua dalam balutan wedding dress yang seharusnya akan di kenakannya dalam 3 minggu lagi namun semuanya sirna.
Luna menyapu buliran bening dari pelupuk matanya cepat.
"Kamu kenapa sayang?" Adira merangkul pinggang Luna.
"Mas..."
"Hmm?!"
"Mandi bareng ya..." Ujar Adira kembali memperlihatkan kemanjaannya.
Luna mengangguk dan seperti biasa Adira akan dengan senang hati memandikan ratu di hidupnya.
"Sayang..."
"Kenapa kamu membuat tato ini?" Adira terus menyentuhnya. Dia sungguh terharu tidak pernah terlintas di pikirannya Luna akan berbuat seperti itu.
"Aku hanya takut..." Luna tidak melanjutkan kalimatnya dia menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Sayaaang..." Adira mengecup kembali bahu yang bertahtakan namanya.
"Aku takut kehilangan mu atau tiba-tiba melupakan mu mas..." Luna berkata Lirih memegang rangkulan tangan Adira.
DEEG!!!
Adira semakin erat memeluk kekasihnya rasa haru yang memuncak membuatnya menitikan air mata. Selama seminggu ini dia sungguh sentimental.
"Sayaaang!!"
"Justru aku yang sangat takut kehilangan mu."
"Aku sangat takut Luna..." Adira memeluk kencang Luna membuat wanita itu kesulitan bernafas.
"Maafkan aku..." Adira melepaskan pelukannya.
"Besok aku akan membuat tato namamu di dadaku." Terang Adira polos.
"Hahaha!!"
"Jangan lah mas..."
"Mas tidak perlu melakukan."
"Cukup mas berada di sampingku aku sudah senang..."
Luna memilih mempertahankan hubungannya. Dia ingat saat melakukan kesepakatan dengan Mahessa semua karena dia menginginkan bersama Adira. Dia juga merasa tidak rela jika delapan tahun kebersamaannya yang lalu menguap begitu saja saat ini.
Hal yang terpenting, Adira sungguh mampu membuat Luna jatuh cinta kembali padanya berkali-kali!
Luna memeluk tubuh kekasihnya dalam ranjang besar mereka. Adira tengah kelelahan, setelah mandi mereka kembali melanjutkan aksi panas mereka. Melepaskan kerinduan yang seminggu ini mereka pendam.
Luna bahkan jauh lebih agresif dari biasanya membuat Adira kewalahan saat tubuhnya belum fit 100%.
Niat awal menyelesaikan pekerjaan nyatanya mereka bercumbu sepanjang malam.
"Aku mencintaimu sayang..."
"Maafkan aku..."
Luna kembali mencium bibir kekasihnya mengucapkan selamat malam kemudian menyusul tertidur di sebelah kekasihnya.
* * * * *
"Mas, besok aku mulai bekerja."
"Mas ga di EPS lagi berarti?"
"Iya sayang..."
"Aku tetap antar jemput kamu kok!"
"Eh mas, selama mas ga ada aku cari kesibukan."
"Aku udah bisa nyetir mobil sendiri lagi loh!!"
__ADS_1
"Benarkah?!"
"Hmm.." Luna mengangguk antusias dan berbangga diri.
"Kalau gitu ayok kita beli mobil yang kamu mau?!"
"I tu..."
"Aku udah beli!!"
"Oh ya?!"
"Karena aku kesal sama mas aku pake DP mobil deh!!"
"Ppfftt!!"
Adira menahan tawa dengan tingkah menggemaskan kekasihnya.
"Ko ga bilang sih?!"
"Mobil apa?!"
"Kalau aku bisa beliin cash aku harusnya nambahin uangnya."
"Jangan lah mas..."
"Untung Olshop ku bisa buat bayar cicilan!!"
Luna merasa dirinya sangat lihai menipu saat ini. Ide ini tercetus beberapa hari setelah dia mendapatkan mobilnya. Sebagian uang Adira dia transfer pada Sandra. Awalnya Sandra menolak tapi akhirnya luluh juga.
Jika tidak demikian maka Adira akan curiga dengan semua barang-barang yang dia miliki saat ini.
"Sisa berapa lagi aku lunasin sekarang."
"Ga usah!!"
"Aku ingin berusaha sendiri boleh kan mas?!"
Adira menatap lekat kekasihnya yang tengah membujuknya dengan raut wajahnya yang menggemaskan.
"Baik lah sayang.."
"Oh iya hari ini aku mau hunting pertokoan buat kantor cabang perusahaan ku."
"Kamu mau ikut ga sayang?!"
Adira tersenyum bahagia kembali merasakan hubungannya mulai kembali seperti semula tanpa merasa canggung seperti sebelumnya.
"Apa kamu mau menyetir mobil ku?!"
