
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 122
Gus Fathir yang tidak bisa pulang ke Indonesia karena kesibukan dirinya di kampus, hanya mengucapkan selamat dan mendoakan Aulia dan Alvan lewat video call. Sebenarnya Alvan mengharapkan kedatangan laki-laki itu, karena mereka sudah memutuskan menjadi teman baik semenjak Aulia memilih dirinya.
"Gus Fathir itu sangat sibuk sekali, ya?" tanya Aulia kepada Ning Annisa.
"Iya, dia selain melanjutkan kuliah, dia mengajar di universitas yang berbeda," jawab adik Gus Fathir.
"Ning Annisa?" panggil Amelia ragu-ragu.
"Amel!" Ning Annisa senang bisa bertemu dengan temannya kembali.
Mereka pun malah berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari yang sedang dijalani belakangan ini. Saat Aulia mengatakan kalau Amelia sedang melakukan pendekatan kepada Rangga, Ning Annisa malah mencubit gadis itu karena sudah menyembunyikan hal ini darinya.
"Sepertinya kamu sudah tidak menganggap aku sebagai teman," kata Ning Annisa.
"Bukan seperti itu, aku malu kalau ternyata nanti tidak berjodoh dengan Kak Rangga," balas Amelia.
"Biasa saja, tidak perlu malu. Aku juga dulu selalu bercerita kepada Aulia dan ternyata aku tidak berjodoh dengannya. Malah jodoh aku ditemukan karena tidak sengaja," ucap Ning Annisa sambil menyeringai lebar dan mentertawakan dirinya sendiri karena dulu dia begitu berharap kalau Ustadz Azka yang akan menjadi jodohnya.
Aulia juga begitu, dia dulu berharap kalau Gus Fathir adalah laki-laki yang akan menjadi imam bagi keluarganya. Namun, takdir berkata lain. Ternyata jodohnya adalah Alvan. Laki-laki yang membuat dirinya menemukan kehidupan baru yang tidak pernah tersirat dalam benaknya dahulu. Akibat tabrak lari yang dilakukan oleh Alvan dulu, dia kehilangan bayi yang dikandungnya. Lalu, diajak oleh Kakek Yusuf dan Nenek Halimah untuk tinggal di desa dan menjadi anak angkat mereka. Inilah titik cahaya dalam kehidupan Aulia.
__ADS_1
Kini Aulia dan Ning Annisa malah menggoda Amelia. Keduanya juga mendukung untuk hubungan mereka bahkan Safiyah juga sudah memanggilnya dengan Bunda Amel.
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan berondong bule itu?" tanya Aulia penasaran, karena temannya ini tidak pernah lagi bercerita apa-apa lagi tentang kehidupan rumah tangganya beberapa waktu belakangan ini.
Raut wajah Ning Annisa langsung berubah. Terlihat jelas kalau saat ini rumah tangganya sedang dalam masalah. Tidak perlu bicara apapun Aulia tahu keadaan temannya saat ini. Dia pun langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Amelia, karena dia juga melihat perubahan ekspresi wajah dari temannya yang biasanya terlihat ceria dengan suaranya yang riang.
"Kami sedang introspeksi diri. Kadang ada hal-hal yang dianggap sepele orang lain, tetapi itu merupakan hal yang sangat serius bagi kita. Atau sebaliknya kita menganggap tidak penting sesuatu, tetapi hal itu justru sangat berharga bagi orang lain," ucap Ning Annisa.
Nenek Halimah yang mendengar perkataan yang Anisa tahu kalau muridnya ini sedang dalam masalah dengan sang suami. Wanita tua itu pun hanya bisa mengusap kepala sambil tersenyum kepadanya dan memberikan beberapa kata nasihat dan penyemangat untuk perempuan ini.
"Nyaris tidak ada pasangan suami istri yang luput dari yang namanya perselisihan dalam membina hubungan. Pada kenyataannya, jarang sekali suami-istri yang menjalani rumah tangga tanpa ada permasalahan dan perselisihan. Karenanya, tidak berlebihan bila masalah dan perselisihan dalam rumah tangga dianggap hal yang wajar, karena hal ini sulit dihindari," ucap Nenek Halimah dan Ning Annisa pun mengangguk.
"Namun, bukan berarti kalia harus pasrah dengan keadaan dan membiarkan masalah dan percekcokan menggerogoti pondasi rumah tangga dan menghapus kebahagiaan keluarga kalian. Jangan mengira bahwa perselisihan adalah bencana besar yang tak bisa ditolak dan tak bisa diatasi," lanjut wanita tua bergamis hitam itu dengan suaranya yang lembut.
