Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
Bab 65. Kemarahan Shinta


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.


***


Bab 65 


     Aulia mendatangi sebuah restoran bersama Alvan karena akan menemui klien mereka. Saat di sana dia bertemu dengan Shinta, ibunya Rangga. Dia sedang bersama teman-teman sosialita yang sering mengadakan kumpul-kumpul di tempat yang bagus dan tentunya mahal.


     Posisi meja mereka berdekatan, sehingga Aulia dan Alvan bisa mendengar pembicaraan mereka. Mau tidak mau kedengaran oleh telinga mereka.


"Iya, Jeng Shinta. Kenapa tidak kamu depak saja menantu kurang ajar itu?" Wanita berbaju hitam dengan perhiasan yang bergemerlap dari batu permata itu menyahut pembicaraan temannya.


"Aku juga sedang cari cara agar wanita gila itu mau cerai dari Rangga. Namun, suami aku melarang hal itu. Katanya masih butuh suntikan dana dari Barata," balas Shinta.


"Apa Jeng Shinta tidak tahu, kalau perusahaan milik Barata saat ini sedang goncang," timpal seorang wanita berbaju putih dengan riasan make up begitu mencolok.


"Apa? Mana mungkin perusahaan besar itu bisa goyang?" pekik Shinta.


"Ya, karena banyak penanam modal di perusahaan itu menarik saham mereka semua di waktu yang bersamaan. Selain itu, Pak Barata juga kesulitan untuk mendapatkan penanam modal yang baru," jelas wanita berbaju putih lagi.


"Kalau begini, keluarga aku sudah tidak butuh wanita mandul itu lagi. Dengan begini akan mudah aku depak dia keluarga Abimana," tukas Shinta.


"Apa, Bu Marni nanti tidak akan sakit hati?" tanya seorang wanita berbaju merah.


"Iya, juga. Dia itu wanita yang tidak akan segan-segan melakukan segala cara untuk membalas pada orang yang sudah menyinggungnya," sahut wanita berbaju hitam.


"Mereka itu ibu dan anak kompak kalau membuat orang lain celaka. Aku tidak takut, aku juga bisa membalas perbuatan mereka lebih kejam lagi," balas Shinta.


"Jeng Shinta memang hebat! Dulu, dia juga membantu aku melabrak pelakor sampai kabur tuh ke luar negeri. Aku teror terus dia sampai menyerah," puji wanita berbaju putih.


"Kita itu jangan mau kalah sama para pelakor. Enak banget mereka menikmati kekayaan suami kita. Mereka tidak punya kontribusi sama sekali dalam membangun usaha suami kita. Tahu-tahu datang dan mengeruk harta yang untuk istri dan anak-anaknya. Perempuan begitu patut di musnahkan!" kata Shinta dengan menggebu-gebu.


"Sepertinya suami aku juga sedang dekat seorang wanita. Kemarin adik aku melihat Insta_gram seorang wanita sedang bersama suami aku. Aku mau minta bantuan kalian untuk menggertak dia," ucap wanita berbaju hitam.


"Kamu punya alamat Insta_gramnya?" tanya Shinta.

__ADS_1


"Ada ini, dia masih muda dan cantik," jawab wanita berbaju hitam itu.


     Aulia melihat para wanita paruh baya itu saling mendekat dan berkumpul. Mereka lalu berkasak-kusuk mengomentari wanita pelakor itu. Dalam hati Aulia berdoa semoga kelak saat membina rumah tangga dijauhkan dari yang namanya pelakor dan dia juga tidak mau dipoligami.


"Tunggu, bukannya wanita yang duduk di sana mirip dengan wanita di Insta_gram?" tunjuk Shinta pada seorang wanita yang berada di meja pojok.


     Semua teman-teman Shinta melihat ke arah seorang wanita cantik, seksi, dan menggoda penampilannya. Mereka memperhatikan wanita yang sedang menelepon seseorang.


     Tidak lama kemudian ada seseorang yang datang. Namun, betapa terkejutnya mereka semua melihat orang yang datang adalah Damar, suami Shinta.


     Damar dan wanita itu berciuman sekilas sambil memeluk. Lalu, membuka buku menu yang diberikan oleh seorang pelayan.


