
Luna mendorong tubuh Adira sekuat tenaga. Prianya tengah menggila saat ini di depan kesemua teman mereka.
"Maas!!" Rengek Luna.
"Uhuuy, no sensor-sensor club anjaay!!" Pekik Daniel.
"Lu seneng banget Lun bikin kita patah hati berjamaah..." Canda Rio dengan ekspresi benar-benar patah hati.
Luna menjulurkan lidahnya, dan Adira? Seperti biasa datar tanpa ekspresi yang berarti untuk temannya. Dia sudah tidak peduli mereka akan menyematkan kata apa bagi tindakannya saat ini.
"Dih maen nyosor aja lu mah Dir!!"
"Hargain kito rang!!"
Sungut Hapsari dan Sandra bebarengan. Maya sendiri sangat canggung terlebih dia anak baru yang di tempatkan di lingkungan baru dan sudah mendapat keterkejutan seperti ini.
"Udaah ya... Mon maap tadi iklan sedikit!" Luna menyeringai.
Tanpa di duga Adira bersimpuh di depan Luna.
"Mas ngapain?!" Tanya Luna panik.
Seluruh yang menyaksikan memekik lirih.
Adira menarik kedua tangan Luna dan menciumnya mesra, menatap penuh rasa cinta pada kekasihnya.
"Berapa kali lagi aku harus meminta sayang..."
"Menikahlah denganku secepatnya!"
"Seperti jadwal kita sebelumnya minggu depan kita akan ijab qabul!!"
Adira sudah tidak tahan, sebelumnya dia mencoba menghargai keputusan kekasihnya untuk mengundur kembali pernikahannya. Namun semakin hari dia semakin tidak bisa jauh dari wanitanya. Bahkan dia sudah tidak bisa lagi tidak menjamah wanitanya di sepanjang waktu mereka bersama.
Dengan wajah memelas Adira menatap kekasihnya, kesemua temannya terharu.
"Maaas..." Wajah Luna mulai sendu, bahkan entah mengapa kini kedua netranya berembun.
"Apapun yang kamu inginkan, persyaratan apa pun yang kamu ajukan aku akan coba penuhi sayang!!!"
"Aku mohoon..."
"Sudah cukup kamu siksa aku seperti ini!!!"
Sontak semua orang terkejut dengan apa yang di ucapkan Adira yang benar-benar menginginkan Luna.
"Aku minta maaf!"
"Seperti kesepakatan sebelumnya, kita..."
Luna tercekat, bukan dia tidak ingin tapi tidak bisa. Dengan berat hati dan perasaan sesak lirih Luna kembali menolaknya.
"Tahun depan baru kita akan melangsungkan pernikahan!!"
Adira menundukan wajahnya dan menutup matanya erat Luna telah menjatuhkan air matanya.
"Aku juga sangat ingin hari ini saja kita menikah!"
"Tapi aku minta maaf aku belum bisa mendatangkan papa ku!"
Deg!
Adira lupa, dia sendiri belum dekat dan meminta restu pada keluarga Luna. Semua yang melihat merasa iba. Terlebih Sandra yang mengetahui alasan sebenarnya. Sandra bahkan ikut kembali menangis melihat itu membuat kecurigaan di diri Hapsari.
Bram menatap Luna dengan melengkungkan senyum tipisnya, dengan tujuan yang tidak jelas.
"Tapi aku pastikan, hati dan tubuh ku hanya milik mu!!"
"Begitu pula mas harus berjanji hanya ada AKU!!"
"KAU MILIK KU!!"
"AKU MILIK MU!!"
Luna bersimpuh, menegaskan setiap kata tersenyum dan memeluk erat kekasihnya.
__ADS_1
"Terharu anjeng!!" Pekik Rio lirih.
"Halal ga nih gue video terus gue sebar?!" Canda Daniel.
Plak!
"Babi!" Sandra menepuk Daniel.
Bagas melihat tuannya, dia sangat tahu bagaimana perjuangan tuannya untuk mendapat restu kedua orang tuanya.
"Aku doakan kebahagian kalian tuan Dira dan nona Luna."
Luna menarik tubuh Adira "Udah ya termehek-meheknya..."
"We move to next party!!!"
Luna menyeru mengembalikan suasana yang mendadak sendu yang tidak ada di agendanya saat ini.
Adira menghembuskan nafasnya kasar tersenyum lebar. Luna menjentikkan jari, Bagas mengerti dan mempersiapkan apa yang nona nya inginkan.
"Welcome to our party with me DJ Luna!!"
Luna memekik mendekati meja yang telah disediakan seperangkat alat penunjang aksinya. Semua membuka mata dan mulut lebar. Adira sendiri mengernyitkan keningnya.
Luna mulai set dengan menyalakan musik pertama datang dari Jennifer Lopez - on the floor.
"Let me introduce you to my party people in the club, huh!!"
Luna mulai menyanyi dengan microphone yang di ikuti irama.
"It's a new generation of party people!!" Luna mengangkat tangannya.
"Haseek!!"
"Dugem di pantai kitaaaa!!!"
Sandra dan Hapsari maju ke tengah dan mulai menggerakan tangan dan kepala mereka.
"Edaan!!"
"Taunya suhu!!!"
Daniel dan Rio tidak mau kalah dia mendekati keduanya dan bergabung.
"May sana pepet si Bram!" Ujar Sandra tanpa dosa.
Maya membuka mulutnya lebar. Ini lah kali pertama dia dalam keadaan dimana musik jedag jedug terngiang di telinganya. Dia terlalu polos untuk di buat nista.
"Bangsaat!" Umpat Bram namun dia dekati juga dan mengajak Maya bergabung.
Dengan tersipu Maya menerima ajakan Bram.
