Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 107 : 1000%


__ADS_3

"Seminggu ini kami disini, jadi sering-sering mampir ya sayang." Nyonya Julia dan yang lainnya mengantar Luna.


"Iya ma..."


"Saya sangat senang di terima baik di sini."


Luna berinisiatif memeluk mama mertuanya di kehidupan yang lalu.


"Ma... Aku sungguh rindu memeluk seperti ini!!!" Luna memeluk sangat erat nyonya Julia. Membuat pandangan yang lainnya bahkan Adira sedikit terkejut.


"Mengapa aku merasa sudah sangat dekat dengan dia?!" Nyonya Julia memeluk erat, mengusap lembut punggung Luna. Mereka bahkan terlihat seperti ibu dan anak yang terpisah lama.


"Aku sungguh bahagia melihat Luna dekat dengan mama."


"Aku benar bukan?!"


"Dia pandai memikat siapapun!"


Adira mengulumkan senyum menatap kedekatan keduanya.


"Ma, lain kali kita shopping bareng ya?!" Ajak Luna tidak sabar.


Jika dia belanja dengan ibunya dia akan kewalahan. Berbeda dengan mertuanya ini. Dia benar-benar mengayomi dirinya. Walau berasal dari keluarga kaya tapi nyonya Julia tidak sembarangan dalam membelanjakan uang yang mereka miliki.


Luna tahu mama mertuanya itu lebih senang berinvestasi dengan membeli logam mulia di banding pakaian dan kebutuhan sekunder bahkan mama Julia tidak terlalu suka membelanjakan untuk kebutuhan tersier. Berbanding terbalik dengannya.


"Tentu sayaaang!"


"Kamu cuti lah kita akan keluar bersama."


"Gimana Arneth?!"


"Okay!"


Luna tersenyum menatap kakak ipar juteknya.


"Terima kasih kak!!"


Giliran Luna memeluk erat Arnetha. Di kehidupan lalu Arnetha selalu mengajak Luna mengikuti beberapa acara besar keluarga.


Arnetha mengembangkan senyumnya membalas pelukan adik iparnya.


"Hati-hati sama si degil!"


"Jika dia kurang ajar kamu boleh pukul dia saja sekeras-kerasnya!!"


"Atau ga kamu bilang sama kakak..."


"Nomor kakak sudah kamu save kan?!"


Luna terkekeh dan mengangguk antusias. Terakhir dia menunduk pamit dengan tuan surya dan kakak iparnya mas Damar.


"Pah, Luna pulang dulu."


"Lain kali kalo papa Luna kembali kesini dan papa masih disini Luna pasti ajak dia bertemu sama papa!"


DEG!


Tuan Surya mendadak pucat saat mendengar kata papa Luna.


"Jadi papa kamu baru dari sini?!"


"Eh..." Luna merasa dia keceplosan saking bahagianya. Adira mengerut keningnya dan mulai mencurigai Luna.


"Benar saja!"


"Dia tidak menghubungi ku ternyata keluarganya kembali kesini."


"Sama seperti dulu, saat berada dengan keluarganya dia bakalan sulit buat hubungin aku."

__ADS_1


"Bahkan berakhir memutuskan hubungan tanpa sebab!!"


Adira mendadak sendu saat ini, dia justru tengah berpikir yang bukan-bukan.


"Iya, kemarin papa tidak sengaja ada kerjaan di Negara S."


"Jadi dia menyempatkan diri ketemu Luna disini."


"Oh boleh Luna."


"Lebih cepat lebih bagus, bukan kah kalian akan melanjutkan ke tahap serius?!"


JEDEEER!!


Perkataan tuan Surya membuat hati Luna seperti di hantam batu besar saat ini. Sungguh keceplosannya membawa petaka. Luna hanya menunjukan gigi rapinya bingung harus berkata apa.


"Kalo gitu Dira antar Luna pulang dulu."


"Udah malam banget!"


Adira mengetahui Luna tidak bisa menjawab lebih lanjut lagi pertanyaan ayahnya.


"Yo, kamu balik lagi sini kan?!" Tanya Arneth.


"Liat tar, laptop ama kerjaan di rumah!!"


"Cih!!"


"Sudah-sudah!!"


"Hati-hati ya Luna..."


Semua melambaikan tangan dan kini mobil Adira telah keluar kawasan Villa.


"Makasii mass!!"


Luna menggelayut manja di lengan kekasihnya bahkan kini mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya.


"Tapi sikap mereka tidak seperti yang mas katakan waktu itu!"


"Jadi, apa mas mau jujur kalau kemaren itu mas cuma cari-cari alasan bilang mereka ga restuin aku kan?!"


