Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 51 : Soul and Mate


__ADS_3


Keduanya telah menyelesaikan sarapan mereka yang kesiangan. Waktu menunjukan pukul setengah sebelas. Selama menyantap makanan, mereka hanya fokus makan saking laparnya.


"Bayangkan semalaman dan tiga puluh menit pagi kami olahraga fisik berapa kalori yang tengah kami buang? Kami butuh asupan lebih!"


"Sayaaang...." Panggil Luna manja.


"Iya..." Jawabnya singkat.


"Kita langsung check out ya?" Tanyanya.


"Kita check out besok pagi gimana?" Matanya menatap nakal.


"Besok kan kita kerja yaaaang."


"Kita bisa pake first ferry."


"Sampai kota B sekitar pukul tujuh masih sempat lah." Ujarnya kemudian.


"Beneran?"


"Ya kalau mau kita cuti aja gimana?" Adira kembali menarik tangan kekasihnya dan mendudukannya dipangkuan.


"Hari ini kita nikmatin lagi ya yang. Katanya mau ke Disneyland?" Godanya kemudian.


Senyum Luna mengembang seraya mengangguk penuh semangat. Namun matanya mengatakan lain, tangannya telah menyelusup dalam T-Shirt dan mengusapnya lembut membuat Luna kembali meremang.


"Mas... Kita pergi sekarang ya?" Ajak Luna mengalihkan perhatian kekasihnya. Namun prianya tidak menghiraukan perkataannya dia tengah menyesap leher Luna kuat.


"Kita lakukan bentar aja yuk yang?!" Lirihnya meminta kembali.


"Nanti malam ya sayaaang..." Tolak Luna halus.


Jika dia teruskan saat ini, maka dipastikan dia tidak akan bisa berjalan. Adira menatapnya dengan senyuman mematikan bagi Luna yang sangat tergila-gila dengannya.


Keduanya kembali bertautan mesra sampai akhirnya segera beranjak sesuai rencana mereka akan ke Disneyland. Luna menyambar sling bagnya dan bersiap keluar hotel. Sesaat sebelum keluar kamar Adira kembali mencium bibir kekasihnya serta mengungkungnya di dinding. Mengelus paha yang terekspos membuat Luna melenguh pelan dan menelan kembali salivanya.


"Aaaarghh mas, katanya mau pergi!!" Protes Luna. Hari ini Adira dengan mudah terus saja tersulut kan hasratnya.


"Tubuh kamu sungguh candu sayang!!"


"Aku ingin lagi dan lagi!"


"Kok bisa enak gini ya yang!!"


Adira terus menciumi leher kekasihnya yang harum. Luna terkekeh dengan penuturan polos kekasihnya. "Namanya dosa, semakin dilakuin semakin niqmat!"


Adira terdiam dengan dark joke kekasihnya.


"Ayok..." Ajaknya kemudian.


Ada perasaan tidak nyaman sejujurnya saat mengatakan hal barusan. Dia juga sudah bersikap sangat munafik!


Mereka kembali menaiki MRT menuju lokasi Disneyland. Setelah berada disana Adira mengantri membeli tiket, selagi menunggu Luna mengedarkan ke sekeliling. Sekali lagi tidak pernah merencanakan semua perjalanan ini namun tuhan memberinya hadiah seperti ini dikehidupan yang seperti baru di jalaninnya saat ini.


"Mikirin apa?" Adira mengejutkan Luna yang tengah termenung. Adira memakaikan stiker tanda masuk di tangan Luna dan menciumnya.


"Cukup mas!! Aku sudah sangat meleleh dengan sikapmu dari kemarin." Batin Luna


"Mas, love you..." Dengan tidak tahu malu Luna melingkarkan tangan di lehernya dan mengecup bibirnya.


Adira yang biasanya tidak pernah ingin mengekspose hubungan percintaannya saat ini justru menunjukan sikap berbeda. Dia membalas merangkul pinggang kekasihnya dan kembali mengecup bibir kekasihnya semakin lama.


"Love you too sayang." Jawabnya bahagia.


"Sayaaaaang kita pakai bandana yaaa..."

__ADS_1


"Kamu Mickey dan aku Minnie..."


Sebelum dijawab Luna telah berlari menuju stand penjual berbagai macam souvenir khas Disneyland. Luna melihat Adira bergegas menghampirinya seraya tersenyum dan mengacak rambutnya perlahan.


Kami tengah memakai baju couple, gelang couple, dan sekarang ditambah bandana beserta kacamatanya!


Beberapa kali mereka meminta bantuan orang lain untuk memotret kebahagian keduanya. Sepanjang perjalanan mereka menghabiskan dengan canda tawa bahkan hal absurd lainnya yang mereka tunjukan tanpa rasa malu-malu lagi.


"Kamu beneran berani? Gak pingsan?" Ledek Adira saat mereka akan memasuki wahana roller coaster.


"Oh anda meragukan kemampuanku ya!" Jawab Luna sombong.


Adira hanya terkekeh. Setelah roller coaster melaju teriakan Luna adalah yang paling kencaaang.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh...."


"Hahahahahahahhahaa"


Luna kesal karena prianya justru tengah menertawakan dirinya. Setelah berhenti Luna secepatnya menuju bak sampah dan memuntahkan isi perutnya yang mual.


"Hahaha!"


"Siapa yang sombong barusan bilang berani. Naek ferry aja mabuk apalagi ini!" Dengan masih terbahak Adira memprovokasi Luna.


Sedetik kemudian memberinya sebotol air mineral. Dan mengusap lembut tubuh Luna.


"Istirahat dulu ya sayaaangku." Ucapnya.