Luna memperhatikan Adira yang masih mematung berdiri di depan Luna. Luna sungguh gemas dengan pria yang dulunya baik-baik ternyata dia lah penyebab prianya menuju jalan kenistaan saat ini.
Luna mendekati kekasihnya, meliukkan tubuh seksinya di depan Adira membuat tenggorokan Adira kering seketika dengan terus menelan salivanya. Luna bahkan tidak peduli jika temannya melihat tarian striptis di depan kekasihnya. Mata Adira membulat seketika dengan gerakan Luna yang justru mengundang perkara dengan adik juniornya untuk ikut berdiri tegak sempurna!!
"NALUNAAAA!!" Pekik Adira dalam hati.
Adira merangkul pinggang ramping kekasihnya. Berharap tidak ada yang melihat kekasihnya yang begitu liar saat ini.
Luna terkekeh dengan kekangan kekasihnya, Luna kembali ke tempatnya mengganti dengan transisi ke lagu berikutnya dari LMFAO - Party Rock Anthem.
"Party rock is in the house tonight..."
"Everybody just have a good time!"
Luna menghentikan musik.
"Shake that!!"
Kembali musik EDM yang kentara Luna set dan semuanya menikmatinya.
"Edan sih Luna!!"
"Lu serba bisaaa!!"
__ADS_1
Sandra memekik menunjuk temannya. Luna kembali mengangkat tangannya.
"Scream my name!!"
"Make some noiseeee!!"
Luna membuat suasana hening Laguna menjadi arena dugem saat ini dengan suara menggelegar membuat keluarga Adira terlebih Arnetha sampai terkejut.
"Suara apa ini?!"
"Sepertinya datang dari acara tuan moda nona."
"Karena hari ini kami tutup untuk umum jadi hanya ada keluarga Renald!"
"Astaga!!!"
Arnetha mengusap wajahnya kasar.
"Kamu kayak ga tahu anak muda..." Ujar Nyonya Julia membela apa yang tengah di lakukan anaknya.
Luna kembali mengganti ke Gangnam Style - PSY. Adira sedikit bingung dengan kelihaian Luna dengan alat DJnya.
"Aku baru tahu Luna memiliki sisi ini!"
"Ternyata dia sebebas dan seliar ini pergaulannya."
Adira menyelidik Luna, sedangkan kekasihnya sibuk remix lagu PSY Gangnam Style dengan Bigbang - Fantastic Baby!
"Fantastic Baby!!" Pekik Luna kemudian menari gerakan dance fantastic baby.
"Sumpahnya demi apa Luna beneran sekelas DJ in the club house!!"
Semua temannya tentu saja sangat menikmati terlebih ini gratis!!
"Ok last song we have last farewell from.........."
"B to the I to the G!!"
"Bang...Bang!" Seru Sandra dan Hapsari berbarengan mengetahui intro salah satu lagu favorit mereka.
Luna mendekati Adira yang sedari tadi memang tidak melakukan pergerakan apapun selain memperhatikannya.
Luna menarik tangan Adira membawanya ke tengah arena. Dia mengajari pasangannya, namun ya lelaki kaku itu hanya menunduk malu!
"Yang cowok pendiem yang cewek urakan!!" Ejek Hapsari di sambut kekehan kesemuanya.
"COCOK!!" Pekik semuanya.
Sebelum benar-benar berakhir, sebelumnya Luna telah menyipsikan lagu terakhirnya yang dia akan persembahkan untuk kekasihnya. Kebetulan Luna sudah sangat hapal gerakan dance dari lagu yang akan dia putar. Luna sendiri heran mengapa dia masih bisa hafal semua hal yang tidak begitu berguna ini di banding informasi penting hidupnya.
Luna menyuruh temannya menyingkir dia sendiri menjentikan jarinya. Beberapa dancer yang sudah dia persiapkan sebelumnya berdatangan untuk mengiringinya dan Luna mulai dengan aksinya.
Adira sontak terkejut tidak tahu apa yang akan dilakukan wanitanya. Karena memang semua ini kejutan yang sudah Luna rancang sebelumnya tanpa sepengetahuan kekasihnya, dengan bantuan Bagas tentu saja.
Luna mulai menyuruh Bagas memutar lagu dan dia mulai menggerakan badannya serta ikut menyanyikannya. Adira menutup mulutnya tidak percaya, dia juga menunduk malu tanpa bisa menggerakan tubuhnya.
Luna mulai bernyanyi dan menari seperti biasnya Taeyang dari Bigbang dengan lagu solonya Only you look at me!
Seperti di music video lagu aslinya Luna mengambil topi Adira dan memainkannya seperti Taeyang memainkannya. Adira semakin takjub, dia tidak tahan dia mendekat dan mengangkat tubuh kekasihnya memutarnya beberapa putaran dan berhenti sejenak, dari atas Luna memperhatikan wajah tampan kekasihnya dengan gerakan perlahan Luna memainkan anak rambut kekasihnya.
Adira menurunkan tubuh Luna perlahan.
"I'm so sorry but I love you... I love you more... More!!"
Perkataan Luna semakin membuncah perasaan Adira, pria itu kembali mencium Luna. Saat ini Luna yang terbawa suasana menyambutnya. Dia merangkulkan tangan di belakang kepala kekasihnya, mereka terus saling menyesap mencari kenyamanan dalam tautan bibir mereka yang sudah bertukar saliva saat ini.
"WOOOOYYY!!!" Pekik keseluruh temannya merasa panas hati.
"I hate this love song!!" Sandra menyanyikan lagu mengiringi tautan sahabatnya di sambut temannya Hapsari.
"I hate this love soooong!!"
Keduanya bebal dan tidak peduli, mereka masih tetap bertautan hingga puas kehabisan udara!
* * * * * * * * * *
__ADS_1