Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 84 : Beautiful Hangover


__ADS_3

"Kamu mabuk sayang?!"


Kesadaran Mahessa masih mendominasi pikirannya. Mahessa mendorong tubuh Luna yang sudah berhasil menanggalkan semua kancing kemejanya bahkan bersiap membuka gesper ikat pinggangnya.


Mahessa menghentikan gerakan tangan wanitanya. Sebelum dia benar-benar khilaf.


"Ya tuhaaaan!!"


"Roti sobek beranek rasaaa!!" Luna mengusap lembut dada bidang dan perut sixpack kepunyaan Mahessa yang memang sangat menonjol dan menggoda siapapun yang melihatnya.


"Argh cutiie!!" Mahessa sungguh tidak tahan dengan belaian lembut dari jemari lentik kekasihnya.


Mahessa menghentikan semua gerakan sensualitas wanita penggodanya.


"Cukup sayang, aku tidak bisa jamin setelah ini aku bisa menahan gairah ku!"


Sekuat tenaga Mahessa menekan ninjutsunya untuk tidak berbuat di luar batasan seperti tadi pagi di ruang baca miliknya.


"Apa kamu lupa dengan perjanjian mu sayang?!"


"Kamu bilang jangan menjamah mu?!"


"Tapi kamu sendiri boleh menjamah tubuh ku sesuka hati mu!!"


"Perjanjian apa?"


Luna mengerlingkan matanya menggoda menatap Mahessa yang benar-benar tengah melawan gairahnya. Luna melepas kemeja Mahessa dalam satu tarikan. Mahessa menelan salivanya, Luna mendorongnya terduduk dikursi.


"Cutiee..." Suara Mahessa parau.


"Apa yang harus aku lakukan?!!" Rutuk Mahessa.


"Kenapa terdiam?"


"Apa aku bukan seleramu sayaaang?"


Luna mendekati tubuh Mahessa memeluk tubuh prianya mendekatkan wajah Mahessa di dadanya. Luna bersiap duduk di pangkuan prianya.


"Kamu mabuk sayaaang."


"Apa kamu mau perkosa aku?" Mahessa mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bersabar sampai esok dia mengikrarkan janji sucinya.


"HAHAHAHA..."


"Bagaimana bisa semua ini dikatakan pemerkosaan?"


"Aku tidak sedang memaksamu kan sayang?"


"Kamu justru menikmatinya bukan?!"


Luna bersiap mencium bibir menggoda pria di hadapannya namun kepalanya sungguh terasa berat dan pusing. Dia terkulai lemas dalam pangkuan Mahessa.


"SAYAANG!"


Dengan sigap Mahessa merangkul tubuh Luna. Dia menggendongnya serta membaringkannya di tempat tidur. Meski matanya terpejam namun Luna masih mengeluarkan racauan.


Mahessa tersenyum sejenak kemudian menaikan selimut di tubuh indah Luna yang membuatnya panas dingin sedari tadi.


"Tidur dan istirahatlah."


"Besok akan jadi hari penting kita..." Bisik Mahessa ditelinga Luna, tak lupa dia mendaratkan ciuman di kening calon istrinya.


"Jangan tinggalin aku sayaang!"


"Kamu telah berjanji padaku akan selalu bersamaku?!"


"Kamu selalu meninggalkanku!!"


"Kamu jahat!"


Luna bangkit dari tidurnya dengan tatapan nanar menahan salah satu tangan Mahessa. Mahessa terkejut dia menatap Luna yang tengah memohon dengan isak tangisnya agar tidak ditinggalkan.


Entah bagaimana pandangan Luna saat ini, dia meracau membayangkan pria di depannya adalah sesorang yang sangat ia cintai.


"Apa kamu memohon pada Adira?!"


"Aku bukan dia!!"


Mahessa menjawab dingin, ada rasa tidak nyaman menjalar dihatinya. Dia tahu wanitanya tengah mabuk, jadi sudah di pastikan bahwa dia tengah berhalusinasi.


Luna masih menatap sayu ke arah Mahessa, membuat pria itu tidak tega dengan tampilan putus asa Luna saat ini.


Mahessa mendekat tanpa kata, Luna segera merangkul tubuh Mahessa dengan eratnya.

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku lagi Diaz!"


"Kamu berjanji akan membawaku pergi!"


"Kau menipuku!!"


"Aku selalu menunggumu..."


"Aku sangat mencintaimu!!"


DEG!!


Mahessa terpaku dengan racauan wanitanya. Bukan nama Adira yang tersemat di mulutnya. Namun nama lainnya yang dia belum tahu siapa orang itu.


"Aku selalu menunggu mu sayang!"


"Aku percaya padamu!!"


"Tapi sampai saat ini kamu tidak datang menjemput ku!!"


"Kamu membuatku kecewa!!"


"Semua janji mu palsu hah?!"


"Kamu sangat senang bukan menyiksa diriku?!"


"Lakukan semaumu!!"


"Aku hanya ingin bersamamu sebentar saja..."


"Aku mohon..."


"Jangan tinggalkan aku lagi!"


"Jika aku mampu, aku sangat ingin membencimu!!"


"Tapi aku tidak bisaaaa!!"


"Huhuhu..."


