
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 101
Alvan yang selesai makan siang bersama Mario, kini bermuka muram. Dia sangat marah saat tahu ada gosip buruk tentang Aulia. Dia pun mengumpulkan semua pegawai kantor di ruang aula yang sangat besar. Biasanya mereka di sana itu saat mengadakan pertemuan dengan seluruh karyawan mulai dari cleaning service sampai direktur utama, untuk membahas kemajuan perusahaan. Namun, saat ini Alvan mengumpulkan mereka bukan untuk itu.
"Tumben kita dikumpulkan di ruangan ini. Apa akan ada pengumuman kenaikan gaji?" bisik salah seorang karyawan pada rekannya.
"Ya, semoga saja. Karena yang aku dengar, kerja sama dengan perusahaan asing itu berhasil," timpal yang lain.
Banyak karyawan yang senang mendengar berita ini. Mereka sungguh berharap kalau pertemuan kali ini pun akan adanya kenaikan gaji atau paling tidak akan mendapatkan bonus.
Begitu juga dengan Amelia dan teman-temannya. Mereka berharap akan ada pengumuman yang membuat mereka senang. Dalam seketika mereka lupa dengan kejadian yang terjadi di atap gedung tadi.
Alvan dan Papi Kenzo datang ke ruangan itu dan diikuti oleh Mario dan Janu—asisten Papi Kenzo. Mereka pun berdiri di depan seluruh karyawan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Papi Kenzo memulai pertemuan itu.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas orang-orang yang ada di sana.
"Saya mengumpulkan kalian semua di sini untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting. Ini mengenai berita miring dari calon menantu keluarga Miyazaki," kata Papi Kenzo dan sontak membuat wajah orang di sana kebanyakan mendadak pucat.
Mereka baru sadar akan tulisan di pesan grup perusahaan itu akan dimintai pertanggungjawaban kini. Penyesalan memang selalu hadir dibelakangan. Itulah yang sedang mereka rasakan saat ini. Tanpa tahu hal yang sebenarnya, dengan percaya diri mereka menulis seenak udelnya sendiri.
Ruangan yang luas dan ber-AC itu mendadak terasa sempit oleh orang-orang yang tidak punya adab. Mereka ketakutan mengingat ancaman yang tadi dikatakan oleh Yukari. Bisa-bisa akan terkena pasal pencemaran nama baik.
"Barusan saya menerima laporan kalau banyak beredar kabar tidak benar di kantor perusahaan. Tim hacker kami sudah berhasil menelusuri akun milik orang-orang yang sudah menyebarkan fitnah terhadap Aulia. Aku sendiri sangat marah saat membaca beberapa pesan kalian di grup chat. Apalagi grup chat milik divisi pemasaran dan keuangan yang sudah sangat keterlaluan, isinya. Sementara itu, dari divisi produksi barang barang ada beberapa orang yang sudah ikut menyebarkan fitnah itu, bahkan mereka ngotot saat memberi tahu seakan kabar itu benar," ucap Papi Kenzo membuat orang-orang di sana semakin menciut.
__ADS_1
"Aku mempekerjakan kalian bukan untuk bergosip apalagi menyebarkan fitnah. Jadi, orang-orang itu akan mendapatkan sangsi," tambah laki-laki berdarah Jepang itu.
Setelah Papi Kenzo selesai bicara, kini giliran Alvan mengeluarkan amarahnya. Laki-laki campuran Indonesia-Jepang ini berdiri dengan gagah di depan semua karyawan kantor.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Alvan dan dijawab oleh semua orang yang hadir di sana.
"Aku sebagai calon suami dari Aulia merasa sakit hati saat mengetahui ada fitnah yang tersebar di sini. Aku sendiri merasa sangat malu kepada Aulia. Mungkin kalian semua tidak, betapa aku berjuang keras agar bisa meluluhkan hatinya. Saya tekankan di sini sekali lagi, kalau aku adalah orang-orang yang mengejar cinta Aulia. Kalian jangan berpikir aku mudah mendapatkan dirinya. Hampir lima tahun aku mengharapkan dia untuk menjadi pendamping hidupku," aku Alvan dengan jujur dan itu membuat banyak orang terkejut dengan fakta ini.
"Jangankan kalian, aku yakin Aulia sendiri juga tidak tahu kalau aku sudah memendam perasaan kepadanya selama itu," tambah Alvan.
Orang-orang itu kini malah menjadi penasaran akan kisah cinta atasan mereka. Dalam hati mereka berharap kalau Alvan mau menceritakan kisahnya bersama Aulia.
