Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 110. Nasehat Kakek Yusuf


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 110


"Kakek sangat berharap kalau kamu benar-benar bisa menjadi seorang yang selalu memimpin Aulia berada di jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah," kata Kakek Yusuf.


"Kewajiban suami terhadap istri merupakan hal yang juga sangat penting untuk dibahas sebagaimana kita seringkali membahas mengenai kewajiban istri yang harus dipenuhi pada suami. Selama ini, nilai yang beredar di masyarakat memang lebih cenderung menuntut para istri untuk menaati perintah suami tanpa diimbangi dengan pemenuhan hak istri yang sebenarnya juga penting untuk dilakukan," kata Kakek Yusuf dengan tatapan mata beningnya melihat ke arah Alvan.


Hati Alvan terasa dihujam sembilu. Entah kenapa dia merasa dadanya sesak saat netra mereka bersirobok.


"Anggapan ini tentu sangat keliru dan tidak adil. Agama Islam sendiri mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengakui bahwa suami dan istri memiliki posisi yang sama dan setara di dalam sebuah pernikahan.


Saat hak dan kewajiban masing-masing telah dipenuhi dengan baik, tentu akan tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Pernikahan juga akan terasa lebih bahagia dan tentram. Jika membahas mengenai kewajiban suami terhadap istri, kira-kira apa saja ya kewajiban suami yang harus dipenuhi menurut Agama Islam," lanjut laki-laki tua yang sudah hampir satu abad usianya itu.


"Beri tahu aku semuanya, Kek. Agar aku tidak salah dalam melangkah," ucap Alvan dengan air mata yang begitu saja keluar dari matanya. Dia tidak tahu kenapa dia merasa sangat sedih sekali padahal tidak ada perkataan dari Kakek Yusuf yang membuatnya harus menangis.


"Memberikan Nafkah yang Halal. Nafkah merupakan hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya. Di dalam Islam, suami wajib memberikan dan mencukupi kebutuhan istri yang Ia peroleh dari pekerjaan yang halal dan baik. Perlu diingat bahwa di dalam rumah tangga, kelangsungan hidup istri dan juga anak-anak berada di pundak suami. Kewajiban memberi nafkah yang cukup yakni meliputi, pemenuhan kebutuhan pakaian atau sandang, makanan untuk sehari-hari, rumah atau tempat tinggal yang nyaman dan aman," kata Kakek Yusuf dan menyuruh Alvan untuk menuliskan poin-poin yang dikiranya penting. Agar suatu hari dia lupa bisa membaca kembali catatan itu.


"Lalu, apa lagi, Kek." Alvan selesai menulis.


"Menggauli Istri dengan Baik. Selain pemenuhan nafkah secara lahir, istri juga berhak dipenuhi kebutuhan nafkah batinnya dan juga lahiriah atau s***ualnya. Nafkah batin ini menjadi salah satu kewajiban suami yang wujudnya berupa hubungan suami istri yang bersifat mesra, intim, dan penuh dengan kasih sayang. Untuk kriteria hubungan intim yang baik menurut pandangan Agama Islam yaitu tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Dimana kedua belah pihak sama-sama mau dan berlandaskan consent. Apabila istri menolak untuk melakukan hubungan suami istri dengan alasan yang rasional dan kuat, maka seharusnya suami bisa memahaminya dan tidak marah," jelas Kakek Yusuf dan Alvan pun dengan cepat menulis semua itu.

__ADS_1


"Menunjukkan kasih sayang yang tulus. Kewajiban suami terhadap istri selanjutnya adalah harus selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. Laki-laki tidak perlu selalu terlihat galak ataupun terkesan garang, sebagaimana istri juga tidak perlu selalu bersikap lemah lembut," ujar Kakek Yusuf terjeda karena menarik napas.


"Keduanya perlu menjalin komunikasi yang baik, termasuk juga menghindari berbicara dengan cara mengintimidasi dan seakan-akan memerintah satu sama lain. Sehingga, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari berbicara dengan nada yang tinggi kepada istri. Terlebih sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakiti hati. Sikap penuh dengan kasih sayang ini merupakan salah satu tanda sayang yang akan membuat istri merasa sangat disayangi dan dicintai oleh sang suami," lanjut laki-laki yang mengabdikan hidupnya di jalan yang diperintahkan sesuai ajaran Rasulullah.


"Semoga saja aku melakukan hal ini seumur hidupku," ucap Alvan.


"Kakek percaya kepada kamu bisa menyayangi dan mencintai Aulia selama hidupmu," balas Kakek Yusuf dengan senyum tulusnya.


"Lalu, apalagi Kek?" tanya Alvan dengan penuh semangat.


"Menghormati istri. Kewajiban suami terhadap istri yang harus dilakukan yaitu menghormati istri dalam kondisi apapun. Bentuk dari penghormatan suami kepada istri ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya saja dengan mendengarkan perkataan istri dengan baik, menghargai setiap pendapatnya, melaksanakan perintahnya, dan juga menjaga nama baik istri di depan keluarga serta orang lain," balas Kakek Yusuf.


