
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 130
Hari ini Alvan pun makan dengan sangat banyak. Biasanya dia sarapan cukup satu kali, ini tambah sampai ketiga kali. Tentu saja ini membuat Aulia, Kakek Yusuf, dan Nenek Halimah merasa heran.
"Alvan-kun, jangan makan terlalu berlebihan!" Aulia mengingatkan sang suami saat hendak tambah untuk ketiga kalinya.
"Aku masih merasa lapar, Ananta," balas Alvan dengan tatapan mengiba.
Jika sudah seperti itu, Aulia selalu tidak tega dan akan membiarkannya. Untungnya dia selalu membuat masakan yang sehat.
Kakek Yusuf hanya tersenyum simpul melihat pasangan pengantin baru yang lagi mesra-mesranya. Bagi para penghuni rumah kemesraan Alvan dan Aulia bukanlah hal yang aneh sekarang. Bahkan Alvan yang selalu menentukan secara terang-terangan betapa kalau mereka itu saling mencintai.
"Kakek, nasehatin Alvan. Agar dia itu tidak berlebihan saat makan," kata Aulia merengek pada Kakek Yusuf, karena dia sudah merasa lelah menasehatinya, dalam sehari sampai lebih dari 5 kali.
Kakak Yusuf dan Nenek Halimah hanya tertawa kecil. Kedua orang tua itu tahu, bagaimana Aulia selalu mengingatkan suaminya.
"Dalam agama, perilaku melampaui batas disebut ghuluw ini adalah sikap yang tercela dan dilarang oleh syariat. Ghuluw sama sekali tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya; juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan. Apalagi jika hal tersebut dalam urusan agama," kata Kakek Yusuf memulai penjelasannya.
Qul yā ahlal-kitābi lā taglụ fī dīnikum gairal-ḥaqqi wa lā tattabi'ū ahwā`a qauming qad ḍallụ ming qablu wa aḍallụ kaṡīraw wa ḍallụ 'an sawā`is-sabīl (Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (Qs Al Ma'dah :77))
Ghuluw dalam agama itu sendiri adalah sikap dan perbuatan berlebih-lebihan melampaui apa yang dikehendaki oleh syariat baik berupa keyakinan dan perbuatan. Menjauhi sikap ghuluw atau ekstrem berlaku untuk segala peri kehidupan, Islam mengajarkan konsep keseimbangan dalam memenuhi berbagai kecenderungan yang ada pada diri manusia.
__ADS_1
"Baik berlebihan dalam mengkonsumsi makanan atau minuman, baik karena terlalu sedikit atau terlalu banyak. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Araf ayat 31.
(“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”)
"Perintah berupa anjuran dan tuntunan untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum, bukan sebagai bentuk pengharaman," lanjut Kakek Yusuf.
Aulia merasa senang saat melihat Alvan terdiam sambil mendengarkan nasehat dari kakeknya. Memang kadang harus dari orang lain yang menasehati agar bisa di dengarkan omongannya. Padahal maksudnya itu sama, hanya beda orang yang bicaranya saja.
"Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, menegaskan tidak boleh seseorang mengharamkan karunia-Nya yang telah diberikan dan rezeki-Nya yang baik-baik. Ukuran berlebihan adalah maslahat untuk setiap orang. Lebih jelas, ukuran makan dan minum terlalu sedikit atau banyak, dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang," lanjut Kakek Yusuf dan Aulia tersenyum senang karena sudah terlihat jelas kalau Alvan merasa sudah berlebihan dalam makannya.
"Jika makan dan minum terlalu banyak, maka tubuh akan menampung kelebihan kalori yang akan mengakibatkan berat badan naik dan menderita obesitas hingga kematian. Demikian pula, jika asupan makan dan minum terlalu sedikit akan berakibat kurangnya gizi dan mudah terserang penyakit," tambah Nenek Halimah.
"Hadits Nabi bahwa orang yang berbuat al-isrâf (sikap berlebihan), salah satunya bermula dari keinginan menuruti napsu makannya," lanjut wanita tua bergamis hitam.
Diriwayatkan dari Anas Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Salah satu ciri berlebihan (al-isrāf) Anda makan setiap yang Anda inginkan.” (HR Ibnu Mâjah No 3345 dari Anas bin Mâlik).
"Jangan biarkan nafsu setan menguasai dirimu," ucap Kakek Yusuf.
***
Yukari sudah mulai mengambil cuti, karena harus pulang ke Jepang. Begitu juga dengan Mario yang sedang mempersiapkan diri untuk pernikahan mereka nanti. Untuk mengisi kekosongan tempat mereka, Aulia pun bekerja keras kembali membantu suaminya.
"Ananta, apa sudah selesai semua jadwal pekerjaan hari ini?" tanya Alvan kepada sang istri yang sedang menyusun berkas laporan.
"Alhamdulillah, semua sudah selesai," jawab Aulia jangan senyum manis menghiasi wajahnya.
__ADS_1
Saat ini Aulia membuka cadarnya karena sekarang mereka sudah halal menjadi pasangan suami istri. Selain itu di ruang kerja ini juga tidak ada siapa-siapa lagi. Alvan selalu senang saat melihat wajah cantik milik Aulia. Rasa lelah dan penat akibat pekerjaan yang dia rasakan selalu menguap pergi entah ke mana saat melihat wajah cantik dan senyum istrinya.
"Kita ke kamar untuk istirahat, yuk!" ajak Alvan dengan senyum lebar dan mata yang berbinar.
Aulia sudah hafal dengan apa apa yang ada di dalam pikiran suaminya saat ini. Dia selalu merasa heran pada suaminya yang selalu meminta jatah setiap hari. Semalam mereka sudah bercinta dan sekarang menginginkannya lagi.
"Jangan sering-sering, Suamiku. Kalau beneran ada calon bayi kita di dalam perutku dan terkena goncangan akhirnya tidak jadi," balas Aulia.
Mendengar ucapan sang istri membuat Alvan ketakutan. Dia tidak mau hasil kerja kerasnya bersama Aulia tidak membuahkan hasil hanya karena mengikuti hawa napsunya.
***
Di tempat lain Amelia saat ini sedang merasa sangat bahagia. Semalam Dia dan Rangga sudah meresmikan hubungan mereka. Rencananya hari Minggu nanti kalau orang tua mereka akan bertemu dan mengundang beberapa warga di sekitar rumahnya untuk mengumumkan kalau dirinya akan dipinang oleh sang pujaan hati.
"Ya Allah, aku sudah tidak sabar menunggu hari Minggu esok," gumam Amelia yang harus harus sabar menunggu 6 hari lagi.
Akan tetapi, dia baru ingat belum memberitahu kepada Noah, Kalau dia memilih Rangga sebagai pasangan hidupnya.
"Bagaimana caranya aku memberitahu dia, ya?" tanya Amelia pada dirinya sendiri.
***
Bagaimanakah hubungan Amelia dan Noah nantinya saat tahu yang dipilih adalah Rangga? Apakah Alvan itu ngidam atau memang sedang napsu makannya meningkat? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1