Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 116 : FunDAY!


__ADS_3

"Mama ga pernah lihat tawa Dira setelah dia keluar dari rumah!" Nyonya Julia mengusap ujung pelupuk matanya yang basah.


"Iya ma..."


Setelah mendengar bunyi kegaduhan dan survei lokasi yang telah selesai, mereka sengaja ingin mengetahui apa yang di lakukan Adira dan temannya. Awalnya mereka terkejut dengan apa yang Luna lakukan sebagai DJ. Namun kemudian senyum mereka mengembang tatkala putranya tersenyum malu dan bahagia bersamaan terpancar di wajah putra mereka. Setelah sebelumnya di kota K mereka sendiri tahu bagaimana frustasi dan lelahnya Adira sebagai CEO baru RG.


Mereka terus memperhatikan kebersamaan Adira dan Luna. Luna memang tidak hanya membuat mereka mengetahui sosok nistanya yang dulu senang sekali keluar masuk Club sampai belajar menjadi seorang DJ saking sukanya clubbing saat di kota S semasa dia kuliah. Dia juga mempersiapkan beberapa games yang membuat acara mereka kali ini bisa di bilang funday!


Games yang terdiri dari beberapa macam permainan, yah dimulai dari memasukan bola ke keranjang. Luna tidak menyangka jumlah pria dan wanita sama persis. Jadi rencana awal tidak ada kerjasama team berubah menjadi berpasangan. Bram yang menolak dengan Maya, memilih satu team dengan Hapsari. Mau tidak mau Maya satu team dengan Rio. Alhasil semua menyoraki Bram yang mengindikasikan menyukai Hapsari. Hapsari yang tidak teruma merutuki kesemuanya dengan wajah memerah.


"Ga usah jaim gitu sih!!"


"Lu juga kan suka ama gue?!"


Dengan percaya diri Bram menggoda Hapsari.


"AMIT-AMIT JABANG BABU!!"


"Siapa yang mau ama buaya buntung macem elu!!" Umpat Hapsari.


"Trus lu milih ama Rio?!"


"Emang kenapa ama gue!!"


Luna sampai sakit perut melihat kegaduhan yang di lakukan temannya.


Selama permainan berlangsung Adira selalu melindungi Luna dari serangan temannya untuk melempar balon air pada wanitanya. Terpancar kebahagian dari semuanya yang terus terdengar tawa tanpa henti.


Saat permainan tembak air dengan senapan air untuk saling menembaki lawannya. Luna justru menembaki Adira yang merupakan patnernya sendiri.


"Kamu sungguh beranii nonaa!!"


"Sinii kamuu!!"


Adira berencana membalas menembaki dan menangkap Luna.


"Atuut!!"


"Coba tangkap akuuu!!!"


Luna menggoyang tubuhnya dan menjulurkan lidahnya mengejek prianya.


"Lihat ya saat aku tangkap jangan harap aku lepaskan!!!"


"HAHAHAHA!!"


Luna sudah berlari kabur dari kejaran prianya. Semua tertawa bersama termasuk Adira. Terakhir mereka bermain air bersama di pantai. Setelah Adira berhasil menangkap Luna menggendongnya dan melemparnya ke pantai.


"HAHAHAHA!!"


"Terima kasih sayang!!"


"Aku sungguh tidak pernah sebahagia ini dalam hidupku!!!"


Adira memeluk Luna eratnya di dalam air.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu seumur hidupku sayang!!"


"Naluna Maharani hanya untuk Adira!!"


Luna juga sangat bahagia saat ini, sejujurnya dia tidak ingat apa dia sudah pernah melakukan hal ini dengan kekasih sebelumnya. Tapi bersenang-senang bersama sahabat masing-masing baru kali ini terjadi saat berpasangan dengan Adira. Luna sungguh bahagia saking bahagianya dia juga tidak ingin melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Adira..."


"Aku pikir, kamu selalu menjadi yang pertama di hidupku!!"


"Pertama menyembuhkan luka sakit hatiku!"


"Menyembuhkan luka kekecewaanku..."


"Memberikan ku kehangatan sebuah keluarga besar."


"Memberikan kebahagian dan kesenangan bersama teman-teman lainnya."


"Semua ini baru terjadi hanya dengan mu!!"


Adira tidak menunggu lama untuk kembali menyesap bibir kesukaannya.


"Aku menginginkan mu sayang!!" Bisik Adira merasa dia ingin saat ini juga melakukan penyatuan dengan kekasihnya.


"Kita ganti baju yuks?!" Luna menyeringai.


"Kau sungguh nakal sayang!!"


