Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 21 : Kenyataannya


__ADS_3

Pov Adira


Hari ini perasaan Adira tidak seperti biasanya. Dia memacu motornya menjemput kekasih hatinya yang sudah membuatnya mabuk kepayang selama delapan bulan kebersamaan mereka. Seperti biasa Adira akan menunggu kekasihnya di bawah setelah dia mengirimkan pesan singkat. Namun hari ini dia tidak kunjung terlihat bahkan smsnya tidak ada balasan. Adira segera menghubunginya dengan kesal!


Luna mengatakan bahwa ia cuti karena kesiangan. "Apa yang dia lakukan semalam?"


Hubungan mereka memang sedang merenggang, Adira sendiri ingin sekali untuk segera meminang kekasihnya itu agar dia tidak lagi melakukan dosa dengan terus melakukan hubungan badan dengan kekasihnya itu. Namun sialnya keluarga besarnya tidak merestui dia menikahi Luna.


"Tidak biasanya Luna mendadak dalam hal cuti. Apalagi dia ini seorang yang gila kerja. Hari biasa saja orang pulang dengan tepat waktu dia malah menghabiskan waktu dengan lembur sampai malam bahkan nampaknya dia tidak akan pulang jika tidak aku marahi dan segera menjemput dia pulang. Totalitas sekali dalam bekerja aku kurang suka!"


Selain gila kerja Luna juga tidak pandai menjaga kesehatan terutama masalah makan tepat waktu. Adira sangat mengetahui pasal kesehatan Luna. Bahkan wanita itu demi menjaga penampilannya tetap langsing mempesona dia selalu melakukan diet yang menyiksa dirinya.


"Ah, sudah tidak sempat mengejar waktu kerja! Apa aku juga cuti sekalian? Sudah lama aku tidak berduaan


dengan Luna." Senyumnya mengembang seketika.


Setelah membelikannya sarapan pagi Adira bergegas menemui pujaan hatinya. Adira sendiri tengah di buat pusing dengan keputusan keluarganya tentang Luna yang hanya karena berasal dari Distrik S dia di tentang habis-habisan. Bahkan saat Adira mengatakan tidak peduli dia akan tetap menikahinya papanya kembali mengalami serangan jantung. Hal itu lah membuat Adira terlihat plin plan saat ini.


"Aku sudah menikmati tubuhnya tidak mungkin aku tidak menikahinya. Aku juga tidak sanggup melihat Luna bersama pria lain!!"


Adira tiba-tiba ingat saat cuti pulang kampung Luna memintanya untuk putus hubungan dengannya. Saat itu dia tidak terima atas keputusan sepihak Luna yang tidak ada angin dan hujan dia meminta putus begitu saja. Memang benar sebelumnya aku juga sudah meminta putus pasalnya setiap kali di sampingnya aku selalu ingin melakukan hal nista dengannya. Tapi saat kembali bertemu dia justru seolah tidak ingat dengan ulahnya yang meminta putus. Adira merasa beruntung Luna melupakan hal itu, dia benar-benar tidak bisa jauh dari wanitanya saat ini. Wangi tubuhnya sungguh menjadi daya tarik adik junior Adira yang selalu meronta tidak sabar memiliki wanita pujaannya.


* * * * *


"Bukannya dapat sambutan seperti biasanya Luna malah terlihat aneh saat ini."


"Apa yang terjadi dengannya.. Dia seolah tidak ingin aku sentuh kembali."


Sejujurnya ada rasa lega pasalnya Adira juga sudah sangat menahan hasratnya agar tidak mencuat tetapi prilaku wanitanya sangat tahu kelemahan Adira. Itulah alasannya mereka selalu melakukan hubungan badan setiap harinya. Bahkan Adira bisa melakukannya berkali-kali di dalam kamar kosan Luna yang sangat menjaga privasi.


"Aku sungguh-sungguh candu dengan tubuh Luna."


"Mengapa dia mau memberikannya begitu saja ya?"

__ADS_1


"Dia bahkan tidak pernah menolak, hanya cerewet untuk memakai pengaman agar tidak hamil."


"Aku pernah baca bahwa selama sp*rma kita di keluarkan di luar maka akan aman."


