Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 55 : Mencintai orang yang salah


__ADS_3

Pov Mahessa.


"Farell pekerjakan lagi para hacker untuk mencari tahu siapa dalang di balik kerusuhan ini!"


"Baik tuan. Apa ada hal lain?"


"Tidak ada."


"Saya pamit undur diri." Ujar Farell seraya menutup pintu.


Mahessa telah meremas data Adira Renald yang ia dapat setelah menyuruh Farell mengidentifikasinya dan butuh waktu selama dua hari. Salah satu keluarga kaya yang selalu bisa menyembunyikan pamornya. Tidak bisa sembarang orang mengambil data tentang mereka. Tingkat keamanan informasi mereka Mahessa akui sangat hebat.


"Dibanding dengan total kekayaanku mereka bukanlah tandinganku."


"Adira Renald...'


"Terima kasih kamu membukakan jalan untuk ku mendekati wanitamu."


"Aku sangat menginginkan wanita mu menjadi milik ku."


"Kamu sudah memperlakukannya dengan buruk. Maka ijinkan aku mengganti posisimu!!"


Hari ini urusannya di HK telah selesai. Dia meminta Farell mempersiapkan keperluannya untuk berada di kota B selama Adira pergi. Mahessa tidak sengaja mengetahui Adira akan diangkat menjadi CEO RG dalam minggu ini di ibu kota. Ini kesempatan emas untuknya menemui pujaan hatinya. Selain itu Mahessa juga menyuruh Farell mempersiapkan jamuan makan malam di Marina dan satu dress untuk dikenakan Luna disana.


"Farell, kamu sudah melacak dimana keberadaan Luna?"


"Sudah tuan, dia berada disalah satu mansion milik keluarga Renald."


"Dia sudah pindah?"


"Sepertinya begitu."


"Retas CCTV khusus area tempat Luna, berikut dengan area rumahnya."


"Manipulasi semuanya, namun data asli aku menginginkannya!"


"Aku akan menggunakannya menjadi senjata. Hahaha"


"Baik tuan."


* * * * *


Akhirnya Mahessa bisa menemui kembali cutiepie nya, tentu saja dengan sedikit ancaman. Seperti yang dia perkirakan Luna akan mencoba menghindarinya. Sikap apa adanya Luna di hadapan Mahessa, membuat pria itu semakin tertarik dengan wanita itu. Terlebih hanya bersama Luna gairah Mahessa meningkat pesat.


"Kamu sungguh menarik perhatianku cutie!"


Setiap kali ingin merasakan manis bibir kekasihnya, Luna selalu menolak yang membuat Mahessa semakin ingin memilikinya. Luna sangat tidak bisa Mahessa prediksi sifatnya, terkadang wanita itu menolaknya, namun di waktu bersamaan Luna tengah menggodanya membuat Mahessa tidak bisa melakukan apapun terhadapnya.


"Sepertinya aku pernah melihat dia dimana ya?"


Mahessa menyelidik tampilan Luna saat ini, dia gelisah karena wanita di depannya cantik luar biasa. Namun garis wajahnya mengingatkan dia pada seseorang. Mahessa menelan salivanya, bersama Luna pikiran nistanya selalu tercipta. Saat keduanya berdansa Mahessa sudah menduga Luna sangat terbiasa.


"Apa mungkin dia sering melakukan ini dengan Adira?"


Untuk pertama kalinya Mahessa mendapatkan perasaan yang sulit dia jelaskan dengan kata, perasaan yang membuncah melihat wanitanya mengajaknya ke tepian pantai dengan bermain air ke arahnya dengan suara tawa renyah yang menggoda. Mahessa sungguh tidak tahan untuk tidak menyesap bibir seksi natural di bawah cahaya temaram rembulan.


"Aku sungguh menginginkannya..."


"Mengapa aku datang terlambat cutie..."


"Seandainya aku lebih dulu menemuimu, kamu tidak akan pernah aborsi bukan?!"


Tapi pikiran kolot yang ingin menjaganya sirna saat mereka berduaan di kamar karena Luna bersin, Mahessa mengajak Luna beristirahat sejenak di bungalau yang sudah di sediakan. Dengan spontan menawari wanitanya sampanye, tampilannya sungguh sangat menggoda. Belahan dada wanitanya membuat dia terus menelan salivanya berkali-kali.


Mahessa mendekati Luna dan melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya dengan wanita manapun.

__ADS_1


"Selamat Mahessa selama 27 tahun hidup di dunia, kali ini merasakan juga apa itu bagian yang selalu di sensor dari seorang wanita."


"Aku bisa menggila terus seperti ini!!"


"SANGAT WAJAR ADIRA BISA MENGHAMILINYA!!!"


Beruntungnya Mahessa masih bisa mengintrol gairahnya yang sudah membara, dia ingat tidak ingin membuat kekasih hatinya itu kecewa padanya.


"Mahessa apa yang akan kamu lakukan barusan!!"


Mahessa sendiri hampir melakukannya dengan Luna, dia bahkan merobek dress yang di kenakan Luna. Mahessa bergegas keluar menyuruh wanitanya berganti pakaian dan selagi menunggu dia menenggak beberapa gelas wine.