Adira mengisyaratkan untuk mengakhir permainan dan membersihkan diri masing-masing di dalam cottage. Luna dan Adira tentu saja ruangan mereka sendiri. Sandra memutar bola matanya malas atas kelakuan nista temannya yang tidak pernah insyaf.


"Aaarhh!!"


"Enak banget maaasss!!"


"Fasteeer honeey!!!"


Luna terus meracau setelah mereka berada dalam toilet. Adira dan keduanya mengerang melakukan pelepas kedua mereka.


"Ooghh Luna sayang!!"


Keduanya terkulai lemas dalam bathtub kemudian Adira segera membersihkan tubuh seksi wanitanya. Dia sungguh senang dengan memegang tato namanya. Dia berniat setelah ini dia akan mengukir nama kekasihnya juga di leher atau lengannya agar bisa terlihat oleh siapapun yang melihatnya.


"Luna... Adakah kata atau kalimat yang lebih besar artinya dari aku sangat mencintaimu!!"


"Aku sungguh sangat mencintai mu sayang bahkan lebih dari yang bisa terucap!!"


Cup~


Adira mencium bahu Luna, Luna menyeringai.


"I love you too..."


"Aku anggap semua kata itu sudah paling tinggi maknanya!!" Ungkap Luna bahagia.


Luna memberikan tanda cinta di leher kekasihnya.


"Ahh... Sssh... Lu naa..."


"Mas ga mau ya ketahuan aku melakukannya?!"


"Aku hanya tidak ingin orang lain menganggap kamu rendah sayang!!"


"Aku tidak peduli..." Bisik Luna masih terus menyesap erat leher prianya. Adira mencengkram erat dua bukit indah milik kekasihnya. Mengimbangi rasa yang di berikan kekasihnyabyang dia biarkan.


"Udah yuk sayang, bentar lagi makan siang papa sama mama pasti nyariin kita." Adira melonggarkan tubuhnya dan mencium bibir Luna dengan liar.


Setelah rapi keduanya keluar di sambut temannya yang sama-sama telah selesai dari cottage sebelah.

__ADS_1


"Wuiis Dir, lu di gigit nyamuk ya?!" Ejek Hapsari.


"Iya dong nyamuknya gede banget tuh di pegangin erat-eraat!!" Sandra menimpali.


"Tapi ko punya Luna mulus aja?!" Polos Daniel.


Adira berhenti melangkah, membalikan tubuhnya menatap tajam Daniel.


"Kamu perhatiin Luna ya?!"


"Ampun bang kaaagak!!"


"HAHAHAHAHA!"


Pecah tawa semua otang disana.


"Rambut lu basah amat non!" Sandra masih saja tidak kapok usil mengurusi Luna.


"Abis ngapain non?!"


"Lu juga basah nyet!!!"


"Abis ngapain?!"


Luna membalas mengumpat dengan menunjukan jari tengahnya. Adira melengkungkan senyumnya merangkul bahu Luna dan meneruskan jalan menuju resto.


Maya memperhatikan mereka terus, dia sungguh mendapatkan pencerahan baru dari pertemanan orang dewasa yang berada di sisinya saat ini.


"Gue berani bertaruh mereka abis main papa mama!!" Pikir nista Maya.


Mereka semua telah berada di area Resto. Semua pelayan telah menyambut mereka.


"Ma..."


Luna menghampiri nyonya Julia dan merangkulnya.


"Eh, gue ga nyangka Luna udah sedeket itu ama mertuanya."


"Gue juga baru tahu sekarang..."


"Sekarang, Luna udah jarang cerita soalnya."


"Hmmm..."


"Lagian kayak gini nunjukin mereka emang udah di tahap serius."


Sandra dan Hapsari berdiskusi dengan berbisik lirih. Meja mereka dibagi menjadi beberapa tempat berbeda. Keluarga besar Adira sengaja memiliki meja tersendiri, terpisah dari kelompok teman-teman putra mereka.


"Kalian kayaknya abis seneng-seneng?!" Tanya nyonya Julia ramah ikut senang.


"Iya ma..." Luna tersenyum lebar.


"Loh, itu kenapa Dir?!" Nyonya Julia menyadari tanda cinta di leher putranya. Adira sedikit bingung menjelaskan dia tengah berpikir keras.


"Oh itu Luna gigit ma, dia kalah maen games!!"


"Ppfftt!!"


Semua orang menahan tawa termasuk Adira atas jawaban polos kekasihnya. Tuan Surya menggeleng kepalanya, terkadang istrinya juga bertanya pada sesuatu yang tidak semestinya di tanyakan yang sendirinya tahu apa tanda itu.


* * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2