Dua Cinta Satu Hati

Dua Cinta Satu Hati
Bab 109 : Normal


__ADS_3

"Aku benar-benar tidak ingin berpisah!" Lirih Luna di samping prianya.


Adira terkekeh dengan sifat manja Luna yang kembali seperti semula membuat rasa cintanya semakin bertambah.


"Udah jam 7.50 loh ini?!"


"Si ratu gila kerja sekarang performanya mulai menurun ya?!"


Adira mengejek Luna membuat wanita itu mencubit paha Adira keras.


"Aaawh!!"


"Sayaang jahaat banget!!"


"Padahal udah seharian aku kasih yang sayangku mau!!"


Adira merutuki Luna namun kemudian dia mencium bibir Luna perlahan. Luna terdiam, dia terus memancarkan perasaan jatuh cinta untuk kesekian kalinya bersama pria yang sama di depannya saat ini.


"Mas jemput jam 5 ya?!"


"Aku pulang on time!"


"Tumben banget, hobinya udah ganti ya berduaan sama aku di banding lembur?!"


"IISSHH!!"


"Ga suka ya udah ga usah jemput!!!"


"Uluu... Uluu..."


"Cintanya aku ngambek ni yee!!"


"Idih jiplak!!"


"Hahaha!!"


Akhirnya Luna keluar mobil setelah mencium punggung tangan Adira kemudian melambai dan memasuki gerbang kantor dengan senyum yang terus mengembang dan terpancar kebahagiaan di raut wajah Luna.


"Pagi!!"


Luna menyapa setiap orang yang berpapasan dengannya dengan tak lupa menunjukan senyum terbaiknya.


"Pagi Sandraa!!"


"WOY!!"


"MASUK JUGA LU!!"


Sandra menghampiri Luna dan memeluknya.


"Ih apa sih luu!!"


Luna menghardiknya, kemudian Sandra seperti tengah mengendus tubuh Luna.


"Lu udah ketemu Adira lagi?!"


"Bisa-bisanya lu hafal parfume laki gue!!"


Tiba-tiba saja Luna merasa cemburu sahabatnya mengenali bau kekasihnya yang menempel di kemejanya.


"Set daaah cemburuannya dah ga tanggung-tanggung sekarang ya?!"


"Ceritaaa dooong!!!"


Sandra terus mengekor di belakang Luna, bahkan sampai Luna duduk di kursinya Sandra tetap meracau mengganggung pagi hari yang cerahnya.


"Luna udah masuk ya?!"


"Gimana kabarnya udah baikan?!"


Bu Lidya yang merupakan supervisor Luna menyapa sesaat setelah beliau memasuki ruangan divisinya.


Luna tersenyum canggung dia memang sudah bertanya pada Sandra alasan apa yang di gunakan Sandra untuk mengajukan cuti mendadaknya.


"Maaf bu, saya banyak bolong nya!"


Hanya itu yang mampu Luna ucapkan.


"Ga masalah Luna namanya musibah sama sakit itu kita ga bisa prediksi juga kan ya?!"


"Yang penting kamu sehat sekarang..."


Luna menunjukan senyuman tulusnya pada atasannya, dan bu Lidya kembali ke kursi kebesarannya kemudian pukulan di bahu seseorang daratkan.

__ADS_1


Plaak!


"Lu ko sering banget cuti?!"


"Lu pasti lagi nyembunyiin sesuatu ya..."


"Sedih gue, sekarang lu ga pernah cerita!!"


Luna menyeringai canggung pada Hapsari yang kini menunjukan raut kecewa padanya.


"Janji gue cerita, tapi ga sekarang ya."


"Calon mertua gue ada disini."


"Jadi gue pasti bakalan sering berkunjung ke tempat mereka."


"AH SERIUS LO?!"


"YANG BENER?!"


Sandra dan Hapsari memekik lirih dengan membuka mata dan mulut mereka lebar tanpa kata.


"Iya doong!!" Dengan sombong Luna menunjukan senyum nakalnya.


"Eh btw gue juga dah bilang ama mas Dira tar weekend minggu depan, aku undang kalian nginep di Laguna ya..."


"Farewell party mas Dira dari EPS!"


"Aciieee!!!"


"Hasiaap kita mah!!"


"Tapi gue ajak anak IT juga ya secara mereka kan temen dari cowok gue."


"Biar rame aja gitu!!"


"Dih malesin banget kalo ada mereka!!"


Sandra tiba-tiba menjadi tidak bersemangat. Luna hanya terkekeh kemudian ketiganya larut dalam pembahasan pekerjaan. Beruntungnya Luna selama dia cuti pekerjaannya tidak ada yang memerlukan penanganan khusus seperti saat dulu.


