Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 07 : Godaan Hasrat


__ADS_3

Luna terbangun oleh dering ponselnya, begitu pula Adira, dia langsung berbalik memeluk wanitanya. Luna melihat di layar ponselnya seketika terbangun dan duduk menjawab panggilan yang dirasa akan mencekiknya.


"Halo San..."


"BAGUS KAU YA NALUNA MAHARANI!"


"Cuti meninggalkan banyak sekali pekerjaan... Deadline dan stok barangmu kacau parah!!!"


"NGESELIN NYET!"


"Huhuhu..." Luna pura-pura sendu dengan perkataan kasar temannya.


"Aku minta maaf ya sayaang... Aku janji aku akan ganti semua dengan kopi gratis!" Luna kembali membujuk dengan sedikit sogokan.


"STURBUK!!" Makinya semangat.


"Ye lah..."


"Lu besok masuk, selesain sendiri... Beruntung bu Ajeng ACC lembur kamu di kala kamu cuti!!"


"Lucky banget hidup lu jadi kesayangan para bos..."


Luna menganga tidak percaya apa yang dia dengar. Dia sungguh tidak ingat pasal pekerjaannya.


"Trus bu Lidya ada komplen ga?"


"Enggak cuma laporan closing mingguan cuma elu yang bisa handle kan dia aja ga tau!"


"Ah serius?"


Luna menggenggam erat bantal guling, dia tidak ingat bagaimana cara mengolah data pekerjaannya. Bisa jadi saat ini juga dia lupa cara mengoprasikan komputernya.


"Setelah melahirkan dua anak otakku mendadak tumpul!!"


"Dulu karena tidak di perbolehkan bekerja yang gue hafal cuma lagu-lagu cocomelon punya para bocah!!"


Luna mengurut keningnya merasa frustasi. Sambungan terputus, dia segera menaruh kembali ponsel jadulnya di nakas. Adira menyimpan kembali ponselnya dan menarik tubuh Luna di atasnya.


"Kamu besok kerja yang?"


"Hmmm..." Luna mengangguk pasrah.


"Kok kamu kayak enggan gitu... Biasa kan kamu emang gila kerja..."


"Bahkan kamu ga segan untuk mengabaikan hak cutimu buat kerja dan kerja."


"Aku aja sering banget kamu cuekin gara-gara kerjaan kamu yang ga ada hentinya itu."


"Kamu lebih sibuk dari para manager rasanya!!"


"HAH?" Luna takjub tidak percaya prianya tengah protes padanya saat ini.


"Aku..." Luna bingung harus berkata apa.


Adira segera menarik wajah Luna dan menyesap bibir kesukaannya. Sekarang Adira membalikan badannya dia di atas Luna, tangannya bergerilya di tubuh kekasihnya. Luna mengerjap merasakan kembali sentuhan prianya membuatnya melayang terbang di langit teratas pikirnya.


Adira menyingkap dress tidur Luna, wanita itu membuka matanya sempurna dan mendorong Adira untuk tidak melakukan lebih.


"Mas... Jangan ya..."

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Adira dengan suara berat dan kembali menyesap leher harum kekasihnya.


"Kita tidak boleh terlalu sering berhubungan badan lagi ya?"


"Boleh?"


"Belum tentu juga mas mau nikahin aku!!"


Ucapan sendu Luna menghentikan gerakan Adira, pria itu menelan salivanya menatap lekat wajah kekasihnya dari dekat.


"Aku akan menikahimu sayang... Aku sudah berjanji bukan?"


Luna menatap balik, dia sudah tahu keluarga Adira tidak merestuinya. Dia juga baru kembali mendapatkan memorynya saat ini. Setelah mengetahui pasal kehamilannya dulu Adira kembali memutuskan hubungan karena tidak mendapat restu dari keluarga besarnya. Hanya karena dia berasal dari Distrik dan Kota S.


"Pokonya sebelum menikah kita tidak boleh melakukannya lagi ya..." Rengek Luna.


"Oke sayang..."


Luna membulatkan matanya, semudah itu Adira mematuhi perkataannya.


"Demi langit dan bumi ada apa dengan laki gue?"


"Eh, harusnya gue senang kan ya?"


Batin Luna bergejolak hebat saat ini, disaat dia memutuskan untuk menghindari prianya dia justru mendapatkan perhatian yang diincarnya selama ini.


"Aku mencintaimu mas..." Ujar Luna spontan.


"Aku juga... Sangat mencintaimu Luna..."


Mereka kembali bertautan mesra, awalnya lembut namun kini menuntut. Helaan nafas sejenak untuk menghirup oksigen membuat mereka benar-benar tengah melawan hasrat keduanya. Luna memainkan jemarinya di area paling sensitif dari prianya. Adira setengah frustasi menahannya. Tangannya meremas apa yang bisa dia pegang. Wajahnya turun kebawah menyapu kulit mulus bersih dan harum kekasihnya. Lenguhan pendek wanitanya sukses membuat adik juniornya bangkit dari tidurnya dan siap ikut berperang, dengan sekuat tenaga Adira menahannya. Dia menggigit ujung bukit menonjol menantang itu dengan buasnya.


