Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 13 : Potongan Memory


__ADS_3

Di ingatan Luna ibunya adalah single parent, karena papanya selama ini tidak pernah terlihat batang hidungnya selama beberapa tahun terakhir. Dia merasa bahwa ibunya adalah sosok wonder woman di dalam hidup Luna, Luna mengingat bahwa semasa remaja dia selalu melihat pertikaian ibu dan ayahnya. Membuatnya memiliki trauma tersendiri pasal sebuah pernikahan!


Di dalam keluarga besarnya dia tiga bersaudara, kedua kakaknya Renata dan Kalina sudah berumah tangga dan telah memiliki kehidupan masing-masing di luar wilayah kediaman besar. Kakak Renata tinggal di kota T sedangkan kakaknya Kalina tinggal di kota B. Keduanya sangat memanjakan Luna, dan keduanya juga menikah dengan lelaki sukses. Kakak ipar pertamanya Kak Wisnu Hutama merupakan salah satu CEO perusahaan multinasional yang berpusat di Negara KS. Sedangkan kakak iparnya kedua Fadly juga merupakan CEO perusahaan Start Up yang kini tengah bertugas di Negara K sana.


Lebih parahnya dalam ingatan Luna ayahnya yang merupakan seorang Founder dan CEO XK di Aussie dan Co-Founder Emperor di Negara S justru di kenalnya sebagai seorang montir biasa saja yang tidak memiliki kelebihan bahkan terlihat bahwa papanya tidak bisa menandingi ibunya dalam berpenghasilan. Dalam ingatanya Luna mengingat bahwa ibunya bekerja di salah satu kantor BUMN di Distrik S.


Dengan begitu bisa di pastikan keretakan rumah tangga orang tuanya karena strata jabatan pencari nafkah di keluarganya. Lebih parahnya Luna kembali mengingat bahwa papanya berselingkuh dengan ibu dari teman Luna sendiri yang posisi mereka berdekatan dengan kediaman besarnya.


Luna mengeratkan kembali kepalan tangannya, kembali merasakan perasaan hancur dan sakit hati di usia masih remaja. Mengetahui ayahnya mengkhianati ibunya dia juga merasakan patah hati untuk pertama kalinya dari seorang cinta pertamanya di hidupnya.


Seiring berjalannya waktu dia menjadi lebih tertutup, keluarganya yang mengetahui perubahan sikap Luna terus melakukan beberapa cara agar kejiwaannya tidak terguncang dan membahayakannya. Kakaknya setiap setahun dua kali akan mengajak Luna berpergian kemanapun Luna inginkan berkedok Healing.


Sampai saat Luna meninggalkan Distrik S ke kota S untuk mengenyam pendidikan tingginya dia bertemu dengan pria yang memikat hatinya. Diaz Wijaya yang merupakan pacar sekaligus cinta pertamanya, mereka bertemu di salah satu alphamaret.


Luna yang memang bersifat ramah dan suka menolong tidak gemar menabung itu membantu Diaz membayar barang belanjaannya yang berupa air mineral dan coklat pocky karena dompet pria itu tertinggal. Seterusnya Diaz mencoba mendekati dengan berbagai cara.


Luna yang berujar ingin mandiri dia meminta keluarganya untuk membiarkannya tinggal di sebuah kamar sewa. Namun semenjak bersama Diaz dia diberi fasilitas kelas atas karena ternyata pacarnya merupakan ahli waris satu-satunya pengusaha sekaligus pejabat di Kota S. Diaz yang sama tergila-gila dengan Luna akan sangat royal memanjakan kekasih hatinya itu. Apapun yang Luna inginkan dia akan coba penuhi walau permintaannya tidak masuk akal.


Seperti kado hari jadi Luna yang ke 22 dia di berikan sebuah mobil sport jebolan pabrik jepang Mazda yang sangat digilai Luna. Sebuah hubungan selalu memiliki rintangan tersendiri, keduanya yang sudah merasa yakin akan meneruskan ke jenjang lebih serius malah di uji dengan tidak d restui dari pihak keluarga si pria.


Selalu berkaitan dengan restu. "Memangnya kenapa dengan aku? Sebegitu tidak pantasnya kah? Sesungguhnya keluarga besarku tidak miskin. Hanya aku saja yang belum sukses."


Diaz yang menyembunyikan segalanya mengorbankan dirinya agar Luna tidak menjadi target kekejaman ayahnya. Dia juga membohongi Luna dengan selalu menunjukan perubahan menjadi pria brengsek. Dia memperlihatkan pada papanya bahwa dia hanya tengah bermain-main dengan wanita.


Sialnya Luna justru memergoki kekasih pertamanya keluar dari sebuah hotel dengan seorang wanita penggoda. Meledak emosinya dia meminta berpisah namun di tentang Diaz. Masalah demi masalah selalu bermunculan membuat mereka terus bertikai.


Diaz sendiri memiliki sifat posesif dan ringan tangan. Di saat cemburu dia akan melakukan kekerasan pada Luna. Sudah tidak heran jika tubuh Luna akan mendapat pukulan dan lebam jika prianya tengah dalam emosi yang sudah tidak bisa dia kontrol. Selalu saja, tiap Luna merasa emosi dia malah akan emosi balik bahkan jika sifat psyco-nya kambuh Luna bisa kembali jadi sasaran kekerasan.