"Apa yang kalian tulis di chat itu tidak benar. Aulia adalah wanita baik-baik yang selalu menjaga dirinya. Dia juga tidak suka mengumbar kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya kepada orang lain. Aku juga sama seperti kalian tidak pernah melihat wajahnya, sampai hari kemarin saat aku mengkhitbah dirinya. Aku ingin tertawa saat membaca pesan yang menghina wajah Aulia. Apa dia sudah pernah melihat wajah Aulia langsung? Aku yakin dia belum pernah melihat wajahnya," lanjut Alvan diiringi senyum miringnya.
"Selanjutnya Mario akan memanggil nama-nama orang yang akan mendapatkan sangsi dari perusahaan," tambah anak pasangan Papi Kenzo dan Mami Siska ini.
***
Aulia tidak punya keinginan membantu mereka melakukan pembelaan. Dia melakukan ini, agar orang-orang itu jera dan tidak akan mengulanginya lagi.
"Mulutmu adalah harimaumu" itulah pribahasa yang pantas diungkapkan untuk mereka. Orang-orang itu celaka karena omongannya sendiri. Ini adalah hal yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki bencana yang besar. Baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Amelia merasa sangat malu sekali setelah mengetahui kebenarannya. Lalu, dia pun mendatangi Aulia di ruang Alvan. Gadis itu dengan malu-malu berdiri di depan calon istri Alvan.
"Aulia, aku minta maaf. Malah percaya begitu saja berita yang beredar di grup chat," kata Amelia sambil menundukkan kepala.
Aulia pun berdiri dan mengajak Amelia duduk di sofa. Mereka kini duduk bersebelahan.
"Aku sudah memaafkan kamu. Perkembangan teknologi yang mumpuni sangat memungkinkan manusia untuk mengakses dan memberikan informasi cukup dari genggaman saja. Namun, satu hal yang lebih penting dari sekedar kemudahan dalam mendapatkan dan memberikan informasi, yaitu kebenaran dan keakuratan dari informasi tersebut. Banyak orang yang ketika menerima informasi dari grup chat atau sosial media, tanpa mengecek dan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu." Aulia menarik napasnya sejenak.
__ADS_1
"Mereka langsung sharing informasi tersebut, sehingga informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut sudah dibagikan kebanyak orang. Pada akhirnya, informasi itu tidak benar dan para pembaca telah termakan isu yang tidak valid. Bukti kebanyakan masyarakat termakan isu yang tidak relevan terbukti dari survei yang dilakukan oleh kominfo, bahwa sumber hoaks yang paling banyak beredar adalah melalui media sosial," lanjut Aulia.
Amelia pun membenarkan hal ini. Dia sudah menjadi korban dari berita palsu itu.
"Secara bahasa informasi yang tidak benar, tidak relevan dengan keadaan sebenarnya disebut hoaks. Namun, dalam perspektif islam yang pada hakikatnya hoaks telah terjadi pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam yang mana ketika istri beliau difitnah berzina oleh kaum munafikin. Sebab kejadian ini maka turunlah ayat al-quran untuk membantah hal tersebut yaitu surat al-Hujurât ayat 49
"Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian."
"Kebiasaan masyarakat dalam membicarakan suatu topik/orang lain (ghibah) juga menjadi penyebab terbesar hoaks itu beredar. Allah subhanahu wata’ala telah melarang orang-orang yang beriman untuk tidak saling menggunjing(ghibah) dalam surat [al-Hujurât/49:12] :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".
"Maraknya isu hoaks ini juga tidak terlepas dari rendahnya literasi dan budaya baca dikalangan masyarakat kita. Agama islam menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dan selalu mengecek informasi dan berita yang diterima terlebih dahulu. Secara bahasa keagamaan hal ini disebut tabayyun. Ayat al-quran yang berbicara tentang berita bohong adalah surat ” (QS. An-Nuur: 11)
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.
"Secara garis besar dapat disimpulkan bahwasanya agama islam sangat memperhatikan dan peduli tentang hoaks ini, sehingga dianjurkan bagi umatnya untuk selalu mengecek informasi atau berita yang diterima terlebih dahulu serta mencari tahu sumber dari mana asal informasi atau berita tersebut berasal," kata Aulia mengakhiri penjelasannya.
Amelia pun memeluk Aulia sambil menangis penuh penyesalan. Gadis itu mengucapkan maaf dan terima kasih silih berganti.
"Alvan!" Tiba-tiba saja pintu ruangan kerja itu dibuka oleh seseorang.
***
Kira-kira siapa yang datang membuka pintu 🤫? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik, loh. Cus ke karyanya.
__ADS_1