"Aargghh... M-Mas... Jangan please..." Racau wanitanya sama-sama menginginkan namun tidak ingin kembali kejalan kenistaan.


"Kamu minta kita ga lagi bikin nista tapi kelakuan kamu itu!!" Adira sangat kesal dengan godaan wanitanya.


Luna terkekeh di buatnya "A ku..."


"Udah malam, kamu mau makan apa yang?"


"Kita keluar lagi?"


Adira berinisiatif mengalihkan perhatian saat ini.


"Aku pengen nasi goreng pedes manis sama es jeruk..."


"Tapi aku males banget keluar mas..."


Rengekan manja Luna sungguh membuat Adira ingin menyelesaikan wanitanya saat ini juga.


"Ya udah aku beliin ke pujasera depan kan?" Adira bangkit mengenakan pakaiannya.


"Beneran mas beliin sendiri? Aku ga ngerepotin kan?" Goda Luna dengan tatapan nakalnya.


"Di banding disini terus, mau kamu aku makan sekarang juga?!!" Rutuknya kesal.


"Hahaha... Iya... Makasi sayang.." Luna beranjak dari ranjang memeluk tubuh Adira dari belakang.


"Love you..." Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Love you too sayang.."


Adira meraup wajah Luna dan mencium bibirnya yang kini berbentuk huruf O itu.


"SShh arrghh!!" Adira mendengus masih sangat kesal pasalnya adik juniornya telah berdiri tegak bak keadilan di Negeri yang damai.


Dia segera beranjak keluar kamar kemudian Luna kembali merebahkan dirinya di ranjang yang selalu memiliki daya magnetis untuk membuat keduanya berada di kubangan dosa.


Luna mengambil kalendernya di nakas, dia membolak balikannya. Jika benar hitungannya harusnya saat ini masa menstruasinya. Dia sudah telat 2 hari, selama 3 bulan setelah mereka berhubungan badan sangat ajaib perbedaan masa menstruasinya. Yang awalnya tidak bisa di prediksi kedatangannya, bahkan terkadang berpindah jadwal biasa awal bulan kemudian menjadi akhir bulan.


Namun setelah dia dan Adira berhubungan badan dia merasa semuanya berubah signifikan. Dengan tepat dia bisa memprediksi kedatangan tamunya, tanggal yang selalu sama dengan tanggal datangnya di bulan sebelumnya.


"Aku benar-benar hamil... Harusnya aku udah mens tanggal sepuluh kemarin. Hari ini tanggal 12!"


Luna kembali menaruh kalendernya di nakas, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Bagaimana caranya aku menggugurkan kandunganku sekarang?!"


"Nena maafkan ibu sayang..."


Luna mengusap lembut perut yang sudah sedikit membuncit itu. Tanpa terasa dia menjatuhkan buliran bening dan kembali terisak akan kebodohannya.


"Cinta ama bego itu bedanya tipis banget!!"


"Mau nyesel juga percuma... Emang penyesalan itu selalu datang belakangan, kalo datang di awal itu namanya pendaftaran Naluna dumb dumber!!"


* * * * * * * * * *


Halo reader tersayang, terima kasih sudah mau membaca karya pertama author yang sangat recehan ini.


Semua ini imajinasi dan ada terselip beberapa yang mengalami sendiri atau bahkan pengalaman orang terdekat yang bercerita pada Author.


Mohon bijak dalam memilih bacaan karena kedepan mungkin akan terselip adegan 18+ dan sedikit adegan kekerasan. Terus dukung dengan like, comment, vote dan beri hadiah untuk memotivasi author agar semangat terus!


Berikut bonus visual para pemeran utama dalam Novel, gambar random di pilih sesuai kriteria yang masuk pada jalan cerita.


o(〃^▽^〃)o


☆ N A L U N A ★ M A H A R A N I ☆


Berusia 23 tahun ini, cantik, mandiri, periang dan pintar. Namun sangat mudah jatuh cinta.



☆ A D I R A ★ R E N A L D ☆


Berusia 25 tahun ini, tampan dan imut untuk pria seusinya, mantan suami di kehidupan sebelumnya dan kekasih Luna saat ini. CEO Renald Group, mysophobia dan setia namun juga tidak pandai menahan hasratnya.



☆ M A H E S S A ★ A D Y A T H A M A ☆


Berusia 27 tahun ini, tampan serta dingin, memiliki suara husky dan sangat maskulin. CEO Eternal Trade (ET) pria terkaya kedua di Negara S. Suami kontrak Luna yang sangat setia dan memanjakan Luna.



Jangan lupa buat pencet love, like, comment dan beri hadiah terima kasih semua...


Love You the the Moon and Back!! ʚ♡⃛ɞ (ू•ᴗ•ू❁)

__ADS_1


...─────────ೋღ 🌺 ღೋ─────────...


Note : Sumber gambar dari Pinterest.


__ADS_2