
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 131
Amelia bingung harus bagaimana cara memulai pembicaraan dengan sahabatnya itu. Gadis itu bermondar-mandir di ruang kerja sejak 15 menit yang lalu. Handphone-nya dia pegang di tangan kanan. Sesekali dia melihat pada layar yang tertera nama Noah.
"Bagaimana caranya aku memberitahu dia, ya?"
Tiba-tiba saja telepon genggamnya berbunyi dan tertera nama Noah di sana. Entah ini kebetulan atau memang sudah takdir Allah, laki-laki itu menghubungi.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Apa aku beri tahu langsung saja dia saat ini?" gumam Amelia bermonolog.
Gadis itu tombol warna hijau dan memberikan salam kepada orang yang menghubunginya. Orang yang menghubunginya dari seberang, ternyata bukan Noah, tetapi orang lain.
"Halo, ini dengan siapa, ya? Kenapa ponsel teman aku ada pada Anda?" tanya Amelia.
^^^"Orang yang mempunyai ponsel ini sudah mengalami kecelakaan. Saat ini sudah berada di rumah sakit umum."^^^
Betapa terkejutnya Amelia mendengar berita ini. kakinya mendadak lemas dan tidak kuat menopang berat badannya.
"Bagaimana keadaan dia saat ini?"
^^^"Laki-laki ini sedang berada di ruang ICU."^^^
"A-pa? Apa luka dia sangat parah sekali?"
^^^"Iya. Sepertinya begitu, karena saat ini dia sedang mengalami koma."^^^
Amelia mengucapkan istighfar beberapa kali untuk menguatkan hati dan pikiran. Setelah itu, dia meminta izin untuk pulang terlebih dahulu kepada atasannya.
Amelia datang ke rumah sakit umum untuk melihat keadaan Noah saat ini. Ternyata di sana sudah ada dua orang polisi.
"Anda siapanya pasien?" tanya salah seorang laki-laki berseragam polisi.
Polisi itu melihat Amelia dengan penuh selidik. Terlihat sekali kalau perempuan itu dalam keadaan kacau dengan air mata yang terus keluar dari netranya.
__ADS_1
"Saya adalah teman baiknya Noah. Kalau boleh tahu kenapa sahabat saya sampai mengalami kecelakaan?" balas Amelia.
"Ini terjadi kecelakaan tunggal. Motor Noah menabrak pembatas jalanan dan jatuh ke jurang. Untung kedalamannya masih dangkal," lanjut polisi tadi.
***
Keesokan harinya kedua orang tua Noah datang ke Indonesia setelah dihubungi oleh pihak polisi. Terlihat seorang laki-laki bule dan perempuan berkulit eksotis yang dikenal oleh Amelia.
Pak Hasan dan Bu Sari juga datang untuk melihat keadaan Noah. Mereka yang sudah mengenal Ninik, yang dulunya merupakan tetangga mereka, memberikan salam kepadanya.
"Bagaimana kabar Anda?" tanya Pak Hasan.
"Bohong kalau aku sebut kabarku baik, di saat putraku sedang berjuang antara hidup dan mati," jawab Niken yang nurutnya merupakan janda miskin karena suaminya terhadap meninggalkan banyak hutang.
"Semoga saja Noah secepatnya sadar," lanjut Bu Sari yang menjadi tidak suka kepada Niken setelah dia menikah kembali.
Ninik melihat ke arah Amelia, terlihat jelas pacaran tidak suka dari pancaran matanya. Kedua orang itu saling Bersirobok, tetapi tidak menyapa dan saling terdiam.
Dokter pun keluar dari ruang tempat Noah mendapatkan perawatan intensif. Ada beberapa perawat laki-laki yang mendorong brankar, di mana Noah sudah membuka matanya.
***
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Alvan.
Amelia pun menceritakan kejadian yang sudah dialami oleh Noah, menurut keterangan saksi dan polisi. Kalau kecelakaan itu disebabkan oleh para perbuatannya sendiri.
Akan tetapi, pihak keluarga Noah tidak mau mendengar dan menerima penjelasan itu. Niken menyatakan kalau kecelakaan yang terjadi kepada Noah itu adalah perbuatan orang lain yang ingin menyakiti putranya.
"Pokoknya kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah menimpa pada Noah!" kata Niken pada Amelia dan keluarganya.
"Tante, aku tidak bisa. Karena aku sudah punya calon suami," balas Amelia.
Alvan dan Aulia yang tidak tahu apa-apa hanya menyaksikan ketegangan di antara dua keluarga itu. Diam-diam Alvan pun menghubungi Rangga dengan mengirim pesan kepadanya. DiA menanyakan apa yang sedang terjadi kepada Amelia.
Tidak lama kemudian handphone milik Alvan berdering, terlihat nomor yang menghubunginya adalah Rangga.
^^^"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?"^^^
__ADS_1
"Justru itu, aku juga tidak tahu apa-apa. Aku mengira kamu tahu apa yang sedang terjadi pada Amelia."
^^^"Amelia tidak bilang apa-apa kepadaku. Semalam saat aku menghubungi dia tidak membicarakan masalah ini."^^^
"Sekarang kamu ada di mana?"
^^^"Aku berada di Pulau seberang."^^^
"Sebaiknya kamu cepat kembali."
Niken meminta Amelia untuk menikah dengan Noah yang kini mengalami. Putranya kamu harus ke Indonesia hanya untuk penemu gadis itu. Jadi, sebagai seorang ibu, dia menginginkan kebahagian sang putra di tengah kemalangan nasibnya.
Keluarga Amelia menolak keras keinginan Niken itu, karena mereka juga ingin kebahagiaan untuk putri semata wayangnya. Terjadi perdebatan di antara mereka, sampai datang kedua orang tua Rangga ke sana.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Rangga telepon kami agar menemui kalian di rumah sakit," tanya Papa Damar.
Pak Hasan pun menceritakan apa yang sudah terjadi kepada Noah dan orang tuanya meminta agar Amelia mau bertanggung jawab, dengan menikah dengannya. Tentu saja Amelia menolak karena ingin menikah dengan Rangga.
Mendengar cerita ini tentu saja kedua orang tua Rangga menentang, karena putra dan cucu mereka baru saja akan memulai lembaran baru. Mama Shinta balik memarahi orang tua Noah.
"Kecelakaan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Amelia. Itu semua sudah takdir anak Anda," ujar Papa Damar.
"Noah tidak akan mengalami hal ini jika tidak datang ke Indonesia," bantah Niken.
"Bukan keinginan Amelia, Noah datang ke Indonesia itu atas keinginan dia sendir.i Jadi, tidak sepantasnya Anda menyalahkan Amelia atas apa yang sudah terjadi kepada Noah," balas Mama Shinta nyolot tidak mau calon menantunya direbut.
Aulia yang melihat perdebatan itu menjadi pusing. Belum lagi bau rumah sakit yang sejak tadi membuat perutnya terasa bergejolak. Maka dia pun menarik tangan suaminya agar keluar dari ruangan itu.
"Alvan-kun, aku ingin mencari udara segar. Di sini malah membuat aku terasa pengap," kata Aulia dengan berbisik kepada suaminya.
Alvan yang baru menyadari keadaan Aulia sangat terkejut saat melihat wajah istrinya sangat pucat. Dia pun langsung membohong istrinya keluar dari ruangan itu.
***
🤭 Amelia yang kini menjadi rebutan. Apakah Rangga yang akan melangsungkan pernikahan dengan Amelia? Atau Noah? Bagaimana keadaan Aulia yang mendadak sakit? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1