Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 117. Kedatangan Alin


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 117 


Tubuh Alvan banyak dipasangi peralatan medis, meski begitu dia tidak dirawat ditempat isolasi. Sebab, daya tahan tubuhnya masih bagus dan organ tubuhnya juga masih berfungsi dengan baik. Hanya tinggal menunggu dia sadar saja.


Aulia dan keluarga Alvan masih setia menunggu di Rumah Sakit Harapan. Mereka yakin kalau pemuda ini akan secepatnya sadar. Doa-doa tiada henti mereka ucapkan demi kesembuhan laki-laki itu. 


Ternyata keluarga dari Dokter Ghazali juga selalu bergiliran memantau keadaan Alvan. Terutama Raihan dia sudah menganggap Alvan sebagai teman baiknya. Laki-laki ini setiap hari selalu menyediakan waktu untuk melihat keadaannya.


"Aku dengar kamu adalah calon istri dari Alvan?" tanya Raihan kepada Aulia.


"Bener dan dua hari lagi rencananya kami akan menikah," jawab Aulia dengan lirih.


"Beberapa hari yang lalu dia sempat menghubungi aku dan menceritakan kegundahan hatinya," ucap laki-laki yang usianya lebih muda dari Aulia.


Perempuan itu penasaran dengan apa yang sudah bicarakan dengan temannya ini. Sebab, dia baru melihat sosok Raihan setelah di rumah sakit ini kemarin.


"Bolehkah aku tahu apa yang dia bicarakan kepadamu?" tanya Aulia.


"Dia bertanya padaku jika dia mengalami koma setelah melakukan operasi. Apakah pernikahannya dengan kamu bisa dilangsungkan dengan menggunakan wali untuk dirinya? Karena dia tidak mau membatalkan pernikahan kalian," jawab Raihan.


Mendengar perkataan laki-laki ini, hati Aulia bergetar kembali. Dia tidak menyangka kalau Alvan begitu ingin menepati janji kepadanya. Dulu calon suaminya itu berkata, "Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan ini. Walau akan banyak rintangan yang menghalangi, atau apapun itu, aku pasti akan tetap menjadikan kamu sebagai istriku."


Mengetahui hal ini membuat air mata Aulia kembali jatuh. Ternyata ketakutan calon suaminya ini sudah dia perhitungkan sejak lama.


"Saudara kembarku juga menikahi kekasihnya yang dalam keadaan koma beberapa hari yang lalu. Dan apa kau tahu bagaimana nasib istrinya itu?" Raihan menarik napasnya dan tersenyum.


Aulia melihat kearah laki-laki yang tidak pernah suka bertatapan dengannya. Dia sendiri penasaran, bagaimana Alvan bisa berteman dengan Raihan.


"Perempuan itu akhirnya membuka mata setelah keinginannya terkabul. Yaitu menjadi pengantin saudaraku," lanjut Raihan.

__ADS_1


Mendengar kisah itu Aulia merasa terenyuh hatinya. Apakah bisa dia dan Alvan juga akan seperti itu?


"Saat hari yang sudah kalian tentukan untuk melakukan pernikahan dan Alvan belum sadarkan diri, maka lakukanlah pernikahan itu. Carilah wali yang bisa menggantikan dirinya saat melaksanakan ijab qobul," ujar Raihan.


Orang tua Alvan yang ikut mendengarkan pembicaraan antara Raihan dan Aulia meneteskan air matanya. Kedua tahu betapa besarnya rasa cinta putra semata wayang mereka itu kepada sang pujaan hatinya 


"Lalu, apakah Alvan memberitahu siapa orang yang akan menjadi walinya nanti?" tanya Papi Kenzo dengan tatapan sendu.


Raihan ragu-ragu memberitahunya karena ini takut tidak sesuai dengan harapan mereka. Belum juga Raihan berbicara Mami Siska sudah memotong.


"Aku berharap kalau Raihan yang akan menjadi wali Alvan nanti," ucap perempuan paruh baya itu.


'Bisa-bisa aku dihabisi oleh Alin kalau sampai itu terjadi.' (Raihan)


Pemuda itu tersenyum tipis dan menggelengkan kepala. Lalu, berkata, "Alvan meminta aku untuk menyampaikan pesan ini kepada laki-laki yang bernama Gus Fathir."