Adira menelan mentah-mentah informasi itu tanpa dia tahu kebenaran sesungguhnya, sampai akhirnya seminggu sebelumnya dia mengajak Luna liburan di salah satu resort milik keluarganya. Dia telah menyuap beberapa pegawai agar tidak melaporkannya pada keluarga besarnya. Seharian penuh Luna di tawan Adira di kamar, Adira bahkan lupa bahwa dia harus mengeluarkan di luar.


"M-Maas..."


"Aku lagi subur!!"


Rengekan Luna membuat darahnya terus mendesir hebat meminta lagi dan lagi. Tidak pernah puas menyelesaikan sekali bahkan dua kali tidak pernah cukup.


Sejujurnya sepertinya Luna menyadari bahwa prianya telah membohonginya.


"Mas keluar di dalem ya!!!" Pekiknya tidak terima.


"Enggak yang... Liat nih!"


"Iiiihhh!!"


"Dan sekarang kamu muntah di pagi hari!!" Wajah Adira pucat saat mendengar wanitanya muntah hebat di kamar mandinya.


"Kamu kenapa sayang? kamu hamil?"


Pertanyaan itu tiba-tiba saja Adira lontarkan. Semenjak kejadian di Laguna, pria itu selalu gelisah sepanjangharinya.


"Aku tidak hanya melakukan sekali tapi berkali-kali menembakan benihku sepanjang waktu!"


"Apa lagi yang bisa aku pikirkan jika bukan hamil? Dia juga belum menstruasi bulan ini!"


"Aku harus membelikannya testpack aku harus membuktikannya!"


"Aku benar-benar tidak bisa tenang sekarang!"

__ADS_1


* * * * *


Hari ini di system e-training Adira melihat nama kekasihnya di salah satu jenis pelatihan yang di adakan perusahaan di Negara sebelah. Adira memeriksa apa ada juga untuk divisinya. Dia melebarkan senyumannya dan dengan segera membuat aplikasi untuknya dan salah satu temannya yang mana ternyata dalam satu divisi di isi dua anggota.


Diantara rekan kerja Rio, Daniel dan Bram sepertinya Daniel yang masuk kriteria. Bram sedang sibuk dengan new system produksi. Rio juga sedang proses instalasi di area logistik. Hanya Daniel yang bisa meluangkan waktu.


"Nil, Lusa ikut training ke negara S ya..."


"Jangan lupa siapkan paspor!" Titah Adira yang memang sudah di anggap Leader disana. Bahkan tahun depan dia sudah di canangkan menjadi Supervisor oleh bosnya.


Daniel yang sedang sibuk dengan pekerjaannya menoleh "Training ke Negara S? Maaau bang!" Dia langsung menyetujuinya dengan penuh semangat.


Akhirnya hari yang di tunggu tiba, kapan lagi bisa berpacaran keluar Negara di biayai perusahaan berkedok Business Trip. Luna terkejut melihat kekasihnya, Adira senang sekali mengusili pacarnya.


Selama perjalanan ada rasa hangat menjalar di dalam hati Adira. "Selama ini aku tidak pernah mengajaknya kemanapun ia suka. Aku sungguh tega hanya menjadikannya pelampiasan kebutuhan fisiologisku yang tidak bisa aku tahan."


"Luna maafkan aku, mulai saat ini aku akan mencoba membahagiakan mu sayang!"


Lagi-lagi tubuh Luna memiliki daya magnetis membuat aku terus ingin menempel dengannya, aku memeluk dan menciuminya di depan umum.


"Aku yang biasa dingin dan cuek bisa di taklukan oleh mu sayang.. Aku yang di ajari untuk melakukan sopan santun di depan umum semua sirna begitu saja!!"


"Maafkan aku!!"


Hal yang tidak terduga adalah temannya Sandra memergoki tingkah mesum mereka membuat Adira tidak nyaman namun masih menginginkan. Setelah sampai kembali di kota B dia bergegas melakukannya kembali di dalam kamar Luna. Adira sudah gelap mata, tubuh Luna seolah merupakan Opium bagi Adira. Dia bahkan tidak tanggung dengan mengeluarkannya di dalam.


"Harusnya dia menolak merengek dan mengomel!"


"Saat ini dia membiarkannya... Mungkinkah dia sudah mengetahui sebenarnya?"


"Apa dia akan menutupinya dariku? Tapi buat apa?"


Kecemasan itu menguap setelah kecupan hangat Luna berikan di dada bidangnya. "Kamu memang senang bermain Luna!!!"

__ADS_1


* * * * * * * * * *


__ADS_2