Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 121. Akhirnya Sah!


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 121


Waktu terus bergulir dan hari ini adalah di mana Aulia dan Alvan akan menikah. Raihan membantu teman yang ini untuk mendatangkan dan juga wali hakim untuk Aulia. Untuk saksi ada kakek Yusuf dan Dokter Ghazali.


"Kak Aulia akan aku dandan,"i kata Alin.


"Jangan!" teriak Aqilah dan Raihan bersamaan.


Mendengar teriakan itu membuat orang-orang di sana terkejut. Alin pun hanya memberengutkan wajahnya karena kesal.


"Kenapa? Aku juga bisa menemani wajah, kok!" balas Alin.


"Biar Mommy saja yang merias wajah Kak Aulia," ujar Aqilah dan disetujui oleh Raihan.


Akhirnya Bintang pun merias wajah Aulia menjadi sangat cantik. Bahkan Nenek Halimah dan Mami Siska merasa sangat pangling lihat wajah Aulia saat ini.


"Masya Allah, cantik sekali kamu Aulia," puji Nenek Halimah saat Aulia selesai di dandani.


"Menantu aku sangat cantik sekali," puji Mami Siska dengan penuh rasa kagum kepadanya.


Aulia menjadi sangat malu sekali sampai pipinya merona. Dia juga tidak menyangka akan bisa secantik ini.


"Tuh, lihat! Kalau Mommy yang menandai pasti hasilnya akan sangat cantik sekali. Jika didandani oleh Kak Alin belum tentu akan seperti ini," kata Aqilah dan Alin harus mengakui itu.


"Ya, tentu saja karena Tante Bintang itu sangat cantik dan pandai berdandan," balas Alin masih menatap ke arah Aulia.


'Sesuai dugaan kalau Kak Aulia ini adalah wanita berwajah cantik. Untung saja dia tidak jadi adik madu aku.' (sampai sekarang alim masih mengira kalau Aulia akan dijadikan istri kedua Raihan jika Alvan tidak sadar)

__ADS_1


Pintu ruang inap khusus itu diketuk oleh seseorang. Lalu, Alin pun membukanya dan terlihat ada seseorang perempuan yang memakai cadar sedang berdiri.


"Anda mencari siapa?" tanya Alin merasa tidak kenal dengan perempuan yang berdiri di depan pintu ini.


"Saya Annisa dan ke sini mau bertemu dengan Aulia," jawab perempuan itu yang tidak lain adalah Ning Annisa.


Alin pun mempersilakan Ning Annisa masuk ke dalam sana. Tentu saja kedatangan Ning Annisa sangat dinantikan oleh Aulia.


"Selamat sahabatku, akhirnya kamu bisa menyempurnakan sebagian dari agama Islam," ucap Ning Annisa sambil memeluk Aulia.


"Alhamdulillah. Allah masih memberikan aku kesempatan untuk mendapatkan ridho dari menjalankan ibadah dalam mengarungi rumah tangga nanti bersama Alvan," balas Aulia dengan malu-malu.


"Ara, mungkin akan datang terlambat. Karena bayinya rewel terus sejak tadi pagi, katanya," lanjut Ning Annisa.


"Iya, tadi dia sudah menghubungi aku. Kalian adalah teman-teman yang berharga dalam hidupku," kata Aulia dengan senyum lebarnya.


***


Bahkan keluarganya Rangga dan Amelia sudah datang sejak tadi pagi. Sementara itu, Mario dan maminya sudah datang sejak semalam bersama Yukari.


Kini Alvan menjabat tangan orang yang menjadi wali nikahnya Aulia. Jantung dia terasa berdebar dengan kencang, tapi hatinya merasa sangat senang. Alvan terus berdoa dalam hati semoga diberi kelancaran dan kemudahan.


"Bismillahirrahmanirrahim, dengan memohon Rahmat dan berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Saya nikahkan dan kawinkan Aulia Nurul Asyifa bin Yusril Adiwijaya dengan engkau Alvan Mahendra Miyazaki dengan wali hakim dengan mas kawin satu miliar dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnnya Aulia Nurul Asyifa untuk saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Sah!"


"Sah."


"Alhamdulillah,"

__ADS_1


 “Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.” (Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan)


Nenek Halimah dan Mami Siska membawa masuk Aulia ke ruang inap dan terlihat Alvan tersenyum tampan menyambut kedatangan istrinya. Penampilan Aulia dengan gamis indah berwarna putih itu terlihat sangat cantik dan anggun. Meski wajahnya tertutup niqob, Alvan merasa kalau Aulia saat ini sudah berdandan cantik untuk dirinya.


'Bidadariku.' (Alvan)


Aulia dengan langkah perlahan berjalan ke arah Alvan yang duduk di kursi roda. Lalu, dia pun duduk di kursi yang sudah disiapkan di samping suaminya.


Alvan memasangkan cincin nikahnya pada jari tangan Aulia. Lalu perempuan itu mencium tangan Alvan sebagai bukti penghormatan padanya dan Alvan berdoa kemudian meniupkan ke ubun-ubun Aulia.


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya."


Doa Alvan yang di aamiin-kan oleh Aulia. Begitu juga dengan Aulia meminta keridhoan suaminya agar bisa menjadi istri yang sholeha. Tempatnya berbagi dan mengharapkan ridho pahala dari Allah.


Setelah selesai menandatangani semua dokumen pernikahan mereka. Keluarga mereka memberi selamat dan mendoakan kebaikan bagi rumah tangga bagi Alvan dan Aulia. Sekarang Aulia dan Alvan telah sah menjadi suami istri dan siap untuk membina rumah tangga.


"Aku senang sekali, Aulia. Akhirnya kamu menjadi istriku," ucap Alvan dengan senyum yang terus menghiasi wajah orientalnya.


"Aku juga senang bisa menjadi istrimu, akhirnya semua bisa berjalan dengan lancar," balas Aulia sambil tersenyum bahagia dibalik kain yang menutupi wajahnya.


Alin merasa sangat iri melihat pasangan yang baru saja mengikat hubungan dengan pernikahan ini. Dia dan Raihan meski sudah menikah cukup lama tidak terlihat mesra seperti itu.


"Apa aku bisa juga seperti mereka? Terlihat saling mencintai satu sama lain," gumam Alin.


***


Bagaimana kisah kehidupan rumah tangga Aulia dan Alvan? Apakah mulus lancar seperti jalan tol? Atau penuh dengan rintangan dan cobaan? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.


__ADS_1


__ADS_2