Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 112 : Karyawan Baru


__ADS_3


...**✿❀ Naluna & Adira ❀✿**...


"Dira..."


"Pah!"


Hari ini tuan Surya dan Arnetha melihat bangunan yang akan di gunakan Adira membuka cabang RG di Kota B.


Saat ini kantor cabang RG menjadi dua. Satu di ibu kota dan bertambah kembali di kota B. Harusnya Adira berada di pusat di Kota K. Namun seperti keinginan ngototnya selama belum menikah dengan Luna dia akan berada dekat dengan kekasihnya.


Saat ini pusat tetap di pegang oleh kakak tetuanya Arnetha, sedangkan kantor cabang Ibu Kota di pegang oleh kakak iparnya Damar.


"Kamu sungguh beruntung mendapatkan langsung lokasi sebelahan dengan kantor kekasih mu!!!"


"Ini namanya restu dari tuhan!!"


Adira terkekeh dengan kekekasalan kakaknya. Dia sangat bersyukur jalannya jauh di mudahkan saat ini. Hari ini rencana mereka akan merenovasi kantor.


"Pah, nanti para staff disini apa akan ada rekrut baru atau orang lama yang di simpan disini?!" Tanya Adira memastikan.


"Terserah padamu..."


"Diskusikan lah dengan kakak mu!"


"Dia jauh lebih tahu..."


"Kamu benar-benar bersungguh-sungguh saat bilang ingin dekat dengan kekasih mu ini."


"Kantor mu saja sebelahan!!"


"Entah..."


"Keseringan ketemu nanti jadi bosan tahu rasaa!!"


Tuan Surya menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka Arnetha jauh lebih tidak tanggung-tanggung mendidik Adira dengan sangat keras.


"Ga akan pernah!!"


"Aku ga akan pernah bosan sama dia!!"


"Lihat aja papa, udah lebih dari puluhan tahun bersama sama mama tetep awet!!"


"Iya kan pah?!"


Tuan Surya menyeringai, dia tahu mungkin Adira memiliki sifat sepertinya. Dia merangkul dan menggerakan bahu Adira sejenak. Betapa bangganya pria tua itu putra kebanggaannya tumbuh menjadi pria dewasa.


* * * * *


Waktu bergulir dengan cepatnya, aktifitas Luna dan Adira cukup banyak. Penjualan Olshop Luna semakin lama semakin naik pesat, sore sepulang kerja dia akan memastikan ketersediaan barang di supplier dan membawanya sekalian. Dia sudah mulai mencoba menyetok barangnya tidak lagi berlaku sebagai dropshiper. Jadi saat ini dia lakukan semua sendiri.


Adira sendiri masih sibuk dengan penataan gedung baru, dan beberapa pekerjaan yang masih dia handle di rumahnya saat ini. Sesuai kesepakatan dengan kakaknya beberapa head departemen mengambil dari yang sudah berpengalaman di RG pusat. Sedangkan karyawan biasa dia akan merekrut beberapa saja. Termasuk sekertarisnya nanti. Bagas merupakan asisten kepercayaannya untuk urusan Administrasi dia tetap butuh seorang sekertaris perempuan agar dokumen lebih tertata.


Hari Jumat ini Adira telah menyuruh Bagas melakukan job fair di salah satu ballroom hotel berbintang. Adira tidak menyangka antusias dari beberapa pelamar pada perusahaannya ternyata melebihi ekspektasinya. Kini giliran dia akan memilih sekertarisnya sendiri.


"Diantara semua peserta nilai tes tertulis mu adalah yang paling tinggi!"


"Jadi kemungkinan besar kamu yang akan lolos di posisi ini."


"Jelaskan secara singkat kelebihan dan kekurangan kamu?!"


Adira tengah mewawancarai salah satu dari beberapa pelamaran. Seorang wanita muda yang lumayan cantik dengan usia yang masih sangat muda. Terlihat wajahnya terpancar kebahagian saat Adira mengatakan kemungkinan dia lolos menjadi karyawan RG.


"Perkenalkan nama saya Maya Septiani, saya baru lulus dari perguruan tinggi dengan mengantongi ilmu administrasi dan sekertaris."


"Saya memang baru lulus tapi saya bisa memastikan bahwa saya siap bekerja dan mudah beradaptasi serta mudah mempelajari hal baru."


"Ok!"

__ADS_1


"Saya sudah memiliki asisten pribadi, tugas mu hanya merapihkan berkas dokumen penting perusahaan."


"Jadi atasan langsung kamu adalah asisten saya Bagas!!"


Adira berkata dingin dan lugas, dia menyelidik sekertarisnya membuat Maya merasa di perhatikan lebih.


