Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 113 : Kejutan atau Terkejut?


__ADS_3

"Eh, itu seperti bos yang barusan wawancarai aku?!"


"Wanita itu pasti istrinya."


"Hebat ya, mereka masih sangat muda tapi sudah menikah."


Maya terus memperhatikan calon bos barunya kelak. Dia langsung membulatkan mata saat beberapa paper bag belanjaan Luna yang sudah sangat banyak di tangan pria yang dengan sabar bahkan terlihat aura kasih sayang terpancar di keduanya.


"Gila banget belanjaan binik nya!!"


"Bos mah bebas sih..."


Setelah selesai dengan urusannya di Pasific, Maya juga bergegas mengisi perutnya sebelum dia harus puasa beberapa jam sebelum besok pagi dia melakukan MCU. Dia memilih Plaza karena jarak yang paling dekat.


Dia tidak menyangka bisa mendapati keberadaan seorang pria dingin dan angkuh yang baru saja mewawancarainya bersama kekasihnya. Luna terlihat menggelayut manja di lengan Adira.


"Mas mau makan disini apa aku masak di rumah?!"


"Kalau aku tentu saja minta kamu masak..."


"Tapi kalo kamu cape kita beli aja."


"Aku pengen beli hokben. Hehe!!"


Luna menyeringai dengan keinginannya. Adira mengusap lembut kepala Luna gemas. Bagas yang sebelumnya di minta untuk menyusulnya saat ini telah di beri mandat menaruh barang jualan Luna ke mansion Aston. Bagas bergegas melakukannya.


"Enak banget ya punya pasangan kaya!"


"Kapan gue?!"


Maya menyesap orange jus pesanannya kemudian bola matanya membulat saat pasangan yang dia perhatikan melaju mendekat ke arah dimana dia mengganjal perutnya.


Luna dan Adira menuju stand makanan yang barusan Luna sebutkan dimana Maya berada saat ini. Maya gelagapan, walau sejujurnya belum tentu juga keduanya mengenalinya. Namun dari tempatnya dia bisa melihat jelas apa yang keduanya lakukan. Membuatnya malu sendiri dan menundukan wajahnya.


"Mas mau pilih menu apa?!" Tanya Luna manja.


"Mau kamu..." Bisik Adira lirih di telinga Luna.


Luna menggerakan tangan kekasihnya yang masih bertautan dengan tangannya.


"Serius ih!!"


Adira tersenyum manis sekali membuat siapapun yang melihatnya pasti jatuh cinta padanya.


"Astagaaa!!" Jerit batin Maya saat melihat pesona ketampanan bosnya yang baru dia lihat.


"Samain aja, atau kamu yang pilih!" Adira mengecup kening Luna tanpa malu di hadapan publik.


"Ih mas ni!!"


Luna tersipu malu dengan perubahan besar kekasihnya. Luna mencium punggung tangan Adira yang masih menggenggam erat tangannya. Adira menatap lekat wanitanya dengan menggerakan bibirnya tanpa suara namun Luna dengan jelas bisa membacanya. Bahkan Maya sendiri, bisa-bisanya dia berhalunisasi bos nya itu tengah mengungkapkan pada dirinya.


"L o v e y o u!"


"Love you too!" Luna tidak tahan memeluk prianya. Adira mengulumkan senyum tampannya.


"Stop mas aku ga kuat!!" Bisik Luna.


Adira terkekeh kali ini. Maya sungguh beruntung memilih makan disini. Dia bisa melihat sisi tampan dan ramah dari bosnya.


Luna dan Adira selesai memesan mereka duduk tepat di depan Maya. Maya menelan salivanya. Dia bahkan bisa mencium wangi parfume Luna dari mejanya.


"Buset dah bos gue beneran ga kenal ama gue!!"


"Ceweknya cantik gini ya wajar lah ya..."


"Ko gue merasa nyesek sendiri... Lah gue ini siapa kenal barusan juga. Tapi liat kemesraan mereka gue irii!!" Rutuk Maya dalam hati.


"Lah elu disini juga?!"


Terdengar suara wanita yang sangat Luna hapal yang sore tadi mengantarnya kini mendekatinya.


"Loh bukannya pulang?!"


"Ngapain Lu?!"


Luna menjawab pertanyaan Sandra sebelumnya. Adira mengubah ekspresi raut wajahnya seketika.


"Biasa aja sih brow!" Ejek Sandra.


"Ganggu!!" Ujar Adira menenggak air mineralnya.


"Lah Mayaa?!"

__ADS_1


Maya membulat saat melihat sepupunya ternyata mengenali orang yang Maya perhatikan dari tadi. Adira tidak memperhatikannya dia sibuk dengan makanannya dia lapar ternyata. Luna membalikan wajah bingungnya.


"Lu kenal?!" Tanya Luna menunjuk masing-masing.


"Iya sepupu kecil gue!"


"Owh..."


Maya tersenyum canggung. Dengan polosnya Luna mengajak mereka bergabung.


"Ya udah sini gabung aja barengan."


"Sepupu Sandra kan?" Ajak Luna.


Adira mulai terganggu dengan perkataan calon istrinya.


"Buat apa sih yang?!"


"Mereka kan bisa pilih kursi mereka sendiri!!"


"Dih kebiasaan lu mah Dir!!" Sandra tidak mempermasalahkan dia bergegas memesan makanannya.