"Eh tumben banget ini stock barang HiTech lancar jaya abadi?!"


Luna mendekati Sandra dan ingin kembali membahas masalah pekerjaan.


"Iya, mungkin semenjak suami nyonya sebelah gue yang ambil alih fokusnya adalah menyediakan stock yang melimpah bagi EPS biar kerjaan biniknya lancaar!!"


"BACOOT!!!"


Setelah memukul keras bahu sahabatnya, Luna terdiam sejenak. Selama dua hari ini dengan sadar Luna memasukan kontak Mahessa kedalam daftar black list. Jika selama dengan Mahessa ponselnya di matikan beda lagi dengan bersama Adira hanya memblack list suaminya saja.


Hari berlalu begitu saja, Luna sampai tidak menyadari bahwa jam pulang telah berlalu 10 menit yang lalu.


Ponselnya berdering, Luna merogoh sling bagnya.


"Halo mas..." Jawab Luna dengan sumringah.


"Katanya jemput jam 5 teng!!"


"Loh?!"


"Aih maaf maass..."


"Aku baru nyadar!!"


"Wait ya!!"


Luna bergegas merapikan meja kerjanya dan mematikan seperangkat komputer miliknya.


"Lu ga lembur?!"


"Kagak dong!!"


"Diih sombooong!!!"


Sandra meledek kemudian ketiganya ternyata memang pulang on time tidak melakukan submit lembur.


Bruuk!!


Luna menabrak seseorang saat tidak sengaja dia sibuk memeriksa sling bag miliknya.


"Non!"


"Lu jadinya ga resign juga ya?!"

__ADS_1


"Seneng banget gua!!!"


Luna menatap pria yang dia tubruk dengan sangat hapal nada yang terlontar darinya dan Luna menyeringai.


"Hai Rio!!"


"Kangen bangeet gue ay ga liat muka lo di kantor."


"Duh binik orang bening banget daaah!!"


"Dih najis, amit-amit jabang babu!!"


"Minggir Lu!!!"


Sandra dan Hapsari memang senang membuat perkara dengan anak-anak divisi system.


"Lu berdua dari dulu sensi banget ama gua heran dah!!"


"Dosa apa mah yang udah gue lakuin ke lu pada!!"


"Dosa lu adalah sok tidak tahu malu!!!" Umpat Sandra.


"Berikut tidak tahu diri!!" Tambah Hapsari.


"Anjeng banget dah kalian kalo ngerutukin gue!!"


"Kek gue hama berbisa!!"


"Udah-udah kalian ribut mulu!!"


"Eh Rio, masih di Central Park kan kalian semua?!"


"Masih dong ay!!"


"Mau maen?!"


"Mau malakin pajak tunangan nih gua!!"


"Bang Dira beneran dah ga pamit ga ada bilang pembukaan apa penutupan gitu."


"Ngilaaang aj wuusss!"


Luna membulatkan matanya dengan gosip yang menggelikan dirinya dan Adira yang tak habis di goreng sedemikian rupa oleh karyawan EPS.


"Yoi..."


"Harap maklum ya gaes dia kan limited edition!!"


"Weekend ini mas Dira teraktir ke Laguna."


"Sabtu ama Minggu kita sewa resort!!"


"Ah serius demi apa?!"


Rio menatap serius wanita yang dulu mengenalkan Luna pada Adira yang awalnya dia coba dekati untuk menjeratnya menjadi pacarnya. Namun seribu sayang Luna selalu menolak niat baik Rio menjadikannya pasangan.


Luna justru bersyukur Rio membawa dia ke tempat kosan Central Park dimana Adira juga tinggal bersama mereka. Karena jasa Rio membawa Luna ke tempat mereka akhirnya Luna dan Adira lah yang jadian. Sedangkan Rio tentu saja menjadi sad boy!


"Demikian sekilas info!!"


"Kasih tau yang lain ya..."


"Bye!!"


Luna berlari kecil setelah sebelumnya pamit pada Sandra dan Hapsari yang masih berada di loker mereka.


"Buset, bang Dira ganti lagi mobilnya pake Range Rover!"


"Pantes aja sih Luna terpikat ama doi!!"


"Makanya lu ngaca diri, dan mohon sadar diri!"


"Minggir!!!"


"Ngalangin jalan lu ah!!"


Sandra sengaja menabrakan diri pada tubuh Rio hingga Rio bergeser dari tempatnya berdiri memperhatikan Luna dari kejauhan.


"San, lu sensi bener ama gue!!"


"Gue sumpahin tar lu demen ama gue!"


"NAJIISS!!"

__ADS_1


Sandra memekik dengan mengacungkan jari tengah di hadapan Rio.


* * * * * * * * * *


__ADS_2