"Aku bahkan sudah sabar dengan prilaku implusifnya. Aku masih sangat berharaf saat itu dia sadar akan kesalahannya namun ternyata usaha dan pengorbananku sia-sia."


Bagi keluarga besar Luna, Diaz adalah sosok menantu idaman terlebih di mata ibunya Liliana Tan. Diaz tahu betul cara memperlukan keluarganya. Apalagi kalau bukan dengan uang dan barang. Lunaberpikir dengan mengakhiri hubungannya dengan Diaz, hidup baru yang tenang akan menyertainya. Sambil menyusun skripsi Luna juga magang disalah satu perusahaan micro sehingga dia yakin mampu untuk lepas dari belenggunya.

__ADS_1


Namun siapa sangka, dia masih selalu menghantui Luna. Dia selalu berusaha mengikatnya dan ia juga tidak mengijinkan Luna memiliki kehidupan yang tenang. Membuat Luna semakin ingin memutuskan pergi dari Kota S ke salah satu kota besar lainnya.


Siapa sangka dia justru menemukan lowongan pekerjaan di harian surat kabar disana diberitahu untuk direkrut bekerja di Kota B perusahaan besar EPSCorp. Matanya berbinar dan segera mempersiapkan aplikasi lamaran. Luna yang beruntung atau memang takdir menuntunnya kesana. Luna diterima! Dengan memohon ijin seminggu lamanya pada akhirnya keluarga besarnya luluh dan membiarkan dirinya pergi sendiri.


* * * * *


"Luna... LUNA... N-A-L-U-N-A!" Bentak Hapsari


"Apa! Kaget aku!" Sungut Luna.


"Gue panggil ampe tiga kali lu ga denger." Hapsari tidak kalah ngegas.


"Iya maaf."


Panggilan Hapsari membuyarkan lamunan Luna yang kembali mengumpulkan potongan ingatan masa lalunya. Setelahnya sepertinya energinya terkuras habis.


"Sungguh aku berterima kasih kepada diriku sendiri yang sudah kuat sejauh ini. Terkadang kita suka melupakan untuk mengapresiasikan terhadap usaha diri sendiri! Satu yang aku sadari dari kehidupan laluku."


"Ada masalah apa sih lu? Gue pikir elu yang sering bikin masalah jadwal produksi gue!" Tanya Hapsari penasaran dengan sikap Luna yang sedikit aneh.


"Masalah gue banyak." Lirih Luna membuat temannya khawatir.


"Seriusan? Lu boleh cerita kalo lo mau. Siapa tau gue bisa bantu."


Luna tersenyum sambil menyeruput kopi susu yang rasanya membuat dia malah tambah mual. Siang ini Hapsari mengajak Luna makan siang di salah satu cafe tengah kota. Tentu saja Luna setuju selain menghindari Adira. Dia memang lebih senang menghabiskan waktu dengan Hang Out bersama temannya jika di banding di mesumin oleh kekasihnya.


"Gue nginep kostan lu ya?" Tanya Hapsari disela makannya.


"Lah tumben? Mati aer lagi?"


Luna refleks mengatakan barusan, dirinya mengingat bahwa dulu dia juga sering menginap tempat temannya itu sebelum berpacaran dengan Adira. Sungguh berpacaran dengan si Kulkas Dua pintu itu banyak mengubah Luna.

__ADS_1


"Iya gue mo cari kontrakan baru. Ditempat lu ada yang kosong ga?" Tanyanya.


"Hmm nanti deh aku tanya mba yang jaga."


"Lu ama Dira lagi cekcok?"


"Kenapa tiba-tiba bahas dia?"


"Ya tumben weekend gini lu ga pacaran."


"Gue dah putus ama dia.. Lagian anda ngajak duluan aku ini selalu prioritasin bestie gue!"


"Ah, Taik lu... Bilang putus mulu tapi masih aja tuh jalan terus ama dia..."


Luna cengengesan, memang dia akui ini sepertinya bukan kali pertama Adira memutuskannya dan teman terdekatnya ini pasti akan tahu begitu pula dengan Sandra.


"Lun, nonton yuk keknya ada felem yang seru."


"Tiba-tiba dia mengajakku nonton di tengah kegersangan akhir bulan." Batin Luna menjerit.


"Lagi bokek." Jawab Luna cemberut.


"Lu makan dibayarin Dira masih bokek?" Ejeknya.


"Siapa bilang gue selalu dibayarin, kalo ga bareng dia gue bayar sendiri juga." Dengus Luna kesal.


"Ya udah yuk gue bayarin. Berikut dengan cemilannya aku bayarin. Buruan cabut sekarang!" Titahnya seperti yang Luna ingat. Dia juga bestie yang tidak akan perhitungan.


"Aseeeeeeeeek."


Mereka akan selalu menghabiskan akhir pekan jika Luna tidak dikunjungi mas Dira. Selain karena Hapsari jomblo, mereka bertiga Sandra, Luna dan Hapsari memang trio kwek kwek EPSCorp yang disatukan dalam satu ruang kerja. Untung saja Bu Lidya tahan banting dengan kelakuan mereka hahaha.

__ADS_1


* * * * * * * * * *


__ADS_2