
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.
***
Bab 74
Alvan menduga kalau Aulia itu adalah wanita yang dulu dia tabrak saat melakukan balapan motor dengan anak-anak geng motor yang suka membuat kacau dan kegelisahan di lingkungannya. Malam itu terjadi pertaruhan antara mereka. Kalau kalah maka dia harus pergi dari Kota Kembang. Tentu saja itu adalah satu-satunya kesempatan yang dimiliki oleh Alvan dan David untuk menyingkirkan para berandalan yang selalu bikin resah para warga itu.
Flashback on.
Terlihat ada beberapa orang di sebuah bangunan terbengkalai. Mereka sedang melakukan perundingan.
"Oke, Ben, dengan begini aku rasa adil," kata David kepada laki-laki bertato di tangannya.
"Kita balapan secara estafet dua putaran mengelilingi kota," ucap laki-laki yang di panggil Ben oleh David.
"Sepakat. Seorang laki-laki jantan tidak akan memungkiri ucapannya. Jika, kami menang maka kalian tidak akan pernah lagi melakukan kegaduhan dan berbuat onar kepada warga dan lingkungan kota ini," ujar Alvan.
"Tentu saja. Pantang bagi kami kelompok KEONG RACUN menjilat ludah sendiri. Namun, jika kalian yang kalah motor kalian berdua jadi milikku dan kalian harus pergi dari kota ini," balas Ben.
__ADS_1
Balapan pun terjadi tengah malam di saat tidak banyak orang dan kendaraan. Namun, perkiraan mereka salah. Malam itu suasananya jalanan lumayan ramai tidak sesepi biasanya.
Putaran pertama antara David dengan temannya Ben. Mereka mengendari motor dengan kecepatan tinggi sampai orang yang melihatnya akan terlihat sekelebat. Butuh waktu 50 menit untuk mengitari jalan kota yang sudah ditentukan rutenya. Kalau orang normal itu perlu 2 jam 30 menit sampai 3 jam.
Setelah itu tongkat pertandingan di lanjutkan kepada Alvan dan Ben di waktu yang hampir bersamaan. Tentu saja bagi Ben yang sehari-hari hidup di jalanan Kota Kembang itu tahu mana jalan tikus yang bisa menyusul Alvan yang sudah terlebih dahulu melaju. Ben yang memotong jalan itu pun berhasil menyusul Alvan tanpa disadari olehnya. Bahkan dia bisa menyalip Alvan. Lampu mereka pasti akan di tabrak oleh mereka berdua. Bahkan saat Ben akan menabrak seorang kakek pun dia tidak berhenti. Makanya, saat Alvan yang melaju di belakangnya menyenggol seorang perempuan yang hendak menolong kakek itu. Alvan tadinya ingin berhenti, tetapi melihat ada beberapa orang dan kendaraan di sana, dia berpikir kalau mereka pasti akan menolong wanita itu dan membawanya ke rumah sakit.
'Biarkan saja dulu dia, nanti aku cari ke rumah sakit dan meminta maaf kepadanya,' batin Alvan.
Alvan pun semakin menambah kecepatannya. Karena motor milik dia lebih bagus dari Ben, maka dia masih bisa terus menambah kecepatannya. Dia pun berhasil menyusul Ben.
Tidak terima dengan tersusul oleh Alvan, Ben pun berbuat curang. Dia dan teman-temannya sudah sepakat. Jika, pihak lawan diperkirakan akan menang, maka mereka akan melakukan tindakan pencegahan.
Salah seorang dari mereka melemparkan sepotong kayu ke kepala Alvan. Meski sempat oleng, dia masih bisa melanjutkan pertandingan itu. Ketika sudah di dekat finis ada yang melemparkan batu ke arah ban motor belakang sehingga Alvan terjatuh dan terseret, sehingga jatuh ke jurang.
David dan orang-orang yang sedang menunggu di garis finis pun dikejutkan oleh suara ledakkan yang memekakkan telinga. Mereka lalu mencari sumber ledakkan dan betapa terkejutnya mereka saat melihat tubuh Ben yang sedang mengerang kesakitan karena di lahap oleh si jago merah.
David mencari keberadaan sepupunya. Sampai dia melihat kalau motor Alvan ada di jurang. Dia pun menghubungi tim SAR untuk membantu mencari Alvan di jurang.
Alvan mengalami koma selama beberapa bulan. Dia dinyatakan tidak bisa berjalan oleh dokter, tetapi bisa diterapi jika ingin bisa berjalan lagi. Selama tiga bulan Alvan melakukan terapi agar bisa jalan.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa ada kabar dari orang yang tertabrak oleh aku dulu?" tanya Alvan.
"Aku dengar kalau wanita itu hidup sebatang kara dan bayi yang ada di dalam kandungannya pun meninggal akibat kecelakaan itu. Tidak ada yang tahu dia pergi ke mana," jawab David.
"Apa? Aku sudah membuat orang lain hidup menderita. Bahkan menghilangkan nyawa yang belum pernah melihat dunia ini," lirih Alvan dengan air mata yang tanpa permisi langsung meluncur di pipi mulusnya.
Semenjak itu kepala Alvin sering sakit dan setelah di cek ada beberapa serpihan besi kecil di dekat saraf-saraf otak. Hanya satu yang tidak bisa di keluarkan karena berada di posisi yang rawan. Bisa-bisa Alvan meninggal atau akan mengalami kelumpuhan total atau koma seumur hidup. Maka, kedua orang tuanya dan dokter sepakat untuk tidak mengeluarkan satu besi itu.
Alvan yang punya rasa kepedulian yang tinggi terhadap orang lain, terus saja menyalahkan dirinya karena sudah merebut kebahagiaan hidup orang lain. Maka dia pun berpikir dirinya juga tidak boleh hidup dengan bahagia sebelum mendapatkan maaf dari orang itu. Dia pun menghentikan terapi yang sedang di jalani olehnya. Dia juga kini menjaga jarak dari orang lain.
Flashback off.
Alvan menceritakan kejadian waktu itu dan meminta maaf kepada Aulia. Dia sungguh-sungguh sangat menyesal.
"Tuan, aku izin cuti hari ini. Aku ingin menenangkan hati dan pikiran. Jika, aku memaksakan diri, bekerja pun tidak akan benar," ucap Aulia sambil beranjak dari ruangan itu.
"Aulia aku sungguh minta maaf," lirih Alvan dengan tulus.
"Itu sudah menjadi takdir aku dan bayiku. Aku sudah memaafkan orang yang sudah menabrak malam itu. Karena kejadian itu, aku bertemu dengan kakek Yusuf dan nenek Halimah. Kalau dilihat dari sudut ini seharusnya aku berterima kasih kepada Anda. Banyak hal indah yang aku dapatkan setelah kejadian itu. Allah mengantikan kehadiran bayi itu dengan banyak orang yang menyayangi aku seperti keluarga mereka sendiri. Sehingga aku tidak merasakan kesepian. Jika, aku tidak tertabrak oleh Anda mungkin aku hanya akan punya anakku saja. Allah itu Maha Penyayang, dia tahu apa yang terbaik buat aku," balas Aulia sebelum pergi dan ini malah membuat Alvan semakin merasa bersalah dan ingin membuat hidup Aulia bahagia.
__ADS_1
***
Bingung mau ngetik apalagi. Lanjut saja nanti, ya. Akan ada banyak kejutan di insha Allah, 4 bab penutupan kira-kira aku buat /6 bab lagi tergantung mood). Semoga kalian semua pada suka dan puas. Siapkan saja Vote sama poinnya untuk mendukung mereka 😁