Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 47 : Godaan Wanita


__ADS_3

Dering alarm di ponsel Luna membangunkannya dari alam mimpi. Luna merasa ada beban ditubuhnya seperti ada seseorang.


"Aaaaa..."


"Sejak kapan mas Dira pindaaaaah." Pekik nya tertahan.


Luna menatap tubuhnya ia masih berpakaian lengkap berarti tidak di usili semalam.


"Huff..."


Luna segera bergegas menunaikan kewajibannya. Setelahnya baru membangunkan Adira untuk segera melakukannya juga. Setelah beres semuanya Luna bergegas menyiapkan sarapan.


"Mas mau mam apa?" Tanya Luna pada Adira yang sedang menonton berita.


"Apa aja yang kamu masak aku makan. Bahkan aku bisa memakanmu sekarang." Jawabnya datar dengan pandangan yang masih ke arah televisinya.


"Gggrrrrrrrr" Erang Luna kesal dengan jawaban prianya.


Kini sarapan tengah tersedia diatas meja Luna memanggil kekasihnya dan memulai sarapan mereka.


"Mas jam berapa masuk kamar?" Luna memulai pembicaraan.


"Lupa... Kamu tega banget ninggalin aku di tengah rumah sendirian!!" Jawabnya ketus.


"Jadi ke negara S?" Sambung Luna kemudian.


Adira mengangguk seraya menghabiskan kopi hitam yang Luna buatkan khusus takaran dia.


"Mana aja yang mau di bawa keekspedisi yang?" Tanya Adira seraya beranjak dan menyimpan bekas makannya.


"Semua ini..." Luna menunjuk ke area pojokan khusus tempat Luna menyelesaikan jualan onlinenya. Dalam seminggu ini Luna closing sekitar lima puluh paket fashion dan aksesoris. Mahessa yang membantunyamengambil barang di pihak grosir. Seketika ingatan tentang Mahessa terlintas di benak Luna kemudian segera dia tepis.


Luna merangkul Adira manja, prianya menyambut dan mencium bibir kekasihnya.


"Ayok siap-siap... Jangan lupa paspor ya sayang..." Adira kembali mencium bibir kekasihnya yang selalu membuatnya candu.


Luna merasa sangat bahagia saat ini, dimasa lalu dia ingat prianya tidak pernah mengajaknya kencan jika bukan di ranjang.


"Kita nginep apa pulang pergi?" Tanya Luna kembali memastikan.


"Nginep."


"Baju ku di koper itu yang, kita pake satu koper aja cukup kayaknya!"


"Kalo enggak beli aja disana!!"


Luna terkekeh dengan tingkah kekasihnya. Adira tengah sibuk menata paket dalam plastik besar.


Luna kembali menghambur merangkul kekasihnya kembali mengucapkan terima kasih dan Adira membalas mengecup keningnya.


Semua ini membuncah perasaan Luna, dia merasa seperti kembali menjalani rumah tnagga dengan prianya. Dia sempat berpikir mengakhiri dosa mereka dengan menyetujui untuk segera mengadakan pernikahan.


Tiba-tiba Luna terlintas ide baru untuk bisnis onlinenya.


"AHA!! Aku ingat dulu juga ada trend jastip!"

__ADS_1


"Jasa titip barang macam-macam."


"Aku cobain aja deh aku share di group jualanku test ombak lalu kita liat peminatnya." Ujar Luna penuh semangat!


Luna sibuk mengetik sesuatu di group jualan. Kemudian dia meninggalkan ponselnya dan dilanjutkan memasukan barang bawaan yang akan mereka bawa. Dua puluh menit kemudian mereka sudah siap untuk pergi.


Diawali pergi ke tempat ekspedisi yang sebenarnya tidak jauh dari mansionnya. Tepatnya di area pertokoan Central Park depan kosannya dulu. Luna meninggalkan paketnya tanpa dia tunggu untuk upload resi pengiriman.


Pihak admin akan dengan senang hati memfotokan resinya dan Luna biasa akan menjemput fisiknya di hari berikutnya. Luna sungguh sangat menyukai pekerjaan ini. Walau melelahkan tapi dia suka memiliki banyak kegiatan!


Sekarang mereka tengah berada di pelabuhan. Luna sungguh tidak menyangka akan pergi kesana lagi dan hanya ada mereka berdua terlebih ini adalah kencan mereka yang pertama setelah Luna di hidupkan kembali.


Tangan mereka tidak pernah terlepas saling menggenggam. Bahkan di dalam mobil sekalipun Adira selalu menggenggamnya sesekali mencium dan menggigit jemari Luna. Semua yang dilakukan Adira saat ini sama seperti yabg di lakukan Mahessa sebelumnya.


Seperti biasa di kapal ferry Luna selalu ketakutan. Adira yang menyadarinya akan selalu menenangkan wanitanya.


"Adira Renald, aku sangat mencintaimu..." Gumam Luna lirih dalam dekapan prianya.


"Love you too so much dear..." Manik matanya menatap Luna saat ini. Wajahnya mendekat dan mencium bibirnya cepat. Luna tersipu dibuatnya mereka sengaja memilih duduk menyepi agar tidak jadi konsumsi publik.


"Mas, jangan gitu aku mual mau muntah rasanya nyium bau solar!"


Adira terbahak setelahnya. "Kamu tuh lucu banget deh Luna!" Kini dia menggigit kuping kekasihnya.


"Mas ni! Sejenis karnivora ya..." Luna mulai kesal.


