Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 111 : Pilu


__ADS_3

Luna membuka matanya perlahan, dia mengedarkan tangannya. Matanya membulat saat mengetahui prianya tidak disana.


Luna mencoba beranjak dan dia yang sudah seperti tersihir oleh Adira. Tidak ingin membiarkan pria itu pergi dari dirinya sedetik pun dan satu sentipun.


"Kemana mas Dira..."


"Ugghh!"


Luna mengeluh merasa tubuhnya seperti mati rasa. Semalam prianya menyantapnya penuh gairah. Luna menggigit bibir bawahnya.


"Aku tahu kenapa aku kecanduan dalam hal ini?!"


"Adira benar-benar tahu cara membuat aku puas."


"Bahkan aku selalu merasa tidak pernah puas!!"


"Ketampanan dan performa laki gue di ranjang emang ga ada lawan!!!"


Luna menyambar kimononya dan keluar kamar dengan tertatih. Harum manis menguar di indra penciuman Luna saat dia membuka pintu kamar.


Luna melengkungkan senyumnya.


"Maaas!!"


Luna memeluk suami di kehidupan lalu dengan eratnya dari belakang. Di ketahui ternyata prianya sedang mempersiapkan kejuatan untuk calon istrinya dengan membuatkannya sarapan pagi.


"Udah bangun sayang ku?!" Adira mematikan kompor, berbalik badan dan mencium kening Luna mesra.


Perasaab bahagia Luna selalu membuncah di perlakukan hal sederhana seperti ini saja oleh prianya.


"Mas ngapain?!"


"Bikinin kamu sarapan..."


"Pasti kamu cape banget kan?!"


Adira mencium pipi Luna dan berbisik di telinga kekasihnya.


"Emang mas bisa masak?!"


"Makanya cobain ya..."


Adira menyadari istrinya tidak memakai apapun selain kimononya.


"Kita mandi dulu ya sayang...." Adira segera menggendong Luna ddan keduanya pergi membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dan bersiap sarapan. Adira membuatkan Luna pancake dan menyiapkannya dengan segelas susu dingin kesukaan Luna.


"Makasii sayaaang!"


"Bentuknya oke banget nih!!"


"Aku ga tahu mas pandai masak..."


"Sejak kapan?!"


Adira menarik kursi miliknya tersenyum ke arah kekasihnya.


"Sejak dulu, di rumah mama suka ngajarin bikin kue."


"Pancake, cake sama beberapa pasrty."


"Katanya kalo lapar bisa bikin cemilan sendiri kalo pas mama ga ada di rumah."


"UWwoow!!"


Luna memekik antusias, dia dulu juga belajar dari ibu mertuanya tentang backing dan pastry.

__ADS_1


"Mauu dong di bikinin lagi sama sayaaang!!"


"Mas tau ga kudapan kesukaan aku?!"


"Hmm..."


Adira tampak seperti sedang berpikir.


"Aku tahunya kamu suka martabak keju."


"BENEEEERR!!"


"Satu lagi Cheesecake!!"


"Bikiinin yaaaa!!"


"Okay..."


Luna tersenyum bahagia, dia kemudian mencoba menyuap pancake pertama kalinya buatan suami masa lalunya.


"Demi apapun ini enaak pake bangeet!!"


"Padahal belum aku kasih syrup ama madu!!"


"Ya ampyuuunn makin tergila-gila aku sih ini sama Adira Renald!!!"


Adira terkekeh dengan respon kekasihnya yang membuat hatinya berbunga-bunga sepagi ini.


"Aarghh!!"


"Sayaang... Arrrghh!!"


"Aku keluarin di dalam ya..."


"Atau kamu mau meminumnya?!"


Luna terkulai lemas di atas tubuh kekasihnya di kursi dimana mereka baru saja selesai dengan sarapan pagi mereka.


"Kita lanjut di kamar mandi ya sayaang!" Adira masih menghirup lekat wangi tubuh kekasihnya yang selalu berhasil menggodanya.


"Rasanya aku tidak ingin pergi bekerja!!" Keluh Luna memainkan jemarinya di leher prianya.


"Kamu mau cuti lagi hari ini?!"


"Emang cuti mu masih ada yang?!"


"Apa kamu rela di potong gaji?!"


Adira mengejek kekasihnya dengan menekan hidung mancung Luna. Luna kembali menggerakan tubuhkan karena mereka memang benar-benar belum saling melepaskan.


"Mas ga mau ya?!"


Adira kembali di buat merem melek. "Sepuluh menit lagi ya sayang?!"


* * * * *


"Mas udah ketemu kantornya?"


"Udah..."