Betapa terkejutnya mereka bertiga saat mendengar nama yang disebutkan oleh Raihan. Tidak ada yang menyangka kalau nama saingannya akan dimintai tolong.


"Mungkin saat ini kamu merasa canggung untuk mengungkapkan perasaan. Atau menyentuh Alvan. Jika, kalian sudah sah nanti, kamu bisa mengatakan kata-kata cinta sebagai penyemangat untuk memancing kesadaran Alvan," lanjut Raihan. Dia ingin menggunakan cara seperti kembarannya saat membuat kekasihnya tersadar kembali dari tidur panjangnya.


"Wa'alaikumsalam warahmatullah," balas keempat orang yang ada di sana.


Mata Raihan membulat lalu tersenyum manis saat melihat gadis itu memasang wajah cemberut. Dia pun beranjak dari tempat duduknya terus menghampiri perempuan itu.


Aulia menatap keduanya karena ingin tahu siapa perempuan berwajah menggemaskan itu. Dia melihat gadis itu mencium tangan Raihan meski sambil menggerutu.


"Kenalkan ini Alin, istriku," ucap Raihan.


Mami Siska dan Aulia sangat terkejut mendengar ucapan Raihan barusan. Keduanya tidak menyangka kalau mereka sudah menikah. Bahkan Alin masih berstatus OSIS.


Alin pun menyalami kedua wanita itu dan mengenalkan dirinya. Lalu, dia menatap Alvan sangat lekat.


"Kak Ian, siapa Oppa ini?" tanya Alin yang sudah terjangkit virus K-Pop.

__ADS_1


"Dia Alvan teman aku. Saat ini sedang koma setelah menjalani operasi," jawab Raihan.


Terlihat raut wajah Alin berubah sedih bahkan matanya kini berkaca-kaca. Hal ini tidak luput dari perhatian Raihan dan yang lainnya.


"Kenapa? Apa kamu ingin menangis?" tanya Raihan.


"Kasihan Oppa ganteng ini kalau sampai meninggal. Nanti komunitas cowok cakep di Indonesia akan berkurang," jawab Alin dan membuat Raihan menepuk jidatnya. 


Dokter Ghazali dan Papi Kenzo langsung tertawa mendengar ucapan Alin. Mami Siska dan Aulia juga menahan tawanya. Mereka bisa tertawa karena gadis polos ini.


"Kalau begitu lakukan sesuatu agar dia cepat sadar!" titah Raihan pada istrinya.


"Kenapa sama aku. Suruh Om Ghaza yang seorang dokter untuk menyembuhkannya," balas Alin menolak permintaan sang suami.


Dokter Ghazali ingin memanfaatkan keadaan ini. Dia ingin merangsang kesadaran Alvan.


"Kamu tahu nggak kalau Alvan meminta aku untuk menggantikan dia untuk mengucapkan qobul untuk pernikahannya nanti," ucap Raihan ingin tahu apa yang akan diperbuat oleh istri lugunya ini.


"Gimana, Alin? Apa Ian akan diberi izin sama kamu?" kata Dokter Ghazali mengompori menantu kakak kandungnya.


"Apa?" Mata Alin terbelalak dan berkata lagi, "aku akan menyuruh ayah Abi dan Ayah Fatih untuk menyunat lagi kepunyaan Kak Ian. Aku tidak mau dipoligami."


Orang-orang yang ada di sana melongo karena Alin sudah salah paham. Namun, ini yang ditunggu-tunggu oleh dokter tampan meski sudah memasuki usia berkepala lima.


"Kalau begitu buat Alvan bangun agar dia sendiri yang mengucapkan qobul-nya saat menikah besok. Ingat dia akan menikah besok!" Dokter Ghazali sengaja menekan setiap kata-katanya.


Aulia hanya diam melihat tingkah keluarga yang dianggapnya lain daripada yang lain ini. Namun, dia membiarkan saja hal itu. Baginya asalkan Alvan bisa sadar, terserah orang-orang itu mau berbuat apa.


***


Apa yang akan dilakukan oleh Alin agar membuat Alvan sadar? Apakah strategi Dokter Ghazali dan Raihan akan berhasil? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.

__ADS_1



__ADS_2