Luna terisak pilu memeluk Mahessa yang tengah membatu. Jika di banding melihat Luna menangis saat di campakan Adira, kali ini tangisan Luna jauh lebih pilu. Suaranya seperti bukan Luna yang dia kenal sebelumnya bukan suara wanita tangguh yang dia kenal dengan baik. Melainkan suara wanita yang sangat lemah jauh lebih lemah dan tertekan dari sebelumnya.


"Siapa dia sayang?!" Lirih Mahessa.


"Aku memang baru mengenal kamu, tapi aku tidak tahu ternyata misteri kehidupan masa lalu mu di luar ekspektasi ku!"


Mahessa melonggarkan pelukan dan bersiap duduk di samping Luna. Dia yakin Luna masih dalam pengaruh minuman beralkohol.


"Apa hubungan mu dengan Diaz?!" Mahessa mencoba bertanya pada Luna. Berharap dia mendapatkan jawaban dari wanitanya.


"Apa kamu tengah menguji ku hah?!"


"Kamu cinta pertama dan terakhirku sayang!"


"Kau pun sama demikian bukan?!"


"Diaz Wijaya!!"


DEG!!!


Mendengar nama belakang yang sangat dia kenal membuat Mahessa merasakan jantungnya berhenti sejenak kemudian berpacu dengan sangat cepat. Dia juga mengaitkan dengan ucapan mertuanya yang mengatakan sangat mudah meratakan Huateng berarti tidak salah lagi orang yang di bicarakan Luna adalah pewaris satu-satunya Huateng Group anak dari Wijaya Saputra.


Mahessa masih merasa janggal dengan percintaan Luna berikut dengan silsilah keluarganya.


"Jika cintanya untuk Diaz, lantas Adira itu apa?!"


"Dia bahkan pernah hamil dengan nya?!"


Mahessa merasa masih ingin mengorek informasi dari Luna.


"Lantas Adira apa pelampiasan mu cutie?!"


"Aku...." Luna terlihat kebingungan, kemudian dia kembali menangis meraung.


Mahessa sungguh iba dengan kondisi Luna saat ini. Ada rasa menyesal tengah mencoba menjebak Luna dalam rencananya.


"Aku tidak tahu!"


Luna kembali meracau, dia berusaha menjelaskan apa yang mengganjal hatinya.


"Adira terlalu mengekang ku!"


"Dia selalu menahan ku dirumah!"

__ADS_1


"Dia tidak pernah mengijinkan aku berinteraksi dengan dunia luar."


"Untuk me time saja dia sangat keras kepala tidak pernah mengijinkan!!"


"Apalagi dengan kembali bekerja!!"


"Dia sungguh kolot!!"


"Apa yang aku suka dia tidak suka!!"


"Terlebih dia lebih mencintai anak-anaknya di banding aku istrinya!!"


Makin terkejut lagi Mahessa saat mendengar penuturan Luna yang benar-benar tidak terduga!


"Istri?!"


"Anak?!"


"Bukan kah dia belum menikah?! Bahkan dia rela aborsi karena tidak ingin buru-buru menikah!!!"


"Apa yang tengah kamu mainkan Luna?!"


Perasaan Mahessa campur aduk, padahal sisa beberapa jam lagi dia akan menjadikan Luna sebagai istri sahnya secara agama dan negara!


Namun kenyataan pahit hidup Luna baru Mahessa ketahui saat ini.


"Jika begitu, kamu tinggal putuskan hubungan mu dengan Adira!"


Dibalik kecemburuan dan ketidak-mengertiannya akan cerita yang Luna bicarakan dia mengambil kesempatan.


"TIDAAK!!" Luna menjerit mengisyaratkan penolakannya.


"Aku..."


"Apa artinya delapan tahun pernikahan kita jika semuanya berakhir saat ini juga!!"


"Aku memang berniat bercerai!"


"Tapi kamu justru berubah mas!!"


"Kamu seperti yang aku harapkan saat ini!!!"


"Terkadang aku bingung dengan diriku sendiri."


"Ada waktu saat aku ingin berpisah namun di satu waktu aku sangat mencintaimu mas!"


"Aku juga merasa sulit jika harus kehilangan mu!"


Mahessa menutup matanya erat, dia menyimpulkan sementara Luna memang mudah jatuh cinta!


"Lantas bagaimana dengan Mahessa?!"


Mahessa mencoba kembali peruntungannya.


"Pria itu!!"


"Awalnya aku hampir menyukainya!"


"Sikapnya sungguh seperti mu sayang!"


"Bahkan aku mencium aroma parfume mu di dalam dirinya."


"Perlakuan memanjakan ku sungguh sama seperti mu!!"


"Aaarrggh!"


Luna memegang kepalanya merasakan nyeri yang tak terkira. Kembali merasakan apa namanya di tusuk ribuan jarum dalam waktu bersamaan!


"Lunaaa!!"


Luna kini tidak sadarkan diri, ada rasa yang sulit di jelaskan Mahessa akan penuturan Luna yang sedikit diluar nalar.


"Jika kamu memang telah menikah dan memiliki anak dengan Adira, lantas mengapa kamu masih mencintai Diaz?!"


"Lalu aku?!"


"Apa aku menjadi pelampiasan mu?!"


"Karena aku mirip dengan salah satu pria yang kamu sayangi?!"


"Aku sungguh konyol Luna!!!"


* * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2