"Makasih kak saya disini aja." Tolak Maya.


"Mas ni, biar rame aja!"


"Ayuk sini..."


Luna memaksa kemudian dengan enggan Maya masih bertahan di kursinya menunggu Sandra menyelesaikan pesanannya.


"Gue sih seneng bener ganggu lu!!" Sandra menggoda Adira yang di sambut dengan tatapan dingin pria itu.


"Sini aja May gabung..." Ajak Sandra.


"Gue udah beres sih dah mau pulang kak."


"Dih elu di panggil kakak!!" Ejek Luna cengengesan.


Adira membuang nafas kasar, salah satu alasan dia tidak suka makan di luar karena akan ada yang mengganggu kebersamaan dia dan kekasihnya.


"Kenalin ini Luna, temen se kantor!"


"Hai Luna..." Luna mengulurkan tangan di sambut oleh Maya dengan gelagapan.


"Maya kak..."


"Minggir!!" Adira mendorong tubuh Sandra.


"Jir biasa aja keles!!" Sungut Sandra.


"Nah yang ini lakinya Luna yang begini nih perusak suasana!!"


Luna terkekeh dia menarik tangan Adira dan menarik kursi untuk kekasihnya.


"Bodo!" Jawab Adira angkuh bahkan kini telah mencium lembut pipi Luna.


"Dih pamer teruss biar apa?!"


"Panas ya?!"


"Makanya cari jodoh gih!"


Luna memprovokasi dengan menggelayut manja di tubuh harum kekasihnya yang membuatnya selalu ingin hanyut dalam dekapan prianya.


"Cih!"


"Belum halal juga!!"


Sandra mengumpat lirih, membuat Maya membulatkan matanya merasa bahwa informasi sebelumnya dia telan bulat-bulat. Dia pikir kedua pasangan ini telah menikah muda.


Luna menunjukan ekspresi tidak suka bahkan dengan wajah cemberutnya.


"Iya-iya yang bentar lagi wedding!"


"Kan aku dah bilang apa!"


"Dia ganggu!" Umpat Adira kesal.


Sandra mengacungkan jari tengahnya kearah Adira membuat Maya semakin tidak tahu harus seperti apa saat ini. Ketiganya larut dalam makan malam mereka kecuali Maya yang memang telah selesai. Terlihat Luna menyuapi kekasihnya. Dengan senang hati Adira menyambutnya.


"Ko gue baru tahu lu ada sepupu?!" Tanya Luna kemudian.


"Iya dia baru aja kelar nyelesein kuliah luar kotanya."

__ADS_1


Maya tersenyum dan menganggukan wajahnya.


"Owh..."


"Lagi nyari kerja dong?!"


"Kebetulan baru dapet tinggal tahap MCU!" Maya dengan cepat mengabari mereka ingin tahu reaksi bos di depannya.


"Wah, manjur juga!!"


"Dapet dimana lu?!"


Sandra segera kepo seperti yang di inginkan Maya.


"Di Renald Group, barusan saya di interview bapak ini!" Maya menunjuk Adira.


Luna dan Sandra membulat, begitu pula Adira yang mengerutkan dahinya.


"Jadi mas udah ketemu dia sebelumnya?!" Tanya Luna agak kurang nyaman kenapa prianya tidak mengatakan apapun.


"May be..."


"Ada banyak orang yang aku wawancara hari ini."


Maya kini tersentak dengan jawaban bosnya.


"Agileee!!"


"Jadi apa lu?!"


"Sekertaris kepala cabang di bilangnya."


"Hahaha lu sekertaris si kulkas?!"


"Mampus lu!!!"


Dibalik ejekan Sandra pada sepupunya justru Luna tengah terdiam, mendengar kata sekertaris mendadak hatinya panas. Adira menyadarinya.


"Mampus gue!!!" Batin Adira.


"Owh iya aku ingat."


"Judulnya sekertaris ya karena memang pekerjaannya mengurusi berkas Administrasi penting."


"Aku bukan atasan langsung dia di bawah Bagas!!"


"Serius!"


Adira tengah pucat saat ini melihat kekasihnya hanya diam setelah dari tadi cerewet. Sandra menahan tawanya.


"Ppfftt!!"


"Lu cemburu non?!"


"Kagak..." Lirih Luna.


"Eh maaf kak, saya memang di bawah pak Bagas."


"Semua tugas dan laporan saya menunggu perintah pak Bagas."


"Bagas siapa Dir?!" Selidik Sandra merasa asing.


"Asisten mas Dira."


"Ya udah, met gabung ya..."


Luna melengkungkan senyumnya.


"Pulang yuk!" Ajak Adira merasa kekasihnya dalam mode ratu neraka.


"Ciee... Bakalan perang dunia nih!"


"Makanya dir jadi orang jangaaan lempeng aja!!"


"Binik lu jadinya curiga lu ga kenal Maya padahal baru wawancara."


"Lah ngapain gue ngurusi ngapalin orang?!"


"Gue udah cukup hapalin nyonya Adira Naluna Maharani!"


Sandra membuka mulutnya lebar. "Daebaak!!"


Luna tersenyum dan kembali menggelayut manja. "Yuk!"

__ADS_1


Sandra memutar bola matanya malas dengan tingkah keduanya yabg terlalu terbuka di tempat umum.


* * * * * * * * * *


__ADS_2