Setelah berada di pelataran mansion milik Luna, Mahessa sungguh enggan berpisah. Wanita itu selalu saja menarik ulur perasaan Mahessa. Membuat si pria putus asa dengannya. Mahessa tidak berniat menggunakan Luna sebagai alat untuk menyerang tetua Adyatama, namun dia butuh cara untuk menjerat Luna.


* * * * *


Sesuai kesepakatan sebelumnya selama Adira tidak ada Mahessa menggantikan menjadi supir pribadinya.


"Aku Mahessa Adyatama seorang jutawan yang sangat mudah bisa mendapatkan wanita manapun."


"Tapi menyerah, justru menerima menjadi pria simpanan seorang wanita biasa bernama Naluna Maharanni!!"


Mahessa mengejek dirinya, dia sungguh semakin menyukai Luna. Wanita itu memasak sarapan pagi, dan dia memakannya bersama. Mahessa tidak bisa mendapatkan identitas Naluna menggunakan informasi intel. Dia mencoba mengoreknya sendiri dari Luna. Namun, bukan masuk ke intinya Mahessa justru bertanya mengapa Luna bisa mencintai pria brengsek seperti Adira.


"Betapa beruntungnya Adira, di cintai Luna sebesar ini."


"Bahkan jika dia tahu status ku."


"Dia terus saja setia pada kekasihnya."


"Luna..."


"Aku akan membuatmu berpaling darinya, dan akan membahagiakan mu seumur hidup ku!"


"Huh!"


Mahessa segera melakukan verifikasi dokument, namun lagi-lagi pikirannya kembali menampilkan sosok wanita dengan tawa dan senyum manisnya. Bahkan suara lenguhan wanita itu kini kembali mendera kepalanya.


"Haiiisshh!"


Mahessa menyambar ponselnya, mengirimi wanita pengganggu pikirannya dengan pesan singkatnya. Sejujurnya dia ingin mengatakan dia merindukannya. Belum ada 24 jam mereka terpisah Mahessa sudah sanagt rindu dengan wanita pujaan hatinya.


"Dia meminta aku tidak membawa mobil mewah?"


"Aku tidak tau mobil apa yang cocok?"


"Disini aku hanya menyimpan tiga mobil saja!"


"Farell masuk."


Akhirnya Mahessa meminta bantuan pada Asistennya.


"Baik tuan."


Tidak berapa lama Farell menemui tuannya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Segera belikan aku mobil baru!"


"Bukan mobil mewah!"


"Aku pakai mobil itu pukul 5 ini!"


"Jika terlambat kamu tahu konsekuensinya!!"

__ADS_1


"Bukan mobil mewah jadi mobil apa tuan?"


"Kamu bertanya padaku aku bertanya pada siapa?!"


"Baik tuan."


Setelah Farell keluar Mahessa kembali memeriksa semua dokumen yang harus dia verifikasi, dia ingin saat bertemu kekasihnya semuanya telah selesai.


Di ruangan asistennya


"Angela.."


"Hmmm...."


"Menurutmu bukan mobil mewah itu apa?"


"Apa?"


"Apa yang ingin kamu tanyakan aku tak paham!"


"Aku juga!!"


"Aku sudah pusing dengan masalah para hacker di HK sekarang tuan sedang ingin membeli mobil dalam waktu satu jam ini syaratnya bukan mobil mewah."


"Apa mungkin aku belikan Avanza?"


"Hahahaha"


Angela terbahak puas melihat ekspresi Farell yang sedang kebingungan. Mereka memang sudah sangat terbiasa dengan beban pekerjaan seperti ini.


"Aku ingin tahu apa kamu berani membelikannya Avanza dan setelah itu kamu akan berada di Afrika!" Kembali gelak tawa Angela membahana.


"Sia-sia sepuluh menitku bertanya padamu!" Umpat Farell kesal.


Farell segera menghubungi seseorang.


"Hallo Mr. Huang."


"Tuan Mahessa menginginkan sebuah mobil baru yang akan dia gunakan pukul lima nanti.'


"Jangan sampai terlambat."


"Pastikan semua dalam keadan berfungsi baik dan dengan ekstra keamanan."


"Satu lagi syaratnya adalah bukan mobil mewah!"


"Kamu tanya saya, saya tanya siapa?!"


"Mobil yang cocok dengan perawakan tuan Mahessa tentunya."


"Jangan sampai telat pokoknya."


"Jika mau showroom anda aman! Anda sangat mengenal tuan Mahessa seperti apa."


Farell menghela nafas, setidaknya dia sudah berusaha sesuai yang tuannya minta. Namun beberapa saat kemudian terdengar teriakan tuannya dari dalam ruangan tuan besarnya.


"FARELL!!"


"Nasiiib..."


"Walau gajiku ratusan juta tapi dalam tekanan seperti ini aku bisa jadi kasim seumur hidup!"


Anggela kembali berkelakar, sungguh hiburan receh saat melihat rekannya tertindas.


* * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2