"Jadi dimana?!"


"Sebelah Eps!"


"APAAA?!"


Adira terkekeh, pria itu tidak sengaja melihat iklan sewa perkantoran di samping gedung kantor Luna. Dia dan kakaknya melobi pihak marketing dan akhirnya hari ini akan dilakukan serah terima gedung.

__ADS_1


"Bagus deh jadi tetep deketan!!"


Luna menggelayut manja di tangan Adira yang tengah menyetir. Sesampainya di depan kantor kekasihnya seperti biasa Luna berpamitan bahkan keduanya masih sempat bercumbu mesra di mobil.


Adira telah memperhatikan bayangan calon istrinya menghilang di balik pintu gerbang masuk kantor. Dia kembali menjalankan mobilnya dan langsung menuju area bangunan yang luas dan besarnya sama dengan kantor EPS. Adira memarkirkan mobilnya dengan perlahan.


"Aku sungguh tidak sabar membuat Luna jadi istriku secepatnya!!"


"Kami bahkan melakukannya hampir sepanjang hari."


"Huh!"


"Luna nih ga ada takutnya sama sekali!!"


"Aku merasa sedikit aneh dengannya, dia selalu seperti menyembunyikan sesuatu yang apa itu aku tidak tahu!!"


"Setiap kali telah selesai bercinta dia selalu berkata dengan pilu agar tidak aku tinggalkan."


"Bisa jadi aku terpuruk minggu lalu, dia pun di posisi yang sama dengan ku."


"Dia di Negara S selama itu berarti dia bersama keluarga besar."


Sebelum dia turun dari mobil terlebih dia menunggu kakak dan asistennya datang. Adira terus membayangkan apa yang tengah terjadi di hidupnya akhir-akhir ini.


* * * * *


Mahessa telah kembali ke Negara S setelah dua hari kemarin dia di sibukkan dengan urusan kantor cabangnya yang berada di Negara HK.


Emosinya kembali meluap, dia melampiaskan pada seluruh karyawan dan dewan direksi kantor cabang. Selain karena dia kehilangan asset miliknya dia juga mendapati istrinya memblack list kontaknya.


"Aku tidak percaya, seminggu kita bersama tidak ada satu pun yang membuat Luna membukakan pintu hatinya!!"


"Dia bahkan tetap memilih bersama pria bajingannya!!"


Praaaaang!!


Mahessa selalu dalam keadaan mabuk di malam hari setelah pekerjaan selesai. Waktu yang di gunakan untuk beristirahat dia pakai untuk merutuki keadaannya. Dia tidak menyangka sanvat sakit membayangkan jika istri sendiri di sentuh oleh pria lain selain dirinya.


"Luna..."


Mahessa tertidir di atas ranjang di sekelilingnya berserakan serpihan kaca gelas dan botol yang dia lempar untuk menetralisir perasaan emosinya.


Farell segera memasuki kamar disaat situasi sudah terkendali dan merapikannya. Sudah dua hari dia terbiasa dengan perubahan mood atasannya yang memang dikarenakan berjauhan dengan istrinya.


"Aku tidak menyangka Tuan muda akan seperti ini."


"Nona Luna sungguh kejam memperlakukan tuan."


"Padahal apa sih yang tidak di berikan tuan untuk nona Luna."


"Baiklah, siapa suruh tuan memaksa nona menikah dengannya."


"Disaat tuan tahu bahwa nona berencana menikah dengan kekasihnya."


"Aiiihh siapa juga aku yang mengurusi kisah percintaan dua sejoli yang kebetulan memegang peranan penting dalam ekosistem kehidupan ku beberapa puluh tahun ke depan."


Farell menatap iba tuannya, selama dua hari juga selain tidak memperhatikan penampilannya. Tuannya tidak menjaga pola makan dengan sehat dan teratur. Bahkan Farell sendiri diminta meretas kembali CCTV kediaman Luna.


"Hati suami mana yang tidak terluka melihat istri sahnya bermain ranjang dengan pria lain."


"Bahkan hampir setiap saat dan setiap waktu!!"


"Terlebih menyakitkannya adalah si istri terus menyatakan cintanya pada si pria dan terus meyakinkan si pria agar tidak meninggalkannya."


"Aku sungguh bersyukur tidak terjebak drama percintaan."


Farell telah selesai membersihkan ruangan tuannya dia kembali mengendap keluar ruangan dan mengambil jam istirahatnya sebelum esok pagi dia kembali di hadapkan kenyataan pahit tuannya akan kembali menawan mereka dalam kegelapan.

__ADS_1


* * * * * * * * * *


__ADS_2