"Mau makan apa?"


"Mau japanese food."


"Wah abis naek roller coaster seleranya mendadak berubah."


Luna tersipu dengan penuturan prianya, dia sungguh ingin meledak rasanya. Dia tidak pernah merasakan perasaan sebahagia ini. Bahkan dulu saat mereka telah menikah dia tidak pernah ingat apa Adira pernah berlaku manis atau sama-sama bobrok seperti dirinya?


Mereka memilih makan di resto jepang, setelah pesanan terhidang mereka mulai makan siang yang hampir menjelang sore.


"Hmm..."


"Kenapa memilih liontin ini?"


Luna kembali memulai percakapan setelah sesi makan mereka telah usai. Sebelum lanjut dengan wahana lainnya keduanya masih duduk-duduk dan mencoba mengobrol. Adira menatap Luna dengan melengkungkan senyuman tampannya membuat Luna menggigit bibir bawahnya tergoda.


"Aku pikir bentuknya cocok dengan arti namamu."


"Oh ya? Emang mas tau arti namaku?" Tanya Luna kini penasaran.


"Sepertinya Naluna atau Luna adalah bulan dan Maharani adalah ratu. Jadi kamu adalah ratu bulanku." Jawab Adira penuh dengan keyakinan dengan karangannya.


Luna tersenyum seraya terbahak setelahnya. Sungguh Luna dibuat terharu dengan pernyataan kekasihnya. Luna terdiam dan terus memainkan liontin yang Adira berikan.


"Terima kasih mas..."


Adira beranjak dari depan kekasihnya kini berada di sampingnya. Menggenggam erat kedua jemari Luna menatap lekat dan menciumnya.


"Aku sungguh tergila-gila pada mu sayang!"


"Ijinkah aku memperbaiki hubungan kita."


"Aku berjanji akan mencoba mengabulkan apapun permintaanmu..."


"Asalkan kamu bahagia aku akan ikut bahagia."


Luna semakin terbawa suasana, haru yang dia rasa memuncak. Dia memeluk kekasih hatinya.


"My love is you!!"

__ADS_1


"Love is you... Love is you... Love is you!!!"


Luna mengatakannya dengan terbata, Adira semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak ingin semua berakhir, aku tidak ingin pulang, apa aku diijinkan menghentikan waktu agar aku selalu bersama denganmu sayangku Naluna Maharani?!"


Luna sudah tidak memiliki kata lagi untuk mendeskripsikan keadaannya saat ini.


"Yuks..."


"Mau kemana lagi ratu?!"


Keduanya beranjak dengan terus bergandengan tangan tanpa ingin dilepaskan, bahkan keduanya saling merangkul. Ditengah perjalanan Luna meminta di belikan es krim, Adira terus melayani kekasih yang sudah dia anggap istrinya. Baginya dia hanya tinggal mengikrarkan ijabnya di depan penghulu saat ini.


"Kamu ini makan ko belepotan gini!" Adira menyeka sudut bibir yang terkena krim.


Wajahnya sangat dekat dengan wajah Luna. Jantung Luna berdebar dengan kencang, nafasnya memburu semua gerakan jemari kekasihnya membuatnya meremang.


"Manis sekali!"


"Bibirmu ini selalu memberi rasa yang tak terlupakan!"


DEG!!


"Sumpah laki gue kerasukan aktor drama korea omg!!"


"Makin jatuh cinta aja gue amaaa doi!!"


Wajah Luna memerah saking malunya di gombalin oleh kekasihnya. Kemudian dia ada ide yang super gila, di area publik mereka saat ini Luna mengoleskan krim di bibirnya. Menguji keteguhan hati prianya.


"Apa benar bibirku jauh lebih manis dari krim ini?!"


Adira menelan salivanya tanpa diberi aba-aba dia menyesap kuat bibir Luna, dia bahkan mengusap lembut leher wanitanya ingin rasanya dia membawa Luna kembali ke hotel dan menyelesaikannya.


"Dikasih kayak gini aja juniorku meronta!!"


"Dia benar-benar cuma bisa bereaksi jika berada di dekat Naluna!!"


Adira melepaskan Luna dengan terengah, "Kamu sungguh berani sayang!!" Bisiknya.


"Aaarrghh!"


"Dia yang mesum aku yang malu!!"


"Kenapa dia benar-benar berubah drastis seperti ini?!"


Luna menggigit bibirnya gelisah kemudian mengejar langkah kaki Adira yang sudah lebih dulu meninggalkannya.


Tanpa terasa keduanya telah menghabiskan waktu hampir 7 jam, saat ini keduanya tengah menantikan pertunjukan terakhir sebelum penutupan kawasan. Di katakan bahwa mereka juga akan mempertunjukan atraksi fairytale Disney dan fireworks. Luna sungguh tidak sabar!


"Cape ga yang?" Tanya Adira pada kekasihnya.


"Pastinya." Jawab Luna sumringah.


"Tapi aku bahagia sekali. Baru kali ini kan mas mengajakku kencan seperti ini?"


"Maaf ya sayaang..."


"Aku janji setelah ini kita akan selalu melewati waktu bersama, kemanapun kamu ingin pergi aku akan berusaha mewujudkannya."


Keduanya kembali berpelukan, Adira mengecup kening Luna lembut dia juga mencium punggung tangan Luna yang tersemat cincin pemberiannya.


"I love you my wife!"


Luna memeluk erat prianya sungguh bahagian.


"Aaaarhhh.... Adira kamu menang!!"

__ADS_1


"Aku tidak bisa kehilanganmu atau menggantikan dirimu dengan yang lainnya!!"


* * * * * * * * * *


__ADS_2