Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 114 : Summer Day


__ADS_3


"Maass.... Aarggh!!"


Luna mendorong tubuh Adira perlahan, pria itu masih terus mencumbu wanitanya di dalam mobil setelah mereka sampai di Laguna. Adira benar-benar tidak ingin pergi sebenarnya dia jauh lebih ingin memakan kekasihnya sepanjang hari.


"Semakin hari istriku sungguh semakin menggoda!!"


"Inginnya aku menyembunyikan mu, agar tidak ada yang jatuh hati pada mu sayang!!"


"Kamu juga sayaaang!!"


"Kamu sungguh sangat tampan!!"


"Awas aja kalo tebar pesona!!!"


Luna tergila-gila dengan tampilan Adira kali ini. Memakai kaos yang di padukan dengan kemeja tipis yang dia jadikan outer. Short pants dan sepatu sneakers andalannya. Bahkan tidak menyangka kekasihnya mengenakan aksesoris topinya semakin memancarkan aura idol kpoper seperti yang Luna sukai.


Sedangkan Luna sendiri memakai dress semi formal model A line tanpa lengan dengan bahan yang jatuh memperlihatkan betapa cantik dan idealnya tubuh Luna. Mereka memakai warna senada biru muda yang sesuai dengan tempat dimana mereka akan datangi saat ini.


Luna juga mengenakan sneakers yang sama dengan Adira. Mereka benar-benar terlihat sempurna dan serasi sebagai pasangan yang tengah di mabuk asmara.


Luna kembali mencium bibir Adira lembut, keduanya bertukar saliva dan saling membelitkan lidah seolah lupa dimana mereka berada.


Tok... Tok... Tok...


Luna dan Adira sontak terkejut dan kembali pada posisi duduknya. Luna menurunkan kaca.


"Kurang lama woy indehoinya!!" Sungut Sandra.


"GANGGU NYET!!" Umpat Luna.


"Benerin tuh lipstik!!"


Sandra kembali dengan kekehan, dia merasa puas membuat sahabatnya jengkel.


"Huh!"


Luna membuka tasnya dan mencari perlengkapan lenong miliknya.


"Sini sayang!"


Luna menghapus bekas lipstik yang menempel di bibir Adira dengan tissue basahnya.


"Bibirmu manis sekali sayang..."


"Aku tidak akan pernah bosan dengan ini!"


Adira kembali menekan bibir kekasihnya dengan jemarinya erat.


"Mas.. Kita keluar sekarang ya."


"Loh itu bukannya mobil kak Arneth?!"


Sebuah mobil Alphard putih kini telah terparkir sempurna.


"Mas undang keluarga mas juga?!" Tanya Luna.


"Enggak."


"Mungkin mau survei..."


"Owh..."


Luna dan Adira turun kemudian lebih dulu menghampiri orang tua Adira.


"Ma..."


"Loh, kalian kesini juga?!"

__ADS_1


Nyonya Julia dan tuan Surya sedikit terkejut dengan keberadaan Luna dan putra kesayangannya.


"Kamu cantik banget sayaang!!" Nyonya Julia memuji penampilan Luna.


"Ahh mama bisa aja!"


"Kalo kamu ga cantik apa mungkin Adira ngefans berat?!" Sindir Arnetha pedas.


Adira tidak menanggapi dia bahkan terlihat acuh dan tidak peduli. Luna hanya tersenyum kemudian menggelayut manja di lengan Adira.


"Bang!"


Sebuah panggilan dari suara seseorang yang keduanya kenal membuat Luna dan Adira membalikan badan.


"Oh iya ma, aku ngundang beberapa teman kemari."


"Rencananya mau ngerayain farewell party mas Dira yang udah ga kerja di EPS lagi!"


"Owh pantesan..."


"Ya udah kalian lanjut aja, kami kesini mau survei aja."


"Bulan kemarin mama sama papa tuh ga sempet liat Laguna yang sekarang kayak mana!"


"Owh..." Luna membulat bersikap seolah faham.


"Dah pada dateng semua kan?!"


"Kenalin ini mama papa aku!"


"Om... Tante..."


Semua kompak menunduk dan menyapa.


"Yang itu kakak, kakak ipar sama ponakan."


Seperti biasa Arnetha yang sebelas dua belas model ekspresi datar dengan Adira membuat kesemua teman mereka menarik sebuah kesimpulan yang sama.


"Selamat pagi tuan besar..."


"Maaf kelancangan saya terlambat menyambut kedatangan anda..."


Salah satu Manager dan beberapa staff area Laguna kini telah menyambut mereka. Kesemuanya menunduk dan mengucap salam kompak dan sopan.


