Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 125. Akhirnya


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 125


Rangga duduk termenung di depan teras rumah. Dia masih belum bisa melupakan sosok Aulia. Meski dia tidak melarang perempuan lain untuk mendekati dirinya. Namun, tetap saja hatinya belum bisa terbuka.


Seperti perhatian yang dilakukan oleh Amelia kepada dirinya, tidak bisa membuat dia jatuh cinta kepada gadis itu. Tidak mau menjalin hubungan dengan kebohongan. Jika dia tidak menyukainya dia akan bilang tidak. Meski Safiyah selalu meminta kepada dirinya untuk menikah dengan Amelia.


"Ya Allah, ada apa dengan diriku ini. Kenapa aku sulit sekali melupakan Aulia," lirih Rangga.


Pikiran dia sekarang malah sedang membayangkan kalau Aulia dan Alvan sedang menghabiskan malam panas bersama. Laki-laki itu pun memukul di kepalanya sendiri berkali-kali.


"Lupakan, lupakan! Mereka sekarang adalah pasangan suami istri. Jadi, wajar jika lakukan hal itu," ucap Rangga bermonolog.


Langit malam yang cerah dengan bertaburan bintang yang banyak. Berbanding terbalik dengan suasana hati Rangga saat ini.


Mama Shinta keluar saat melihat putranya sedang duduk seorang diri. Dia merasa kalau Rangga semakin menjadi tertutup dan jarang bicara, semenjak Aulia dipinang oleh Alvan.


"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Mama Shinta,


Rangga hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. Saat ini dia sendiri bingung dengan perasaan dan pikirannya. 


"Apa sebaiknya aku mengambil pekerjaan yang ada di Singapura?" tanya Rangga.


"Jika kamu pergi ke Singapura, bagaimana dengan Safiyah?" Mama Shinta balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Rangga.


Laki-laki itu pun kembali terdiam. Dia memikirkan putri angkatnya itu. Jika dia membawanya ke Singapura, maka tidak akan ada yang mengawasi memperhatikan dirinya saat dia bekerja. Namun, jika dia ditinggal di Indonesia, maka Safiyah akan terus mencarinya.


"Kenapa kamu tidak menikah saja dengan Amelia? Setelah itu kalian bisa tinggal di Singapura bersama," ucap Mama Shinta memberikan solusi untuk putranya.

__ADS_1


Justru saat ini Rangga ingin menjauh dulu dari yang namanya hubungan asmara. Dia ingin menenangkan hati dan pikirannya dulu. Setelah dia merasa baikan, baru akan memulai segalanya dari awal lagi.


"Aku rasa itu tidak perlu," balas Rangga dengan senyum tipisnya.


"Mama dan papa akan selalu mendukung kamu. Jika kamu ingin secepatnya menikah dengan wanita pilihanmu. Kami akan menerima dia dengan hati terbuka," lanjut wanita paruh baya itu.


Kini keduanya pun saling diam dan menatap langit malam. Mereka sibuk dan berpikiran masing-masing.


***


Di tempat lain Amelia kedatangan seorang teman lama. Dia adalah Noah, sahabat Amelia sejak kecil, tetapi usianya terpaut 3 tahun lebih tua darinya. Laki-laki itu pergi ke luar negeri semenjak duduk di bangku SMA. Hal itu terjadi karena ibunya menikah lagi dengan laki-laki asing.


"Amel, kamu sekarang sudah dewasa dan semakin cantik," kata Noah sambil menatap wajah gadis itu.


"Kamu juga sekarang banyak sekali berubah. Jauh lebih tinggi dibandingkan dahulu," balas Amelia sambil tertawa kecil.


Kedua orang itu melepas rasa rindu dengan membicarakan masa lalu saat mereka masih anak-anak. Mereka berbicara tentang kisah kepolosan keduanya saat dulu.


"Kenapa kamu tidak pernah menghubungi aku sama sekali?" tanya Amelia kepada sahabatnya.


"Itu karena aku tidak punya nomor kontak dirimu," jawab Noah.