     Bukan hanya ibu-ibu sosialita itu yang terkejut. Aulia pun sama terkejutnya melihat papanya Rangga melakukan perselingkuhan.


"Sttt!" Alvan memberikan kode pada Aulia.


"Apa?" bisik Aulia.


"Kita pindah meja ke pojok sana!" ajak Alvan menjauhi tempatnya saat ini.


"Urusan itu mudah, kita minta pada pelayan untuk memberi tahu pada dia nanti," ujar Alvan dan Aulia tidak bisa membantahnya. Mereka pun menjauh dari sana.


     Kemarahan Shinta sudah sampai ubun-ubun saat melihat suami dan sang pelakor itu makan sambil bermesraan. Setelah merekam video perselingkuhan suaminya secara live di media sosialnya, Shinta pun menghampiri pasangan yang sedang di mabuk cinta. Sadar tidak sadar mereka sedang menabung dosa.


"Hei. Nih, makan!" Shinta mengambil piring yang berisi makanan dan menemplokkan ke muka wanita dan menumpahkan kopi panas pada kepala suaminya.


"Aaaahk!" Wanita itu menjerit sambil berdiri dan mengelap wajahnya pakai tangan.


"Shinta! Kamu apa-apaan?" Damar marah dan membentak istrinya.


"Memberikan pelajaran kepada pelakor tidak tahu diri," balas Shinta sambil menatap tajam kepada Damar.


"Kamu salah, dia bukan pelakor!" bantah Damar sambil membantu wanita itu membersihkan mukanya.


"Bukan pelakor katamu! Sudah tertangkap basah masih saja mengelak tidak mau mengaku!" teriak Shinta dan membuat semua orang di sana langsung mengalihkan perhatiannya kepada Shinta dan Damar juga wanita yang sedang menangis karena matanya perih kena bumbu. Kalau malu itu sudah pasti. 

__ADS_1


     Suasana di restoran itu pun mendadak hening hanya ada suara isak tangis wanita itu. Selian suara Shinta dan Damar yang sedang adu mulut.


"Dia itu putriku!" balas Damar tanpa sadar dengan membentak istrinya.


    Aulia dan Alvan sangat terkejut mendengar pengakuan dari Damar barusan. Sampai-sampai tanpa sadar keduanya kini ikut memperhatikan keributan di pojok seberangnya.


"Apa?" Tubuh Shinta limbung untung temannya langsung memegangi tubuhnya.


"Sa-yang, dengarkan aku …." Tangan Damar terulur dan mantap takut pada istrinya, bahkan kata-katanya seakan termakan ke dalam tenggorokannya lagi.


"Jangan sentuh aku, bajingan!" Shinta menepis tangan Damar.


"Sayang, maafkan aku," lirih Damar dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu tahu apa yang aku perbuat kepada orang-orang yang sudah membuat aku marah," desis Shinta sambil menunjuk muka Damar dengan mata yang melotot.


"Sayang, kamu harus dengar dulu ceritanya," pinta Damar.


"Aku akan dengar cerita kalian saat di alam baka," ujar Shinta dengan sinis dan tatapan merendahkan pada wanita yang masih menangis tergugu.


     Para pengunjung pun saling bisik-bisik. Mereka membuat cerita dengan menduga-duga, saling mengait-ngaitkan ucapan yang mereka dengar. 


     Shinta pun pergi setelah memukulkan tas jinjing di kursi ke kepala wanita itu beberapa kali. Dia terlihat sangat marah sampai warna mukanya merah padam. Teman-temannya pun ikut ke luar dari restoran itu. 


     Manajer restoran yang baru datang meninta maaf kepada pengunjung atas kegaduhan barusan. Damar pun meminta maaf dan memberikan ganti rugi kepada pihak restoran.


'Apa kak Rangga tahu masalah ini?' batin Aulia.


'Kenapa kak Rangga harus punya keluarga yang seperti ini.' Aulia merasa kasihan dengan nasib mantan kekasihnya itu.


"Kamu kenapa?" tanya Alvan sambil menatap Aulia yang masih memperhatikan Damar.


***


😱 Damar punya anak dari wanita lain? Bagaimana dengan reaksi Rangga nanti? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2