Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 113. Alvan Sakit


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 113


Ketika Aulia sedang memanjakan diri agar bisa tampil maksimal untuk hari pernikahannya nanti. Berbeda dengan Alvan yang malah sibuk menyelesaikan pekerjaan agar nanti bisa cuti lebih lama. Dia ingin langsung pergi berbulan madu begitu selesai pesta pernikahan. 


"Yukari hari ini aku akan melakukan pertemuan dengan siapa saja?" tanya Alvan begitu sekretarisnya masuk ke dalam ruang kerjanya.


Perempuan itu pandai mengatur jadwal dan tahu apa keinginan atasannya. Dia juga pandai berbicara dan melobi rekan bisnis Alvan, sehingga semakin mempermudah proses kerja sama dengan rekan bisnisnya.


"Ada enam pertemuan hari ini. Tiga di orang akan melakukan pertemuannya di sini dan tiga lagi di luar. Makan siang nanti akan dilakukan dengan pengusaha muda Raihan dari ibu kota," jawab Yukari.


Alvan sudah menunggu-nunggu untuk bekerja sama dengan pengusaha muda ini. Beberapa bulan yang lalu mereka bertemu di sebuah pesta seorang pengusaha terkenal dari ibu kota. Keduanya saling berbincang-bincang dan menemukan kecocokan satu sama lainnya. Akhirnya, memutuskan untuk melakukan kerja sama.


"Oke. Pertemuan pertama jam delapan sekarang, 'kan?" tanya Alvan.


"Iya, dan mereka sudah datang. Sekarang sedang menunggu di ruang rapat lantai tujuh," jawab gadis keturunan Jepang itu.


Mendengar rekan bisnisnya sudah datang walau jam perjanjian masing ada 30 menit lagi. Alvan pun segera menemui mereka.


Pertemuan itu terhitung berlangsung cepat dan kedua belah pihak sama-sama setuju dengan proposal proyek kerja sama yang mereka ajukan. Tidak sampai satu jam pertemuan itu berlangsung.


Alvan dan Yukari selanjutnya mendatangi sebuah perusahaan pembuat furniture yang ada di kota Kembang itu. Dikarenakan rekan bisnisnya akan pergi ke luar kota pertemuan itu juga berlangsung cepat dan lancar.

__ADS_1


"Yukari, sekarang kita ke mana lagi?" tanya Alvan sambil memijat kepalanya yang kembali terasa sakit.


Sakit yang sering menyerang kepala secara tiba-tiba, membuat Alvan selalu memilih tidur sebentar di kantor di sela-sela waktu kesibukannya. Dia tidak ada waktu untuk memeriksakan diri ke dokter. 


"Sebelum melakukan pertemuan itu, aku ingin tidur dahulu. Ada waktu satu jam sebelum melakukan pertemuan dengan Raihan," ucap Alvan sambil menahan rasa sakit yang sedang dirasakan olehnya.


***


Pertemuan dengan pengusaha muda Raihan berjalan dengan lancar. Alvan kagum akan sosok anak muda ini. Dia tidak menyangka kalau laki-laki yang sedang duduk di depannya ini belum genap berusia 20 tahun. Tetapi, sudah menyelesaikan S3 karena masuk sekolah diusia dini dan juga ambil kleas akselerasi, lulusan luar negeri.


"Kalau bisa datanglah ke pesta pernikahan aku minggu depan," ucap Alvan dengan sopan.


"Wah, selamat. Apa hari Minggu acara pesta itu akan digelar?" tanya Raihan.


"Iya. Di Hotel Nirwana setelah waktu Isya. Kamu bisa datang, 'kan?" balas Alvan.


Mata Alvan terbelalak, dia tidak menyangka kalau laki-laki berdarah campuran ini sudah menikah. Padahal di pertemuan pertama kali, Raihan mengaku baru pulang dari Kanada dan langsung mengurus salah satu cabang perusahaan milik keluarganya. Saat ditanya tentang kekasih, pemuda ini bilang tidak punya. Namun, saat ini malah bilang sudah menikah.


"Sejak kapan kamu menikah? Aku, kok, tidak tahu. Bahkan mendengar kabarnya saja tidak pernah," tanya Alvan tidak percaya.


"Sehari setelah pertemuan pertama kita. Keesokan harinya aku menikah gara-gara sebuah insiden dan pernikahan kami belum diberi tahu ke publik," balas Raihan sambil tersenyum geli. (Ingin tahu kisahnya, baca di Duda Vs Anak Perawan, season 2 😉)


Alvan banyak mendapat pelajaran dari kisah Raihan dan Alim, istrinya yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Meski cinta belum hadir di antara mereka, tetapi semua berjalan dengan baik karena keduanya selalu mendapat nasehat dari kedua orang tua akan tanggung jawab dan hak suami istri dalam membangun rumah tangga.


"Aku yakin kamu juga akan bisa menjadi seorang suami yang mampu menjadi pemimpin di rumah tanggamu. Apalagi dengan calon istri yang sholehah, cerdas, dan dewasa. Istri aku itu masih bocah dan tidak bisa diam. Tiap hari kerjanya naik pohon dan atap genting," ujar Raihan diikuti helaan napasnya.

__ADS_1


Alvan pun tertawan, tetapi begitu kepalanya kembali merasa sakit, dia langsung meringis menahan sakit. Hal itu dilihat langsung oleh Raihan.


"Alvan, kamu kenapa?" tanya laki-laki keturunan dari keluarga Hakim.


"Belakangan ini kepala aku sering mendadak sakit. Rasanya seakan pecah," lirih Alvan dalam ringisan menahan sakit.


"Apa kamu sudah periksa ke dokter?" tanya laki-laki berwajah campuran bule.


"Tidak, aku belum sempat," balas Alvan.


Maka Raihan pun membawa Alvan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Yukari baru tahu kalau saudaranya ini sering mengalami sakit kepala belakangan ini. Tadinya dia akan memberi tahu Aulia tentang keadaan Alvan saat ini, tetapi dilarang dengan alasan tidak boleh membuat calon pengantin cemas dan sedih.


"Ingat, kamu jangan beri tahu masalah ini kepada Aulia!" Alvan memberikan ancaman kepada Yukari sehingga menyetujuinya.


"Jika dokter di sini angkat tangan. Aku akan tanya sama Om aku, apa dia bisa mengopersi kepala kamu," ujar Raihan.


Mendengar itu, Alvan merasa tenang. Setidaknya masih ada usaha untuk membuat dirinya sembuh.


"Siapa nama dokter itu? Kami saja tidak berani mengoperasi pasien jika kemungkinan berhasilnya sangat tipis. Besi yang sudah tertanam di kepalanya selama bertahun-tahun itu akan sangat beresiko. Sejak dulu juga seperti itu. Seandainya saja bisa, kami sudah mengopersi di dari dulu," ucap dokter yang baru saja masuk ke sana.


***


Siapakah dokter itu? Bagi yang sudah membaca beberapa novel aku pasti tahu siapa dia 😆. Apakah Alvan bisa sembuh atau sebaliknya? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.

__ADS_1



__ADS_2