"Saya juga punya persyaratan khusus. selama kamu bekerja di perusahaan."


Maya menunduk tersipu, dia sudah mengira yang bukan-bukan.


"Istri saya pencemburu berat, kemungkinan dia akan selalu hilir mudik di kantor."


"Kurang pantas jika kamu menggunakan pakaian yang terlalu mini!!!"


"Mohon kondisikan!!"


"Karena meja kerja mu bersebelahan dengan ruangan saya!!"


Perkataan yang kasar dan sedikit terdengar seperti cemoohan di telinga Maya membuat wanita itu terpaku sejenak. Saat akan melanjutkan ponsel Adira berdering.


"Sorry!" Adira menginterupsi dan Maya mengangguk.


"Halo sayang..."


"Sayaaaang ini udah jam pulang!!!"


"Kamu jemput aku enggak?!"


"I'm sorry honey aku lupa!!!"


"Kamu sibuk kah?!"


"Oh tidak hanya tadi aku salah liat jam aku pikir masih sempat."


"Tunggu ya, aku dari hotel pasific."


Adira memang tidak mengatakan ada acara rekruitment. Sudah beberapa hari keduanya cape jadi Adira melupakan agendanya hari ini. Bahkan Adira lupa membalas pesan kekasihnya karena terlalu sibuk mewawancarai beberapa karyawan.


"Rekruitmen karyawan baru."


"Owh, ya udah aku yang kesana aja."


"Kebetulan Sandra bawa kendaraan aku juga ada perlu di Plaza."


Adira mengusap kasar wajahnya.


"Maafkan aku sayang..."


"Haha mas ini lucu!!"


"Kalo gitu aku pergi dulu ya..."


"Mana Sandra aku mau ngomong!"


"Buat apa?!"


"Cepat!"


"Hishh..."


Luna memberikan ponselnya pada Sandra kini mereka berada di area parkiran. Sejujurnya Sandra memakai mobil Luna. Fungsinya tentu saja di butuhkan saat seperti ini.


"Apa?!!"


Dengan juteknya Sandra menjawab sambungan.


"Lu nyetir baik-baik ya!"


"Lu bawa nyonya Adira!!!"

__ADS_1


"Bangsaaat gue pikir apa!!"


Sandra kesal dia menutup langsung sambungan.


"Lah ko mati?!"


"Ayok buruaan!!"


Luna bingung dengan ekspresi kesal sahabatnya itu. Mereka melaju memecah jalanan kota B.


Maya terus memperhatikan Adira dan bermonolog dalam hatinya. "Tadi pas ngomong ama gue dingin banget serem anjir!"


"Lah pas biniknya nelpon kek kucing!!"


Adira kembali melanjutkan kata penutupan.


"Ok itu saja, next nya kamu berurusan dengan Bagas."


"Masalah gaji dan kontrak kamu akan berurusan dengan bagian HRD!"


"Baik pak terima kasih."


Maya berdiri dari tempatnya bersiap menjabat tangan tetapi bosnya telah berlalu lebih dulu.


"Duh ga masalah apa punya bos arogan kek gini?!" Batin Maya merasa di acuhkan.


"Tuan tidak akan menjabat wanita di luar, ibu, kakak dan istrinya."


"Tuan juga punya sifat Mysophobia, jadi kamu harus perhatikan meja kerjamu rapi dan bersih nantinya."


"Setelah ini kamu tinggal di arahkan HRD melakukan MCU!!"


Bagas mengambil alih setelah Adira keluar ruangan. Maya menunduk malu, dia merasa wawancara kali ini berbeda dari wawancara di tempat sebelumnya yang ia datangi.


Lima belas menit kemudian Adira melihat wanita yang paling di cintainya telah berada di tempatnya saat ini.


"Bye, ati-ati di jalan!!"


Luna melambaikan tangan pada Sandra.


"Aku merindukan mu!!!"


"Hari ini lelah sekali..."


Keluh Adira merangkul kekasihnya erat.


"Wah tadi berarti mas sibuk dong ya..."


"Sampe pesan aku ga di balas!"


"Di read aja kagak!"


Luna mulai menggerutu, Adira melonggarkan pelukan.


"Maaf ya sayang..."


"Besok kan kita liburan..."


"Iya sayaang..."


"Yuk ke plaza ambil pesanan sebentar abis itu baru cari makan malam."


"Mas mau makan malam apa?!"


"Makan kamu seperti biasa!!"


Luna menggelayut manja dan terkekeh dalam dekapan prianya. Sudah bukan rahasia, mereka akan melakukannya sepanjang malam dan sepanjang gairah mereka tersulutkan.


* * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2