Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
Bab 76. Jika Jodoh Aulia adalah Rangga


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 76


"Oh, ada tamu. Kenapa tidak masuk ke dalam?" Kakek Yusuf berdiri di dekat pintu.


"Wah, kenapa banyak orang yang bertamu malam ini. Ada apa, tumben?" tanya nenek Halimah.


"Mau melamar Aulia!" kata ketiga laki-laki itu kompak.


"Apa?" pekik Aulia membelalakkan matanya.


     Kini ketiga laki-laki itu duduk berdampingan dihadapan kakek Yusuf, nenek Halimah, dan Aulia. Ketiga orang itu saling menatap terhadap rivalnya untuk mendapatkan hati Aulia.


"Sebaiknya kalian semua melakukan sholat istikharah. Meminta petunjuk kepada Sang Pemberi jodoh," ucap kakek Yusuf.


     Ketiga orang itu pun mengangguk paham. Mereka akan memasrahkan semuanya kepada Allah.


"Terutama kamu, Aulia. Pilih salah satu dari mereka. Siapapun itu pastinya dia punya kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. Namun, yakin kalau dialah yang terbaik untuk kamu," tambah kakek Yusuf.


"Iya, Kek. Kekurangan yang orang itu akan ditutupi oleh kelebihan yang ada pada diriku. Begitu juga dengan sebaliknya, kekurang yang ada dalam diriku akan di sempurnakan oleh kelebihan laki-laki yang menjadi jodohku," kata Aulia.


"Datanglah satu minggu lagi," ucap kakek Yusuf. Maka ketiga laki-laki itu pun pulang ke rumahnya masing-masing.


***


     Waktu pun terus bergulir dan sudah satu minggu berlalu. Mereka melakukan sholat istikharah dan sholat hajat. Dalam hati mereka kalau dirinyalah orang yang akan dipilih oleh Aulia.


     Kini ketiga laki-laki itu sudah datang ke rumah Aulia. Mereka datang dengan penampilan yang sangat rapi dan necis. Tentu saja di hadapan mereka sudah ada kakek Yusuf, nenek Halimah, dan Aulia sang calon istri idaman.


"Apapun hasilnya kalian harus menerima keputusan Aulia," kata kakek Yusuf. 


"Baik, Kakek!" ucap ketiganya.

__ADS_1


"Aulia, siapa yang akan kamu pilih sebagai pendamping hidupmu?" tanya nenek Halimah.


      Aulia dalam hati terus berdzikir menyebut asma Allah. Dia memohon agar laki-laki yang dipilih olehnya itulah yang terbaik untuk dirinya.


"Bismillah, insha Allah saya memilih … Kak Rangga," ucap Aulia.


     Fathir dan Alvan sangat terkejut, dalam hatinya ada rasa kecewa. Namun, mereka menerima dengan lapang dada akan keputusan Aulia.


      Mendengar namanya disebut oleh Aulia, membuat hati Rangga berdebar kencang dan hatinya merasa berbunga-bunga. Dia tidak menyangka kalau kekasihnya, pujaan hatinya, cinta pertama, cinta sejatinya, dan wanita pemilik hatinya itu memilih dirinya. Jujur saja Rangga sempat merasa berkecil hati saat tahu ada Gus Fathir dan Alvan yang juga menginginkan Aulia menjadi istrinya. Dalam ilmu agama dan akhlak pasti Gus Fatih lebih baik darinya sedangkan Alvan dalam materi jauh lebih kaya dari dirinya. Entah apa yang membuat Aulia memilih dirinya.


***


2 tahun kemudian ….


     Kini Rangga dan keluarganya menghadap kakek Yusuf dan nenek Halimah dengan niat ingin melamar Aulia. Shinta dan Damar kini banyak berubah, keduanya menjadi pribadi yang selalu berserah diri dan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik. Penampilan Shinta juga kini mengenakan pakaian muslimah. Raut wajah keduanya pun kini jauh lebih bercahaya dengan tatapan yang teduh dan ucapan yang lemah lembut. Setelah Aulia memilih Rangga, dia meminta waktu untuk memantapkan diri agar bisa menjadi seorang lelaki yang mampu menjadi pemimpin bagi keluarganya. Rangga mengajak mama dan papanya untuk memperdalam ilmu agama yang benar dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah. Ibadah wajib maupun sunah mereka dengan semangat selalu mengerjakannya.


     Aulia pun senang saat kedua orang yang dulu selalu memberikan dukungan dan semangat itu, kini sudah berubah menjadi orang-orang yang lebih penyayang lagi kepadanya. Meski kadang mereka selalu meminta maaf lagi dan lagi, jika ada sesuatu hal yang mengingatkannya akan dosa mereka yang sudah di perbuat kepada keluarganya dulu. Shinta tidak malu-malu meminta Aulia mengajarinya mengaji. Bahkan Shinta menjadi penggerak ibu-ibu sosialita agar ikut pengajian dan menyedekahkan sebagian kecil harta mereka untuk anak yatim piatu dan fakir miskin.