Luna menatap serius kekasihnya, Adira melengkungkan senyumnya.


"Aku tidak pernah membohongimu sayang."


"Semua tentu saja karena kegigihan aku mempertahankan hubungan dengan mu."


"Sampai saat kritis kemarin aku tetap teguh mempertahankan pilihan ku!"


"Aku tetap pada pilihan bersanding terus bersama Naluna ku!"


Deg!!


Luna segera memeluk kekasihnya sampai Adira menepikan mobilnya karena gerakan tiba-tiba Luna yang membahayakannya.


"Maafkan aku mas!!"


Luna kembali terisak, dia sungguh menyesal meminta di hidupkan kembali disini dan terjebak menjadi istri Mahessa dengan mengorbankan kehidupan keluarga Adira seminggu kemarin.


"Kenapa kamu harus minta maaf sayang?!"


Adira menatap Luna lekat, dia membenarkan posisi kekasihnya di kursinya. Mengusap lembut pelupuk mata Luna.


"Aku benar-benar mencintai mu Luna."


"Aku akan membuktikannya bahwa aku mencintai mu tanpa syarat!"


Luna menarik wajah Adira dan menyesap bibirnya dengan penuh gairah. Adira melengkungkan senyum dan mendorong Luna perlahan.

__ADS_1


"Mas ga mau ya?!" Lirih Luna merasa di tolak.


"Mau pulang kerumah aku apa kamu sayang?!"


"Kita ga mungkin ngelakuin di jalanan sepi gini!"


"Bahaya!"


Luna terkekeh "Dimana pun asalkan bersama mas aku mau!"


"Besok kamu pertama bekerja kan?!"


"Di mansion mu gimana?!"


Luna mengangguk antusias, dia benar-benar bahagia saat ini.


"Aku sangat mencintai mu Adira Renald!"


"I love you to the moon and back Adira Renald!!"


"Saranghae Adira Renald!!"


Adira tersenyum dengan rentetan kata cinta dari kekasihnya. Dia menarik tangan Luna dan menciumnya erat. Luna masih menitikan air matanya.


"Jika kamu mencintaiku 100% maka aku mencintaimu 1000%!!!"


Luna semakin menangis dengan derasnya. Dia tahu prianya memang mencintainya, dia yang bodoh, angkuh dan tamak.


Selama 8 tahun hidup bersama, Luna tidak pernah sekalipun mendapati suaminya main di belakangnya. Walau dalam keadaan terjeleknya saat dia hamil besar dengan perubahan bentuk tubuhnya yang meningkat drastis justru kasih sayang Adira berkali-kali lipat.


"Udah ya..."


"Jadi mau pulang kemana?!"


Adira mencubit hidung Luna gemas.


"Kalau aku minta ke hotel mas mau ga?!" Goda Luna mengapit kedua pipi Adira dengan kedua tangannya.


"Ini udah tengah malam, apa bedanya sama mansion kita sayang?!"


"Apa lagi besok mulai masuk kerja lagi kan?!"


"Sayaaaang!" Rengek Luna benar-benar tidak ingin melepas kekasihnya.


"Di rumah mu ya?!" Adira yang sudah menahan sekuat tenaga akhirnya tersulutkan hasratnya melihat kelakuan kekasihnya yang nista.


Adira segera melajukan kembali mobilnya dengan menambah kecepatannya.


* * * * *


"Aaahh... Aaahh... Aaahh..."


Lenguhan Luna langsung menggema di kamarnya. Ini sudah ronde kesekian setelah mereka datang Adira langsung mencumbu Luna bahkan di depan pintu, kemudian mereka juga melakukan di setiap sudut. Setelah di depan pintu, mereka melakukan di sofa tengah rumah. Terakhir Adira menggotong Luna di kamarnya.


Luna tengah memainkan woman on top yang menjadi favoritnya. Adira sungguh sangat menikmatinya. Dia tidak pernah ingin berhenti apalagi Luna.


"Istriku sekarang jauh lebih agresif dan liar!!!" Goda Adira mengaitkan rambut Luna yang terjatuh di depan wajahnya yang tengah bergerak teratur ke belakang telinganya. Peluhnya membuat wajah dan tubuh Luna mengkilat menambah gairah bagi Adira saat ini.


Keduanya telah mencapai puncaknya bersamaan. Adira menarik tubuh Luna dalam dekapannya.


"I love you sayaang!" Lirih Adira mencium kening kekasihnya.


"Sayang..."


"Kamu ko ga cerita kalo papa kamu kesini?!"


"Apa mama kamu juga kemari sayang?!"


DEG!!!!

__ADS_1


* * * * * * * * * *


__ADS_2