Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 115. Alvan Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 116


Aulia pun duduk bersama Nenek Halimah dan Kakek Yusuf di ruang keluarga. Dia pun mengatakan apa yang sudah mengganggu pikirannya seharian ini. Perempuan itu memulai ceritanya kalau beberapa hari yang lalu sempat mendengar seseorang sedang berbicara melalui telepon. Orang itu mengatakan kalau pengusaha muda bernama Alvan ingin membuat janji dengannya untuk memeriksa kesehatannya. 


"Aku curiga kalau orang yang dimaksud orang itu adalah Alvan suami aku," ucap Aulia dengan suaranya yang bergetar dan terlihat juga pancaran kesedihan dari wajahnya.


"Apakah kamu sudah mau tanya kepada Alvan secara langsung tentang kondisi kesehatannya saat ini?" tanya Kakek Yusuf kepada gadis yang duduk di dekat istrinya itu.


"Aku sudah mengirim pesan kepadanya tapi nomornya tidak aktif sejak kemarin. aku kenal sama kamu menyukai tetapi dia bilang kalau Alvan dalam keadaan baik-baik saja," jawab Aulia dengan judul kini air matanya jatuh membasahi pipi mulus miliknya.


Nenek Halimah pun memeluk dan mengusap kepala berbalut jilbab instan itu. Perempuan tua ini tahu perasaan yang sedang dirasakan oleh anak angkatnya ini.


"Berdoalah dan meminta kepada Allah untuk kebaikan calon suamimu itu berprasangka baiklah kepada Sang Pemilik Kehidupan," ujar Nenek Halimah dan Aulia pun mengangguk.


Baik Nenek Halimah maupun Kakek Yusuf selalu merasa ikut merasa sakit hatinya jika melihat Aulia dalam keadaan sedih. Setiap kali dia akan mendapatkan sesuatu yang bisa membuat hidupnya bahagia selalu saja datang ujian menghampirinya.

__ADS_1


Sejak awal ketika Gus Fathir hendak mau meminangnya sampai Ahmad yang akan menikahi dia, semuanya gagal. Bahkan kali ini rasa takut gagal untuk menikah masih menghantui perasaan dan pikiran Aulia.


"Jangan biarkan pikiranmu atau pun perasaan takut itu menguasai dirimu. Sebaik-baik pelindung bagi semua makhluk-Nya adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala," kata Kakek Yusuf.


Aulia pun mengangguk berapa kali, dia tahu kalau semua yang terjadi di dunia ini sudah kehendak dari Sang Pencipta. Sekuat apapun kita berusaha jika Allah tidak menghendaki terjadi maka sesuatu itu tidak akan terjadi. Sebaliknya jika Allah sudah berkehendak, sekuat apapun kita menolak atau mencegahnya, hal itu pasti akan terjadi juga.


***


Empat hari sebelum pernikahan ….


Saat pagi-pagi Alvan hendak pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa, rasa sakit kepala itu kembali menyerang dirinya. Papi Kenzo dan Mami Siska terkejut saat mendengar sesuatu yang jatuh dari atas tangga. Mereka pun bergegas melihat apa yang sedang terjadi di dekat anak tangga itu. Betapa terkejutnya mereka berdua, saat melihat Alvan sudah tergeletak tidak sadarkan diri.


"Cepat panggil ambulan kemari!" perintah Papi Kenzo kepada seorang pelayan yang ikut berlari ke sana tadi.


Melihat keadaan Alvan yang tidak berdaya seperti itu membuat Papi Kenzo dan Mami Siska bersedih. Mereka takut kalau keadaan Alvan ini ada hubungannya dengan kecelakaan di masa lalu. Dahulu dokter mengatakan kalau suatu keajaiban Alvan masih bisa hidup, setelah terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya saat itu. Apalagi ada sepotong besi lagi yang tidak bisa dikeluarkan saat operasi kedua yang dilakukan olehnya. Dokter itu mengatakan kalau Alvan punya batas waktu yang tidak akan lama lagi setelah dia menjalani operasi. Namun, sampai beberapa tahun laki-laki itu masih hidup dalam keadaan bugar. Hanya saja kenapa di saat dia akan meraih kebahagiaannya waktu yang ditakutkan oleh mereka itu tiba.


***


Saat ini Alvan sedang berada di rumah sakit dan Yukari pun sudah memberitahu kepada Mami Siska dan Papi Kenzo, apa yang sudah terjadi pada Alvan belakangan ini. Dia juga mau minta maaf karena sudah menyembunyikan hal penting ini dari mereka karena keinginan Alvan sendiri.

__ADS_1


"Apa Aulia sudah tahu keadaan Alvan saat ini?" tanya Papi Kenzo kepada Yukari.


"Kemarin dia sempat menanyakan keadaan kesehatan Alvan. Maka aku pun menjawab kalau Alvan sedang dalam keadaan baik-baik saja, karena aku tidak mau membuat Aulia bersedih. Itu juga sesuai dengan keinginan Alvan agar semua orang tidak mencemaskan dirinya," jawab Yukari dengan air mata yang berlinang.


Yukari juga memberitahu apa yang sempat dibicarakan oleh Alvan bersama Raihan tentang seorang dokter yang bisa membantunya untuk melakukan operasi. Maka kedua orang tua Alvan pun mencari tahu siapa dokter yang dimaksud itu.


Papikedua orang tua Alvan pun mencari tahu siapa dokter yang dimaksud itu. 😆😆


 Kenzo mencari tahu siapa dokter yang bersedia mengoperasi Alvan. Betapa terkejutnya dia saat mendengar dokter itu menyebut nama dokter Ghazali Green Hakim. Dia tahu siapa dokter yang dimaksud itu, karena dokter Ghazali Green Hakim merupakan salah satu dokter terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini. 


"Hubungkan aku dengan dokter Ghazali. Aku ingin dia yang menangani Alvan sekarang!" titah Papi Kenzo kepada dokter itu.


***


Apakah Alvan bisa dioperasi oleh dokter Ghazali? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya


__ADS_1


__ADS_2