     Damar belajar dan Rangga belajar agama kepada kakek Yusuf. Mereka juga suka mendatangi pengajian-pengajian di Kota Kembang. Biasanya mereka mengikuti kajian di malam hari dan hari libur. Rangga yang tidak percaya kalau wanita itu adalah anak papanya langsung melakukan tes DNA di beberapa rumah sakit baik di ibu kota maupun di kota ini. Hasilnya semua negatif, kalau wanita itu bukan darah daging Damar. Ternyata ibunya wanita itu sudah hamil oleh orang lain dan takut akan skandal. Maka, dia dan laki-laki itu kerja sama untuk menjebak Damar. Kini ketiganya dimasukan ke dalam penjara atas tuduhan penipuan dan pencemaran nama baik.


"Aulia, apa kamu menerima pinangan dari Pak Damar ini?" tanya kakek Yusuf.


"Bismillah, insha Allah, Aulia terima pinangan dari Kak Rangga," jawab Aulia.


***


 11 tahun kemudian ….


"Sayang, ayo, cepat!" Rangga menggendong anak perempuannya.


"Papa, kata mama juga jangan melakukan sesuatu itu dengan terburu-buru. Itu adalah perbuatan setan," ucap bocah kecil yang memegang wajah Rangga.


"Tapi, Aliya Sayang. Kalau tidak terburu-buru kita akan ketinggalan bis. Nanti mama sendirian menemani kakak di sana," ucap Rangga pada putrinya. 


"Kenapa tidak naik mobil saja, Pa?" gerutu Aliya.

__ADS_1


"Kita harus mengikuti aturan, kalau kita ke sana harus datang dengan rombongan peserta cerdas cermat," balas Rangga dan dia langsung masuk ke dalam bis.


"Pak Sopir, berangkat! Semua sudah naik," perintah seorang laki-laki memakai baju PDH.


"Alhamdulillah, keburu. Semalam bilangnya mau tinggal di rumah dengan Mbah buyut. Lalu, tiba-tiba merengek ingin ikut. Untung saja bis belum berangkat," kata Aulia sambil menciumi pipi putrinya dengan gemas.


Mereka duduk berderet di kursi penumpang bersama rombongan dari seluruh anak-anak peserta lomba cerdas cermat berserta guru-guru pendamping dan keluarga peserta.


"Adik kira kalau Kakak pergi lomba cerdas cermat di balai kota. Begitu tahu kalau kakak mau ikut lomba cerdas cermat di ibu kota, jadinya ingin ikut," balas Aliya sambil tersenyum lebar.


"Padahal kemarin kakak sudah bilang kalau mau pergi ke ibu kota," kata Ali bersungut-sungut.


"Hehehe, nanti kalau dipanggil untuk bawa piala adik mau ikut naik ke panggung, ya, Kak." Aliya menatap kakaknya dengan puppy eyes.


"Adik ini sudah kebiasaan kalau kakak naik ke panggung dan dapat piala pasti ikut."      


     Putra sulung pasangan Aulia dan Rangga termasuk anak yang cerdas dan mengikuti lomba. Aulia memberikan pendidikan anak-anaknya dalam agama dan etika sopan santun sedangkan Rangga mendidik anak mereka di bidang ilmu akademis. Meski Ali baru berumur 9 tahun, tetapi sudah bisa mengerjakan soal-soal anak SMA.


     Aulia dan Rangga sepakat membesarkan secara langsung anak-anak mereka dan melakukan pengawasan pada mereka. Begitu juga dengan mengurus rumah, keduanya selalu bekerja sama dalam melakukan semua tugas itu. Keduanya tidak mau menggunakan jasa baby sitter dan asisten rumah tangga.


"Kak, terima kasih sudah setia menunggu aku," kata Aulia.


"Justru aku yang harus berterima kasih kepada kamu yang selalu memberikan warna kebahagiaan dalam hidupku dari dulu. Lebih dari setengah usia aku dihiasi oleh senyum dan tawa kamu. Aulia Nur Assyifa, I love you," bisik Rangga.


"I love you too, Kak Rangga." Satu kecupan singkat diberikan oleh Rangga di kening Aulia.


"I love you, Papa ... Mama!" Aliya ikut-ikutan.


"I love you too, Aliya Sayang." Rangga dan Aulia mencium pipi gembul putrinya.


"Kakak nggak mau di cium! Sudah besar." Tolak Ali saat Aliya mau mencium kakaknya dan membuat keluarganya tertawa.


***


Nggak bisa fokus karena sedang sakit perut 🥺. Semoga kalian suka. Kasih semangat dong, mana dua lagi belum 😢😢.

__ADS_1


Kenapa aku buat Ending dengan 4 versi? Karena gara-gara nonton anime yang ceritanya anak sekolahan cowo 1 dan cewe banyak. Mereka dibuat kisah cintanya dengan versi masing-masing cewe itu 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️. Aku tidak suka sinetron sukanya nonton anime. Jadi jangan tanya sinetron sama aku. Pastinya tidak akan tahu 🙈


__ADS_2