
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 132
Alvan hendak membawa Aulia ke ruang IGD, dia sangat khawatir melihat keadaan istrinya yang sangat pucat dan badannya demam. Dia merasa kalau tadi pagi keadaannya masih baik-baik saja.
"Ananta, kamu jangan tidur dulu. Kita periksa dulu ke dokter," kata Alvan sambil berlari.
Begitu sampai ke ruang UGD, Alvan meminta dokter jaga untuk segera memeriksa keadaan Aulia. Perawatan perempuan pun ikut menandatangani pemeriksaan.
"Istri Anda sepertinya sedang hamil muda," kata dokter yang sedang memeriksa Aulia.
"Benarkah itu, Dok?" tanya Alvan antara senang, terkejut, dan tidak menyangka.
"Sebaiknya kita bawa ke dokter bagian kandungan untuk lebih jelasnya," balas dokter yang bergender laki-laki.
Aulia dibawa ke dokter ahli kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tentu saja Alvan berharap kalau istrinya memang beneran hamil.
Setelah Aulia menjalani pemeriksaan USG, dokter kandungan itu memperlihatkan layar monitor kepada Alvan dan Aulia. Hanya terlihat gumpalan hitam ini kita saja bagi mereka.
"Selamat, istri Anda positif hamil. Usia kandungannya baru memasuki tiga minggu. Bunda harus banyak istirahat dan jaga kesehatan, ya!" titah dokter bergender perempuan itu dengan senyum tipisnya
__ADS_1
"Alhamdulillah. Terima kasih dokter, kami akan memperhatikan keadaan calon bayi ini," balas Alvan dengan tangis haru.
Aulia juga merasakan hal yang sama. Dia menangis bahagia karena akan punya anak kembali. Kali ini bayi yang benar-benar dia dan pasangannya inginkan.
'Ya Allah, semoga kami bisa menjaga amanah yang Engkau berikan kepada kami ini.' (Aulia)
Rabbi innii nazartu laka maa fii batnii muharraran fa taqabbal minnii, innaka antas samii'ul 'aliim.
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Alvan dan Aulia langsung pulang begitu selesai melakukan pemeriksaan tadi. Mereka ingin berbagi kebahagiaan kepada Kakek Yusuf dan Nenek Halimah. Begitu juga ingin segera mengabari Mami Siska dan Papi Kenzo yang sekarang tinggal di Jepang.
***
“Wallâhu ahrajakum mim buthûni ummahâtikum târatan ukhra.”
(Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian pada kesempatan yang lain (persalinan).”)
"Semoga anak kalian nanti menjadi penerang rumah dan akan mewarnai kehidupan kalian," lanjut Kakek Yusuf.
Kakek Yusuf pun mengajarkan Alvan doa untuk anak yang ada di dalam perut Aulia. Agar dia selalu membaca surah Ayat kursi, dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah,
“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur'an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.”
__ADS_1
***
Setiap selesai sholat Aulia selalu mengelus perutnya dan mendoakan buah cinta dengan suaminya. Dia berharap kalau kehamilannya kali ini berjalan lancar.
Pada fase awal kehamilan atau trimester pertama, umumnya ibu hamil rentan mengalami perdarahan. Ketika mengalami hal tersebut, banyak pula ibu hamil yang merasa cemas akan kandungannya.
"Allahummah fazh waladii maa daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa 'an illaa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqama."
("Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain.")
"Aamiin," lanjut Alvan yang baru saja pulang dari masjid bersama Kakek Yusuf.
Laki-laki itu pun mencium kening dan bibir Aulia sekilas, lalu dia mencium perut di mana calon bayi mereka sedang mulai tumbuh. Sebagai orangtua, tentu mengharapkan calon Buah Hati yang tumbuh dengan baik serta dalam keadaan sehat dan normal. Maka Alvan pun tiada lupa selalu mendoakan keduanya.
"Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas dan mengerti dalam urusan agama. Quran Dan tinggikanlah derajatnya Dan luaskanlah rizkinya Dan jadikanlah bagi manusia yg sempurna selamat di dunia dan akhirat. Dengan berkahnya Nabi besar Muhammad SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam aamin, aamin aamin yaa robbal aalamin Kabulkanlah doa kami, kabulkanlah doa kami."
***
Akhirnya Aulia hamil juga 😍. Bagaimana keseharian Aulia dan Alvan menjalani kehamilannya ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya
__ADS_1