"Bukannya kamu bisa menghubungi telepon rumah untuk menanyakan kabar aku," ucap gadis berjaket pink ini.


Noah melakukan itu karena dia dilarang oleh ibunya untuk menghubungi Amelia lagi. Katanya mereka sudah tidak satu level lagi. 


"Benar juga, ya. Kenapa aku tidak kepikiran ke arah sana," balas Noah sambil tertawa.


Pak Hasan tidak suka jika Amelia malam-malam berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Dia pun meminta Amelia agar masuk ke rumah dan Noah bisa datang lagi keesokan harinya. Kedua muda-mudi itu akhirnya berpisah dan berencana melanjutkan pembicaraannya besok lagi.


"Sudah lama sekali Noah tidak ada kabarnya, lalu tiba-tiba malam ini datang ke sini. Ada keperluan apa dia?" tanya Pak Hasan daripada putrinya.

__ADS_1


"Katanya dia sedang mengembangkan bisnis di Indonesia dan memilih Kota Kembang ini," jawab Amelia sebelum masuk ke dalam kamarnya.


***


Sementara itu, di hotel tempat Aulia dan Alvan menginap, keduanya saling menatap dengan penuh damba. Dibelainya wajah mulus milik Aulia. Tempat tidur yang berukuran luas itu menjadi tempat mereka untuk menghabiskan malam ini dengan penuh cinta.


Diciumnya kening Aulia, kemudian diciumnya kedua kelopak matanya bergantian. Hidung mancung dan mungil diciumnya gemas bahkan rasanya Alvan ingin menggigitnya. Pipi kiri dan kanan dicium bergantian. Lalu, terakhir bibir ranum yang selalu menggoda dan menjadi candu bagi laki-laki itu. Alvan mencium mesra bibir Aulia dan dia merasa senang karena sang istri pun membalas ciumannya.


"Aulia, I love you!" Alvan berbisik dengan mesra kata cinta di telinga kanan Aulia dan memberikan kecupan-kecupan ringan di sana. 


"I love you too, Alvan kun," balas Aulia dengan tubuhnya yang benar-benar merasa meremang.


"Bismillahirrahmanirrahim." Suara Aulia terdengar merdu di telinga Alvan.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami)


Alvan sudah belajar membaca doa ini semenjak dia akan menikah dulu. Makanya sekarang sudah hafal di luar kepala. Dia pun memulai ibadah sunah dengan membaca doa dan di aamiin 'kan oleh Aulia. Ciuman mesra di kening sebagai pembuka kegiatan mereka dalam meraih kesenangan surga dunia. Melodi indah keluar dari mulut Aulia setiap Alvan menyentuh tubuhnya.


Aulia merasakan perbedaan saat melakukan hubungan badan dengan laki-laki yang halal bagi dirinya. Tidak ada rasa takut atau was-was. Dia sangat menikmati sentuhan dari sang suami.


Alvan tidak bisa mengungkapkan perasaan bahagianya malam ini. Ini pertama kalinya bagi dia bercinta. Awalnya ada perasaan takut dalam hatinya tidak bisa memberikan kepuasan bagi sang istri. Ketakutan itu hilang saat Aulia membalas semua sentuhannya. Perempuan itu sudah membuat dirinya merasakan kenikmatan dalam bercinta. 


Akhirnya mereka berdua bisa menikmati surganya dunia. Aulia dan Alvan merasa sangat bahagia saat ini. Keduanya merasa kalau dunia hanya milik. Terpancar wajah kebahagiaan dari mereka berdua karena merasa sudah terpuaskan.


"Alhamdulillah. Terima kasih, Ananta," ucap Alvan saat mereka selesai dengan kegiatannya. Diciumnya kening Aulia dengan mesra.


***


🙈 Akhirnya, Alvan bisa juga melakukan malam pertama setelah tertunda karena kedatangan tamu bulanan. Apakah Amelia akan berpaling hati kepada Noah atau tetap mencoba membuka hati Rangga? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.

__ADS_1



__ADS_2