"Jadi suami itu tidak boleh otoriter kepada istrinya. Aku setuju sekali," tukas Alvan.


"Dengan menceritakan kesalahan ataupun kejelekan istri justru akan meningkatkan risiko munculnya masalah rumah tangga yang lebih rumit dan berisiko menyakiti perasaannya. Hal itu pastinya akan membuat istri merasa sedih dan kecewa. Jadi, para suami harus senantiasa menjaga marwah istri dengan cara menyimpan rapat aib istri rapat-rapat. Perlu diingat bahwa orang yang memiliki kedudukan paling buruk di hari kiamat adalah para suami yang gemar menceritakan keburukan istrinya sendiri," lanjut Kakek Yusuf dengan lembut dan jelas. Sebab Aulia memiliki masa lalu yang kelam. Jadi, dia berharap Alvan bisa paham dan tahu ini dengan jelas.


Laki-laki itu menganggukkan kepala. Dia tahu maksud laki-laki yang sudah sepuh.


"Membimbing istri, suami merupakan imam di dalam keluarga dan kewajiban suami terhadap istri yang paling utama adalah membimbing istri dan keluarga supaya selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Membimbing keluarga ini tidak hanya dalam hal agama saja, namun juga tentang kehidupan sosial juga. Misalnya saja dengan memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak, mengizinkan istrinya untuk tetap belajar berbagai hal baik, dan mengajarkan ilmu-ilmu agama yang baik kepada keluarga. Hal ini dijelaskan dalam surah At-Tahriim, ayat 6,


“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu (dan anakmu) dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka. Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim 6).


Kakek Yusuf menitikan air matanya. Pipi mulus dan bercahaya itu kini basah dengan air mata. Ini juga menjadi peringatan untuk dirinya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Alvan. Dia merasa dadanya direm_at dengan kuat sampai merasa sesak. Dia baru sadar hari ini, kalau tugas seorang suami yang benar itu berat juga. Tidak seperti bayangannya.


"Memaafkan kesalahan istri. Saling memaafkan merupakan sebuah hal yang sangat diwajibkan oleh Agama Islam. Begitu juga dalam konteks kehidupan berumah tangga. Di mana suami seharusnya memaafkan segala kesalahan istri dengan lapang dada dan begitupun sebaliknya, istri juga harus selalu memaafkan kesalahan suami. Memaafkan akan menjauhkan hubungan suami istri dari perasaan dendam yang dapat mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga. Selain itu, baik suami ataupun istri harus mengimbanginya dengan komunikasi yang baik. Supaya masing-masing pihak tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari," lanjut Kakek Yusuf.


"Tidak pelit terhadap istri. Sangat disayangkan bahwa masih banyak suami yang bersikap seenaknya terhadap istrinya, memberikan jatah nafkah yang terbatas dan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, untuk para suami, sehatusnya selalu penuhi kewajiban untuk memenuhi semua kebutuhan istri dengan baik. Jangan perhitungan jika ingin memberikan nafkah kepada istri untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ekonomi rumah tangga yang baik dan lancar juga menjadi salah satu kunci ketentraman pernikahan," ucap suami dari Nenek Halimah ini.


"Kalau yang ini Insha Allah aku akan memberikan Aulia uang yang dia butuhkan," balas Alvan dengan senyum malu-malu. Sebab, secara materi dirinya memiliki lebih.


Kakek Yusuf pun tahu kalau Alvan pasti akan mampu dari segi perekonomian. Selain itu dia juga termasuk orang yang loyal kepada orang-orang yang dekat dengannya.


"Selanjutnya, menjadi kepala keluarga yang baik. Seorang suami merupakan seorang imam, sehingga memiliki kewajiban untuk menjadi pemimpin rumah tangga yang baik. Caranya yaitu dengan memberikan contoh yang baik kepada istri dan anak-anak, memenuhi semua kebutuhan keluarga dengan baik. Akan tetapi, hal tersebut tidak boleh menjadi pembenaran untuk suami dalam bersikap dominan di dalam keluarga. Perlu diingat bahwa kehidupan rumah tangga harus dilandasi dengan konsep “saling”. Baik itu suami ataupun istri memiliki kedudukan yang sama. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus saling membantu. Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat.


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Surat An-Nisa’ ayat 34).


Alvan dengan cepat menulis nama surat dan ayatnya. Nanti dia bisa baca di Al-Qur'an lagi.


'Ya Allah, jadikanlah aku laki-laki yang mampu menjadi suami terbaik bagi Aulia.' (Alvan)


***


😭 Kenapa aku merasa Kakek Yusuf seperti orang yang akan meninggal. Aku nangis nggak henti saat menulis part ini.


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.

__ADS_1



__ADS_2