"Justru dengan segala cara, mereka harus mencari solusi agar keluarga tetap terjaga dan tali pernikahan bisa dipertahankan. Mereka harus yakin setiap masalah ada solusinya. Mereka jangan putus asa dan terus berjuang mencari solusi demi keutuhan keluarga dan melanggengkan pernikahan," jelas istri dari Kakek Yusuf.
"Mungkin karena kita sama-sama masih egois dan tidak mau mendengarkan satu sama lainnya. Sehingga terjadilah permasalahan dalam hubungan aku saat ini bersama Rafael," ujar Ning Annisa dengan suaranya yang bergetar karena menahan diri agar tidak menangis.
Nenek Halimah pun membawa Ning Annisa duduk di kursi yang agak menjauh dari kumpulan orang-orang yang ada di sana. Dia tidak mau kalau sampai orang lain ikut-ikutan menggunjing permasalahan rumah tangga Ning Annisa. Meski orang-orang yang ada di sana hanya segelintir orang. Namun, siapa tahu nanti akan ada yang tanpa sengaja membuka aib kehidupan rumah tangga gadis ini.
Akan tetapi, Aulia masih ikut mengekorinya. Dia ingin mendapatkan nasehat dari wanita yang selalu memberikan penyemangat dalam hidupnya. Kini mereka duduk bertiga, dengan Ning Annisa yang duduk di tengah.
"Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi konflik pasangan suami istri. Pertama, menyelesaikannya dengan kasih sayang.
__ADS_1
Islam itu selalu mengajarkan umatnya untuk menyebarkan sikap kasih sayang kepada siapa pun itu di sekelilingnya. Termasuk pasangan dalam rumah tangga. Untuk itu, ketika terjadi konflik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyelesaikannya lewat kasih sayang," kata Nenek Halimah sambil mengusap punggung Ning Annisa.
"Kedua, mengendalikan emosi sebaik mungkin. Emosi itu memang bentuk reaksi alami setiap orang yang tidak bisa kita hindari. Namun, bukan berarti harus selalu diikuti, lho. Seseorang yang bisa mengendalikan emosinya dan bersikap lebih sabar lebih disukai oleh Allah SWT," lanjut Nenek Halimah.
"Ketiga, saling memberi nasihat dengan lembut. Biasanya ketika terjadi konflik dalam rumah tangga, kedua belah pihak akan merasa dirinya paling benar, sehingga masing-masing teguh dengan pendiriannya. Padahal, tindakan seperti ini hanya akan membuat situasi makin runyam.
Maka dari itu, cobalah untuk menyelesaikan dengan pendekatan yang lebih lembut. Mintalah pasanganmu untuk duduk dan saling bermusyawarah mencari solusi dari masalah kalian. Dengan bersikap saling mendengarkan ini, permasalahan bisa lebih cepat diatasi dan hubungan semakin harmonis," tambah Nenek Halimah.
Ning Annisa mengangguk membenarkan hal ini. Kemarin dia dan Rafael sama-sama tidak mau kalah dan merasa kalau dirinyalah yang benar.
"Lalu, Nek?" pinta Aulia malah semakin penasaran dengan petuah wanita tua ini.
"Keempat, saling memaafkan satu sama lain. Bersikap keras kepala dengan saling bertahan di posisi masing-masing itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah, Bela, apalagi jika ditambah dengan tidak ada yang mau meminta maaf duluan. Kalian harus bisa bersikap bijak dengan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Setiap dari kita termasuk kamu dan pasangan pasti membuat kesalahan. Untuk itu, mengambil langkah untuk minta maaf itu bukan berarti menjatuhkan harga diri. Justru itu bisa menunjukkan kadar kedewasaan kamu dalam rumah tangga. Allah SWT juga menyukai orang-orang yang mau saling memaafkan," kata Nenek Halimah masih setia mengelus punggung istri Rafael.
"Kelima, menjaga komunikasi dan saling percaya. Cara menyelesaikan konflik rumah tangga menurut ajaran Islam adalah dengan tetap menjaga komunikasi dan kepercayaan. Hal ini lantaran keduanya adalah fondasi utama dari kekuatan sebuah hubungan, dengan adanya komunikasi yang lancar dan terbuka, kesalahpahaman dalam rumah tangga bisa diminimalisir.
Untuk itu, perkara apa pun yang kalian hadapi, mau itu kecil atau besar, baiknya untuk selalu dikomunikasikan sama-sama. Lalu, sikap saling percaya bisa membuat prasangka-prasangka buruk atau suudzon bisa dihindari, sehingga hati pun bisa jauh lebih tenang," tutur Nenek Halimah.
***
Babak kehidupan baru Aulia dan Alvan baru saja akan di mulai. Bagaimana kisahnya mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1