"Eh busyeet!" Lirih Rio.


"Gue ko kebagian ngerasa kek orang kaya ya?!" Bisik Daniel kemudian.


"Lu pada kamseupay!!" Ejek Hapsari.


"Eh Lun, sorry gue ga bilang dulu gue ajak Maya."


"Ga papa kan?!"


"Kasian dia kek anak ilang!"


Maya membungkuk meminta ijin. Luna terkekeh dengan ucapan Sandra kemudian mengangguk. Mereka semua kini memasuki area resort yang telah di tata rapi dan semarak demi menyambut sang pemilik kawasan.


"Selamat datang tuan besar Renald..."


"Selamat datang nyonya besar, nona muda Arnetha dan tuan muda Adira."


"Wuooo!" Seluruh teman Adira dan Luna memekik lirih melihat pemandangan menakjubkan yang biasa mereka saksikan di layar kaca kini mereka melihatnya secara langsung. Keluarga Adira dengan ramah menyambut hangat, Adira dan Arnetha tentu saja dengan wajah datar mereka.


"Entah dari mana lah, ekspresi dua kakak adik ini."


"Padahal ortunya ramahnya begitu!!"


Luna mengejek kekasihnya yang menunjukan ekspresi biasa saja datar dan dingin hanya melayangkan senyum tipisnya. Luna tiba-tiba teringat pertama kali dia mengunjungi kediaman Mahessa dan dia juga melihat pemandangan yang seperti ini.

__ADS_1


"Ko tiba-tiba mikirin dia sih!!" Batin Luna kesal.


Luna mengeratkan genggaman tangannya, Adira menyadari dan menunduk menatap Luna barulah melayangkan senyum lebarnya pada kekasih hatinya.


"Dih bucin!" lirih kesemua temannya.


"Acara kalian dimana?!" Tanya Arnetha pada Luna dan Adira.


"Oh itu, kemarin aku udah minta tolong mas Bagas buat siapin di area private cottage sebelah selatan."


"Apa?!"


"Kamu hubungin Bagas aku ga tau?!"


"Buat apa?!"


"BAGAAS!!" Adira tampak cemburu.


"Ih apa sih mas ni!!" Luna menghardik.


Arnetha terlihat memutar bola mata kesal dengan sikap cemburuan adiknya yang tidak pada tempatnya.


"Maaf nona, tuan..."


"Semua sudah siap sesuai yang nona Luna siapkan untuk Farewell Party tuan."


"APA?!" Adira mengernyitkan heran dan kesal bersamaan.


"SURPRISE!!!" Pekik Luna merentangkan kedua tangannya di hadapan prianya.


Kedua orang tua Adira tertawa lirih dengan tingkah keduanya.


"Ya sudah..."


"Luna, mama sama papa keliling dulu."


"Siang nanti kita maksi bareng ya..."


"Semua di siapin di Resto nanti kalian langsung gabung aja."


"Baik ma..." Luna tersenyum manis sekali.


Kemudian keluarga Renald di arahkan oleh pegawai Resort untuk survei area resort.


"Ayook!!"


Luna menarik tangan kekasihnya beserta mengajak kesemua temannya. Tak berapa lama tiba mereka di bibir pantai di depan 2 private room yang sudah disiapkan sebelumnya.


Adira terdiam sejenak saat terlihat area yang dia lihat saat ini telah di sulap orang yang Luna suruh. Area taman depan cottage yang tidak terlalu besar di depan bibir pantai. Telah terpasang spanduk besar sebagai salam perpisahan. Luna juga menghiasi dengan beberapa dekorasi seperti layaknya dia mempersiapkan untuk acara bridal shower.


"Selamat datang tuan dan nona..."


Semua pelayan tengah menunduk dan menyambut kedatangan tamu istimewa mereka.


"Selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing."


"Maaf ya sayang aku baru bisa mempersiapkannya saat ini!"


"Semoga di tempat baru mas membawa banyak keberkahan dan kebahagian!!"


"Buat kalian yang sudah mau datang dan meluangkan waktunya, semoga bisa menikmatinya!!"


"Hari ini judulnya Farewell Party!!"


"So, ga usah malu-malu!!"


Luna segera mengambil alih dan memberikan sepatah kata pembukaan. Adira sungguh terharu dengan kekasihnya. Dia menarik tangan Luna dan juga menarik tengkuk leher Luna dan menciumnya tanpa malu.


"ASTOGEEE!!" Pekik kesemuanya terkejut atas tindakan spontanitas kedua teman mereka yang lagi-lagi tengah menunjukan di mabuk cinta.

__ADS_1


* * * * * * * * * *


__ADS_2