Keduanya telah berada di basement, mereka berencana mulai mencari gedung yang akan digunakan Adira menjadi kantor cabang RG di kota B.
"Tapi..."
"Kalo aku ga sengaja goresin gimana?!"
"Ga masalah!!"
"Toh ini kan hanya barang."
"Yang penting bukan kamu yang kegores sayang."
Luna memeluk kekasihnya "Baik lah jika anda memaksa."
"Selamat datang di taksi Naluna!"
"Anda mau di antar kemana pak?!"
"Ke hatiku apa ke persimpangan jalan antara aku dan kamu?!!"
"Hahaha!"
Adira terbahak dengan spontanitas candaan kekasihnya. Memang bersama Luna harinya kian berwarna.
"Aku ingin ke pelaminan sayaang!" Adira mencium jemari tangan Luna.
Wajah Luna merona merah merekah, "Sabar ya pak, selama nafas ini berhembus aku akan selalu di samping mu hingga akhir waktu!!"
Adira selalu saja kalah dalam hal menggombal.
"Ko mas diem?!" Tanya Luna khawatir.
"Apa aku bisa membuat kata-kata mu ini adalah janji mu padaku sayang?!"
__ADS_1
Deg!!!
"Sure..." Lirih Luna di sambut segaris senyuman tampan kekasihnya.
Adira membulatkan matanya, kekasihnya berinisiatif menciumnya lebih dulu. Adira sengaja tidak merespon gerakan bibir Luna. Bahkan dia tidak membuka mulutnya.
"Mas ga suka ya?!" Luna menghentikannya.
"Jika aku teruskan niscaya aku akan menyantap mu saat ini juga!"
"Dasar CABUL!!"
Adira terkekeh dengan penuturan kekasihnya. Luna menghidupkan musik player dan mulai menyalakan mobil kekasihnya. Baru kali ini dia menyetir merk Audi serie T, jika dia kaku kekasihnya akan membimbingnya dengan lembut.
"I'm so sorry but I love you da geojitmal!"
"Iya mollasseo ijeya arasseo nega piryohae!!"
Adira terus melebarkan senyumnya melihat Luna bernyanyi tanpa Adira tahu arti. Adira kembali mengingat pertama kali mereka tidak sengaja bertemu di pub saat mereka putus pertama kalinya. Disana Adira melihat sosok lain dari seorang wanita berkelas berubah jadi penuh tidak tahu malu. Alhasil Adira kembali memaksa Luna baikan dan kembali jadian.
"Mas senyum-senyum aja bukannya ikutin!!"
"Aku baru denger barusan lagunya jadi aku ga tahu dan ga bisa!!"
"MAS GA ASIK!!"
"Jadi lebih asik karaokean ama Rio, Daniel apa Bram?!" Goda Adira.
"MAAAAS!!"
"Eh btw ide bagus tuh mas!!"
"Kita ajak mereka karokean yuk?!"
"Aku ajak Sandra ama Hapsari tentu saja!!"
"Itung-itung Farewell party mas keluar tanpa pamit!"
"Tulus aja ngeluarin single Pamit."
"Mas boro-boro pamit ngilang iya!!"
"Hah?!"
Adira membuka mulutnya lebar kemudian terbahak setelahnya.
"Ya udah abis ini kita ajak mereka."
"Tapi kita cari tempat dulu ya buat aku pake jadi kantor RG disini."
"Secepatnya aku harus dapat, sebelum kakak bawel ku mengomel!"
Luna terdiam, dia ingat kakak Adira satu-satunya. Bagi yang baru pertama kali bertemu pasti berpikiran bahwa Arnetha Renald seorang yang angkuh. Tapi Luna cukup mengenal baik mantan kakak iparnya dulu. Dia selalu membantu bisnis mereka.
* * * * * * * * * *
Note : Lirik lagu Lies - Bigbang.
Haloo reader tersayang aku gak?!"
Annyeong haseyo!!
o(〃^▽^〃)o
Mohon maaf sebelumnya karya ini tiba-tiba hiatus karena satu dua hal beberapa bulan terakhir.
Tapi akhirnya Author bakalan nyelesain cerita ini yaaa!!
Terima kasih banyak yang masih mau support cerita karya pertama aku banget pas netas di NT!
Yang masih setia di Naluna athor haturkan banyak-banyak terima kasih sedalam-dalamnya!!
Biar Author makin mangad update ceritanya yuks kasih apresiasinya ke author dengan pencet
LIKE, COMMENT, FAV, GIFT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA!!!
I LOVE YOU TO THE MOON AND BACK!!
Author usahain update 3 Bab per hari!
So kasih author semangat sama apresiasinya ya!!
LIKE, COMMENT, FAV, GIFT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA!!!
__ADS_1
(๑˃̵ ᴗ ˂̵)و
* * * * * * * * * *