"Iya, aku pemakan manusia bernama Naluna Maharani."


* * * * *


Luna sungguh tidak sanggup menahan mual.


"Kapalnya goyang-goyang iya kalau kita lagi joget. Ini kagak! Tidak mengapa aku di bilang norak. Bodo amat!"


Adira hanya terkekeh dengan tingkah pacarnya. Mereka sudah melalui pos imigrasi. Luna bertanya kemana tujuan awal destinasi mereka. Mereka sungguh sudah tidak sabar sebelumnya mereka membeli nomor ponsel baru untuk mengaktifkan internet.


"Biar hemat cin!" Pekik Luna tengah memasang sim card.


"Walau saldoku sudah berlambang M tapi irit adalah jalan ninjaku!"


Mereka berdua segera bertolak dan lokasi pertama yang akan mereka kunjungi adalah food court.


"Aku sungguh lapar!


Vacation hari ini terbilang mendadak jadi mereka jalan kemana yang mereka inginkan saja. Mereka juga tidak terikat waktu.


"Sayaaaang..." Panggil Luna manja pada kekasihnya.


"Hmm..." Adira menjawab di tengah suapan ramennya.


"Boleh ga...." Luna berbicara hati-hati.


"Ko mendadak ga enak perasaan!" Canda Adira membuat Luna menyeringai.


"Tadi aku iseng di group jualan bilang mo ngadain jastip... Hehehe."

__ADS_1


"Katanya seluruh waktumu untukku hari ini. Masih aja jualan Nalunaaaaaa!!!" Rutuk Adira menunjuk-nunjuk jidat kekasihnya dengan sumpit.


"Aoow sakiiit." Rengek Luna manja mengusap jidatnya.


"Hmm mau belanja kemana emang?"


"Boleh? Asiiiikkk..." Luna bersorak.


"China town, Little India sama Royal Junction!" Imbuhnya kemudian.


Adira menghembuskan nafas perlahan "Benerkan ga enak perasaan aku!"


Luna terbahak dengan ekspresi kekasihnya.


* * * * *


Dua puluh menit mereka habiskan dengan makan dan bercengkrama. Lagi-lagi ini sangat jarang terjadi dikehidupan Luna sebelumnya. Biasa mereka makan dalam keheningan membahas yang seperlunya. Mungkin juga karena dulu ada anak-anak jadi memang mereka tidak ada waktu untuk bertanya selain hal aanak


Mereka terlalu sibuk dengan mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik. Namun kerap kali abai dengan menjadi pasangan yang baik.


Saat ini, Luna juga tengah berusaha memperbaiki hubungannya dengan Adira. Memperbaiki komunikasi serta hubungan personal yang berharap dari sini mereka akan lebih baik lagi dalam mempersiapkan masa depan.


Luan juga mulai menyadari untuk lebih menurunkan kadar ego. Jika biasa Luna juga tidak mau menyapa duluan tidak berusaha mencari topik pembicaraan lainnya. Maka mulai hari ini Luna akan terus membuat hari-hari mereka terkesan dan lebih bahagia.


Luna juga merasakan kekasihnya tengah mencoba memperbaiki sifatnya. Komunikasinya menjadi lebih baik, tidak sedingin saat pertama pacaran. Sikapnya juga lebih romantis seperti saat ini. Prianya juga bisa mengendalikan hasratnya. Jika dulu akan meminta setiap hari saat pulang bekerja kali ini Adira lebih bisa di ajak kerja sama jika Luna tidak menginginkannya.


Masalah terbesar untuk Luna saat ini adalah hadirnya Mahessa membuat dia sangat gundah. Mereka bahkan telah melakukan hubungan rahasia yang tidak sekedar teman biasa.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Adira menyapa kekasihnya dari belakang.


Mereka sengaja dari lokasi tempat makan ke seputaran moeslim street untuk menunaikan kewajiban terlebih dahulu. Setelahnya baru mencari barang-barang yang akan ia jual di Jastip.


"Mikirin apa yang mas suka dari aku?" Luna mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aku menyukai semua hal tentang Naluna. Terlebih saat diranjang!" Jawabnya serius di indra pendengaran Luna.


"Dasar MESUM!" Luna memukul bahunya pelan.


"Sayang kita ke China Town dulu ya..." Luna sangat bersemangat.


"Siap nyonya....." Adira menjawab dengan sangat manis.


Rasanya Luna kembali dibuat jatuh hati. Dengan merangkul tangannya Luna mengajak prianya berjalan hanya sekitar satu blok saja dari masjid tempat mereka menunaikan iibadah


Luna sibuk memfoto dan menawar harga hingga deal! Baru ia sebar di group.


"Luar biasa respon yang mereka berikan! Aku sampai terharu." Batin Luna terus menjawab berbagai chat customernya.


Sudah sepuluh paper bag besar hasil penjarahan hari ini. Disambut dengan wajah masam sang pujaan hati. Luna terkekeh dengan tingkah kekasihnya, tinggal satu titik terakhir yaitu Royal Junction.


Disini tempat barang-barang branded mewah yang akan melongsorkan setiap isi atm penggunanya. Sekali lagi takjub dengan respon positif dari para customer setianya. MNG, Zara, C&K dan ada banyak lagi. Luna sudah tiydak sanggup dia mengakhiri menjelang senja.


"Maaf ya sayaaaang. Godaan wanita itu harta, tahta, zalora, zara, prada, sociolla, lazada...." Luna terkekeh.


* * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2